
Kali ini Luca berhasil menyembunyikan identitasnya yang sebenarnya dari Ashlyn. Namun, sebelum identitasnya terbongkar dia harus segera mendapatkan informasi tentang ayah Axlyn dan kehidupan tentang Axlyn ketika menjadi pembunuh bayaran atau sebelum dan sesudahnya.
...****************...
Disisi lain, Max telah menyelesaikan pembayaran sekolah Alicia dan pengobatan sang Ibu. Bahkan Max tidak segan-segan mendaftarkan nama sang Ibu sebagai penerima donor ginjal di sepuluh besar list pertama.
“Terima kasih anda sudah bersedia membantu Ny. Hanna dan putri-putrinya membayar semua biaya rumah sakitnya. Padahal pihak rumah sakit hari ini berniat untuk mengeluarkan pasien itu karena pembayarannya semakin menunggak,” jelas Direktur rumah sakit tersebut.
“Hahahaa, … Sekarang uang bukan masalah lagi, bukan! Maka dari itu tolong rawat dia sebaik mungkin dan pindahkan ruangannya menjadi yang lebih baik!” ujar Max yang tertawa miris dengan kebijakan rumah sakit tersebut yang dengan mudahnya mengusir pasien hanya karena masalah uang.
“Tentu, Tuan! Kami telah memindahkan ruangannya menjadi ruangan terbaik di rumah sakit ini dan tentunya dia akan mendapatkan perawatan yang terbaik mulai sekarang,” sahut Direktur rumah sakit itu.
“Ouhya, … Kalau boleh tahu, apakah anda ada hubungan keluarga dengan mereka?” imbuh sang Direktur rumah sakit yang penasaran dengan alasan pemuda itu ingin membantunya.
“Aku hanya orang yang di mintai tolong untuk membantu saja! Aku bekerja dengan orang itu,” jawab Max yang tidak menyebutkan nama siapapun termasuk dirinya.
“Kalau boleh tahu, apakah kondisi Ny. Hanna sangat parah?” Max yang penasaran dengan penyakit yang di derita ibu Axlyn pun mencoba menanyakannya.
“Benar, Ny. Hanna mengalami gagal ginjal akut. Dimana ginjalnya sama sekali tidak bisa berfungsi lagi yang menyebabkan dia selama satu minggu sekali harus melakukan cuci darah,"
"Sebenarnya Ny. Hanna harus segera mendapatkan donor ginjal yang sesuai, tapi seperti yang kita ketahui bahwa mendapatkan donor yang sesuai sangatlah sulit, belum lagi biayanya yang cukup besar,” jelas sang Direktur rumah sakit.
“Bahkan di tambah dengan penyakit saluran pernapasan yang di deritanya sejak kecil membuat dia harus selalu berada di bawah pengawasan dokter,” tambahnya.
“Kalau begitu masukkan saja namanya dalam daftar penerima donor ginjal! Semua biayanya kami yang akan menanggungnya,” ujar Max.
“Tentu, Tuan!” sahut Direktur rumah sakit tersebut dengan cepat.
“Kalau begitu saya akan pamit sekarang. Sebab masih ada pertemuan penting lainnya, saya akan menitipkan Ny. Hanna pada rumah sakit anda,” ujar Max.
“Tentu, Tuan! Anda bisa mengandalkan rumah sakit kami,” sahut Direktur rumah sakit tersebut.
__ADS_1
“Hemm, … Apa yang bisa di andalkan dari rumah sakit yang hanya mengandalkan uang dari pasiennya yang sedang sekarat,” gumam Max yang sedikit merasa kesal.
Tentu saja, Max tidak menyebutkan namanya ataupun Luca sebagai sumber dana donasi. Dia menegaskan bahwa siapapun yang menanyakannya tentang sumber dana itu, maka hanya menjawabnya dari sumbangan donatur saja. Meskipun hanya Alicia dan sang ibu saja yang mendapatkannya.
...****************...
Sedangkan Matt pergi untuk mencari tahu informasi yang di minta oleh Luca. Apalagi Luca hanya memberikan dirinya waktu hingga sampai malam hari saja. Sehingga dia harus mengerahkan lebih banyak informannya dan turun tangan sendiri.
“Apa kalian mendapatkan petunjuk lainnya lagi? Ingatlah, kita hanya hanya memiliki batas waktu sampai nanti malam saja,” ujar Matt mengingatkan para anak buahnya melalui sambungan HT.
“Baik, Tuan! Saya sudah memasuki markas pembunuh bayaran dimana Axlyn bekerja di sana! Kami pasti akan mendapatkan apa yang anda inginkan malam ini,” jelas anak buah Matt yang ternyata sudah berhasil menemukan jejak Axlyn selama menjadi pembunuh bayaran.
“Bagus, lakukan yang terbaik! Jangan sampai kau ketahuan menyusup,” pesan Matt pada anak buahnya.
Sebenarnya itu juga berkat Matt yang sejak awal mengetahui tentang nama organisasi pembunuh bayaran itu pada saat dia masih mengawal Luke.
Sebelum menjadi pengawal dan pengikut Leona, Matt merupakan salah satu orang kepercayaan Luke yang selalu mendampingi Luke kemana pun dia pergi.
Salah satunya dia pernah menginjakkan kakinya di organisasi pembunuh bayaran saat Luke dan Kaendra ingin menggunakan jasa Axlyn. Di tempat itu juga, Matt bertemu dengan Axlyn untuk pertama kalinya.
Max pun terkejut, dia yang awalnya berpikir bahwa WL Group dan klan Death Lion milik dua orang yang berbeda ternyata salah.
Keduanya adalah milik satu orang pemuda yang seumuran dengan Luca dan berbeda beberapa tahun dengan dirinya.
Padahal dia sempat berpikir bahwa pemimpinnya adalah orang tua yang kolot sehingga melakukan pengancaman untuk mendapatkan sesuatu.
“Apakah kau perwakilan dari perusahaan itu?” tanya pemuda itu dengan angkuhnya tanpa sopan santun sedikitpun terhadap orang yang lebih tua, meskipun Max juga tidak ingin di bilang tua.
“Bukankah tidak sopan langsung membicarakan topik utama tanpa memperkenalkan diri terlebih dahulu,” sindir Max langsung pada orangnya.
“Beraninya kau, _...”
__ADS_1
“Yuta, tenanglah! Sebab apa yang di katakan ada benarnya,” potong Leo yang menghentikan anak buahnya yang hampir mengamuk.
“Baiklah, kau pasti sebelum datang ke sini sudah mencari tahu tentangku! Namun, sebagai bentuk sopan santun yang kau bicarakan tadi aku akan memperkenalkan diri secara langsung. Perkenalkan namaku Leonard Luiz Gustavo, pemilik dari WL Group.” Leo mengulurkan tangannya untuk mengajak berjabat tangan.
“Meskipun anda mungkin sudah mengetahui siapa saya. Saya juga akan memperkenalkan diri secara langsung! Saya Maximille Dominic, asisten pribadi Tuan Luca Cano Xavier!”
Max menerima jabat tangan tersebut. terlihat jelas Leo terkejut ketika yang menemuinya saat itu bukan Luca langsung melainkan hanya asisten pribadinya. Marah dan tidak terima itulah yang Leo rasakan setelah mengetahui kebenarannya.
Mungkin dia memang sudah mencari tahu informasi tentang Luca, tapi tidak menemukan fotonya sama sekali. Sehingga di awal Leo mengira bahwa orang yang datang menemuinya adalah Luca sendiri.
“Dimana Tuanmu? Bukankah tidak sopan juga menyuruh asisten pribadinya untuk menggantikan dirinya menemui pertemuan penting ini,” ujar Leo yang sengaja menyindir Luca.
“Benarkah? Boleh jelaskan sepenting apa pertemuan ini?” tanya Max yang masih bersikap tenang, meskipun hati dan kepalanya sudah sangat mendidih dengan sikap dan kelakuan angkuh dari Leo.
Bahkan apa yang di miliki Leo saat ini tidak akan pernah sebanding dengan apa yang di miliki Luca. Tapi Luca tidak pernah sekali pun bersikap kurang ajar dan angkuh, bahkan kepada musuhnya sekalipun.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
__ADS_1
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...