Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Mengakui Semuanya


__ADS_3

“Axlyn sudah meninggal dunia hampir tujuh bulan yang lalu!” ujar Luca yang memberanikan diri untuk mengungkapkan segalanya.


“APA?”


Hanya Vinno dan Ashlyn saja yang terkejut mendengar hal itu, selain mereka semua telah mengetahui tentang kematian Axlyn.


“Apa yang kau katakan tentang Kakakku? Aku kau mencoba membohongi aku lagi?” lirih Ashlyn yang berjalan mendekati Luca untuk bertatap muka langsung dengannya.


“Aku memang berbohong padamu tentang identitasku yang sebenarnya, tapi hanya sebatas itu saja kebohonganku!” ujar Luca yang menguatkan hati untuk membalas tatapan Ashlyn dan mengakui semua kesalahannya.


“Namun, tentang kematian Axlyn! Aku berkata jujur padamu,” lanjutnya yang semakin menguatkan hati saat menyampaikan kabar duka itu.


“Hampir tujuh bulan yang lalu, Axlyn harus mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan diriku.”


Sekuat hati Luca menguatkan dirinya sendiri agar tidak menangis saat itu. Sekuat hati Luca menatap dalam mata indah Ashlyn yang kini di penuhi dengan kemarahan dan kekecewaan padanya.


“Aku, _....”


Plakk, ….


Sebuah tamparan yang sangat keras Ashlyn layangkan pada wajah tampan Luca, berharap pria itu menghentikan semua omong kosongnya.


Sementara Luca tetap diam dan memejamkan matanya berharap agar Ashlyn mau memukulnya sekali lagi agar rasa sakit di hatinya bisa sedikit tergantikan dengan rasa sakit di pipinya itu.


Semua orang hanya bisa diam menyaksikan kejadian itu. Sebab mereka percaya bahwa Luca bisa mengatasinya dengan baik. Dan inilah satu-satunya kesempatan agar Luca bisa berhenti untuk menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Axlyn.


“Kau boleh memukulku lagi, jika itu bisa membuatmu merasa lebih baik,” ujar Luca pada Ashlyn.


“Apa kau belum puas juga mempermainkan diriku sampai sejauh ini?” tanya Ashlyn dengan deraian air mata.


“Kenapa kau juga harus berbohong tentang kematian Kak Axlyn!” teriak Ashlyn dengan perasaan frustasi.


“Karena itulah kenyataannya! Axlyn mati karena melindungi dan menyelamatkan aku! Axlyn mati saat dia berada di dalam dekapanku!” seru Luca mengutarakan segala kebenarannya tanpa takut apapun lagi.


“Kau bohong! Mengapa kau selalu saja menjadi seorang pembohong di depanku!” Ashlyn kembali berteriak.


“Hari ini aku sudah mengakui semuanya, Ashlyn! Tentang identitasku dan tentang kematian Kakakmu Axlyn!” ujar Luca dengan penuh keyakinan.


“Tidak! Kau pasti berbohong lagi padaku! Kak Axlyn tidak mungkin mati, Hiks, ….!


“Dia pergi mencari ayah! Dan ayah sekarang sudah di sini, Kak Axlyn pasti sebentar lagi akan datang. Hiks, ….”


Sampai kapan pun Ashlyn tidak akan pernah mau mempercayai kenyataan itu.

__ADS_1


“Meskipun aku harus mengatakan dan memberitahumu sebanyak ribuan kali. Aku akan tetap mengatakan hal sama. Axlyn telah meninggal dunia dan tidak akan pernah bisa kembali lagi pada kita,” ujar Luca menegaskan yang membuat Ashlyn semakin menangis histeris.


“Maaf! Aku tidak melindungi Axlyn dengan baik,” ucap Luca yang langsung berlutut di hadapan Ashlyn dan Vinno.


Melihat Luca yang sudah berlutut untuk meminta maaf pada keluarga Axlyn, Will dan yang lainnya pun ikut berlutut di belakang Luca untuk meminta maaf juga.


“Kami juga minta maaf, karena tidak bisa melindungi Axlyn. Kami sangat menyesal karena tidak bisa menyelamatkannya ketika Axlyn berusaha untuk menyelamatkan Tuan muda kami,” ucap Will.


“Benar, seharusnya kami yang menjaga Axlyn!” imbuh Felix.


“Yang bisa aku katakan hanya meminta maaf atas meninggalnya Axlyn,” ujar Jaydon sembari menundukkan wajahnya.


“Apakah sebuah permintaan maaf, bisa membuat Kak Axlyn bisa hidup kembali?” seru Ashlyn di sela isak tangisnya.


Sebagai keluarga Luca sekaligus keluarga Xavier, Rayden beserta keluarga besarnya pun ikut berlutut untuk meminta maaf dan mengucapkan terima kasih kecuali Lucia yang tengah hamil besar. Sebab karena pengorbanan Axlyn, Luca bisa tetap hidup hingga sekarang.


“Kau benar! Meskipun permintaan maaf kami tidak bisa mengembalikan Axlyn untuk hidup lagi, tapi setidaknya kami sudah melakukannya,” ujar Zhia yang ikut berlutut di samping kanan putranya.


“Kami juga ingin mengucapkan terima kasih, karena pengorbanan Axlyn membuat Luca tetap hidup!” imbuh Julia yang ikut berlutut di samping kiri Luca.


“Kami tahu ini memang tidak adil! Kami pun juga tidak ingin Axlyn meninggal seperti ini,” ujar Rayden yang ikut berlutut.


“Namun, takdir berkata lain! Dan kami tidak bisa melawan takdir kehidupan ini,” ujar Noland yang berlutut di samping Julia.


“Kenapa? Kenapa kalian mengatakan semua ini, setelah kalian semua membohongiku seperti orang bodoh!” teriak Ashlyn.


“Terutama kau Luca? Mengapa kau mendekatiku, hanya untuk menyakitiku seperti ini?”


Nada bicara Ashlyn begitu rendah kepada Luca tapi bagaikan timah panas yang berhasil menembus jantungnya.


“Ashlyn, tenanglah! Dengarkan penjelasan mereka dulu,” bujuk Vinno pada Putrinya.


“Diamlah! Kau sama saja seperti mereka! Bahkan kau jauh lebih buruk!” bentak Ashlyn pada Vinno.


Ashlyn kemudian berlari keluar dari Villa itu sambil terus menangis terisak. Luca pun berniat mengejarnya, tapi Mamahnya menghentikannya begitu juga dengan yang lainnya. Luca kebingungan, dia harus segera menjelaskan semuanya pada Ashlyn.


“Mah, tolong lepaskan! Luca harus menjelaskan semuanya pada Ashlyn,” pinta Luca pada Mamahnya yang terus memegangi tangannya.


“Tidak, Luca! Berilah Ashlyn sedikit waktu untuk mencerna kenyataan yang begitu memukul hati dan jiwanya. Kita akan pasti akan menemuinya lag,” ujar Zhia memberi pengertian pada putranya.


“Tapi, Mah!”


“Tidak, Sayang! Jika kau tetap mengejarnya, dia malah akan semakin membenci dirimu dan kita semua,” potong Zhia.

__ADS_1


“Bisakah kalian semua jelaskan padaku terlebih dahulu! Meskipun aku bukan yang baik, tapi aku berhak tahu apa yang terjadi pada putri sulungku,” ujar Vinno yang menarik perhatian semua orang.


“Baiklah, mari kita bicara!” ujar Rayden.


Kini mereka semua sudah duduk tenang di ruang tamu. Namun, Lucia tidak di perbolehkan untuk mengikuti pembicaraan itu setelah mengeluh perutnya merasa sakit.


Alhasil, Levi pun segera membawanya ke rumah sakit bersama dengan Dr. Chloe selaku dokter kandungan Lucia selama ini.


...****************...


Dan di sisi lain, Max dan Matt yang baru saja akan memasuki Villa tidak sengaja bertemu dengan Ashlyn yang sedang berjalan sendirian sambil menangis. Saat itu juga, Matt dan Max langsung menyadari bahwa Ashlyn telah mengetahui segalanya.


Mereka berdua pun memutuskan untuk mengikuti dan melindungi Ashlyn secara diam-diam. tidak lupa Max mengirim pesan kepada Luca dan mengatakan bahwa mereka akan selalu mengawasi dan melindungi Ashlyn untuk sementara waktu.


Max


‘Tuan, kami tidak sengaja bertemu dengan Ashlyn yang sedang berjalan sendirian sambil menangis.’


‘Sepertinya kami bisa menyimpulkan bahwa dia sudah mengetahui semuanya, bukan?’


‘Karena itulah, kami berinisiatif untuk mengawasi dan melindunginya untuk sementara waktu.’


^^^Luca^^^


^^^‘Kerja bagus! Tetap lindungi dia secara diam-diam!’^^^


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2