
Seperti yang telah Luca beritahukan kepada Ashlyn, dia segera pergi kembali ke villanya begitu selesai bekerja.
Luca berusaha menghubungi Matt maupun Max untuk menjemputnya, tetapi semua panggilan teleponnya tidak di terima satu pun.
Beruntung, beberapa anak buahnya selalu mengawalnya secara diam-diam. Sehingga Luca pun menggunakan mobil milik salah satu anak buahnya itu mengantarnya ke Villa.
Setibanya di Villa, Luca menyaksikan para pengawal Papahnya dan pengawal pribadinya sedang asyik berpesta dan menggosipkan dirinya dengan Ashlyn.
“Apakah begitu menyenangkan membicarakan tentang kehidupan pribadi orang lain?”
Suara Luca seketika membuat Trio somplak dan Duo M langsung berhenti bersuara. Mereka semua terdiam, ketika menyadari orang yang sejak tadi mereka bicarakan telah kembali dengan wajah penuh kemarahan.
“Kenapa kalian semua sekarang diam?” cecar Luca dengan nada bicara dan tatapan dinginnya.
“Kau sudah pulang, mau makan ini?” ujar Will yang malah mencoba mengalihkan topik.
“Paman, _....”
“Apa kau mau pulang sekarang? Kau pasti sudah tahu dengan tujuan ketiga Pamanmu ini jauh-jauh datang ke negara ini,” potong Will ketika Luca ingin memarahinya.
“Aku tidak bisa pulang sekarang!” Luca menegaskan keputusannya.
“Grandma dan Mamahmu hanya memberi kami waktu selama satu minggu. Jika dalam waktu itu kau belum juga kembali, maka mereka sendiri yang akan datang uuntuk menjemputmu,” jelas Will agar Luca memikirkan baik-baik keputusannya.
“Aku akan menyelesaikan semua masalah yang ada di sini terlebih dahulu. Setelah semuanya selesai, maka aku akan kembali,” ujar Luca yang terlihat jinak, jika kedua wanita yang paling dia takuti sudah di bawa-bawa.
“Baiklah, kami akan membantumu untuk menyelesaikan semuanya!” sahut Will.
“Lalu apa rencanamu sekarang?” tanya Will yang menyadari bahwa Luca sudah menyiapkan beberapa rencana.
“Malam ini aku akan menemui anak dari Paman Evan terlebih dahulu,” jawab Luca.
“Caranya?” tanya Will lagi.
“Dengan menggunakan ini!” jawab Luca sembari memperlihatkan secarik kertas yang ada di tangannya.
“Max, siapkan uang tunai tiga kali lipat dari jumlah yang tertulis di sini!” perintah Luca pada Max sembari menyerahkan nota hutang yang di berikan Leonard kepadanya.
“Baik, Tuan muda!” sahut Max yang segera menerima kertas itu dan segera pergi untuk melaksanakan tugas.
__ADS_1
Matt yang tidak mau terjebak antara Luca dan ketiga Pamannya, segera menyusul Max untuk menemuiny. Bahkan dia kembali melupakan soal pertemuan yang telah di sepakati dengan pemimpin organisasi pembunuh bayaran.
Setelah kepergian Max dan Matt, Trio somplak pun memaksa Luca untuk menceritakan segalanya yang telah terjadi selama Luca di negara H itu.
Luca yang tidak ingin membuat Grandma dan Mamahnya sampai ikut terlibat, memilih untuk menceritakan semua yang dia alami dan yang sedang dia rencanakan kepada ketiga Pamannya itu.
...****************...
Waktu pertemuan pun tiba, ….
Dengan menaiki sebuah mobil mewah, Luca saat itu mengenakan setelan jas mahalnya mulai turun dan berjalan masuk ke dalam club dengan pengawal yang setia mengikutinya.
Luca datang hanya membawa lima pengawalnya saja, dimana mereka semua adalah ketiga Pamannya dan dua pengawal pribadinya yang di tunjuk langsung oleh sang ayah. Mereka mendatangi club mewah yang dulu sempat menjadi tempat bekerja Luca walau hanya sehari.
“Hay, bukankah itu Luca? Sedang apa dia di sini setelah membuat masalah dengan pemiliknya? Bahkan penampilannya terlihat sangat berbeda dari yang sebelumnya,” bisik salah satu pelayan wanita yang pernah jatuh hati pada pandangan pertama pada Luca.
“Entahlah, tapi dia terlihat semakin tampan dengan penampilannya yang sekarang,” sahut pelayan wanita lainnya yang menatap penuh kagum dengan penampilan Luca.
Semua pelayan di club itu menatap kedatangan Luaca dengan heran. Pasalnya penampilan Luca sangat jauh berbeda ketika pertama kali mereka bertemu dengan pria itu, meskipun ketampanannya masih tetap sama bahkan bertambah berkali-kali lipat.
“Sepertinya para pelayan itu mengenal Luca dengan baik?” bisik Felix pada Max yang berjalan di sebelahnya.
“APA!!” seru Felix, Jaydon, Will dan Matt yang terkejut dengan fakta baru yang mereka dengar dari Max.
“Apa yang sedang kalian ributkan?” ketus Luca yang ikut terkejut karena ulah kelima pengawalnya itu.
“Tidak ada apa-apa!” sahut Will dengan cepat mengalihkan perhatian Luca lagi.
Hingga pada akhirnya Luca berdiri tepat di sebuah ruangan VVIP yang ada di dalam club itu. tempat di mana Ashlyn hampir di lecehkan dan tempat di mana dia mengamuk untuk pertama kalinya setelah kematian Axlyn.
“Ayo, kita masuk ke dalam!” ujar Luca yang membuat Max langsung membukakan pintu untuknya.
Seperti yang sudah Luca perkirakan, Leonard dan para anak buahnya sudah menunggu ke datangannya di sana.
Terlihat jelas bahwa Leonard sangat terkejut dengan penampilan Luca yang jauh berbeda dengan sebelumnya. Meskipun tetap terlihat sama tampannya, hanya saja auranya terasa begitu berbeda.
“Dia benar-benar putra mendiang Tuan Evan?” batin Felix yang tidak menyangka akan bertemu putra dari mantan bosnya seperti ini.
“Evan, lihatlah! Anakmu bahkan sudah tumbuh dewasa. Aku kira kau tidak sudah tidak meninggalkan apapun lagi di dunia ini,” batin Jaydon yang menatap haru putra dari sahabatnya itu.
__ADS_1
Berbeda dengan Jaydon dan Felix yang hampir menangis ketika melihat sosok Leonard yang sangat mirip dengan bekas Tuan mereka dulu.
Benar sekali! Dari wajah, penampilan bahkan sikap arogannya sangat mirip dengan Evan. Akan tetapi, mereka merasakan bahwa sifatnya sama sekali tidak mirip Evan.
Meskipun terlihat arogan dan sombong, tapi mereka tidak merasakan sifat kejam dari sosok Leonard.
“Hahahaa, … Kau benar-benar datang? Lalu apa kau membawa uangnya? Jangan katakan bahwa kau datang dengan tangan kosong!” ejek Leonard yang mengira Luca tidak bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat.
Leonard masih saja menganggap bahwa Luca orang miskin yang derajatnya sama dengan Ashlyn. Sehingga dia selalu memandang remeh Luca.
Sampai salah satu orang yang datang bersama dengan Luca yaitu Max meletakan sebuah tas besar tepat di hadapan Leonard.
Tidak berhenti di situ, dia pun membuka isi tas tersebut yang membuat Leonard dan semua anak buahnya seketika terdiam tanpa kata.
Siapa yang tidak akan terkejut ketika orang yang selama ini mereka anggap sebagai orang miskin, kini berhasil mendapatkan uang tunai sebanyak itu dalam waktu hitungan jam saja.
“Sesuai janjiku, aku telah menambahkan tiga kali lipat jumlahnya sebagai bunga yang harus aku bayar!” ujar Luca yang menyadarkan Leonard dari rasa terkejutnya.
“Apa kau menggunakan uang palsu untuk menipuku?” seru Leonard dengan tatapan menuduh pada Luca.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
__ADS_1