Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Hasilnya Selalu Gagal


__ADS_3

Hanya sebuah lagu yang Luca nyanyikan, tapi membuat Ashlyn langsung tersadar bahwa kesalahpahaman itu terjadi karena dirinya.


Dia yang sejak awal menaruh hati pada Luca dengan mudahnya dan begitu perasaannya tidak terbalas, bahkan sebuah kenyataan membuat hatinya semakin terluka di bandingkan sebuah penolakan.


Tidak tahan dengan tatapan mata semua orang yang tertuju padanya, Ashlyn pun segera melarikan diri dari restaurant itu masih dalam keadaan menangis. Luca tidak tinggal diam begitu saja, dia langsung mengejarnya untuk memastikan keadaan Ashlyn.


Langkah kaki Luca seketika terhenti, ketika melihat keberadaan Ashlyn yang sedang bersembunyi di balik pohon besar yang berada di sebuah taman dalam keadaan masih menangis terisak.


Luca kembali melangkahkan kakinya untuk menghampiri Ashlyn yang tengah duduk menangis sambil memeluk lututnya sendiri.


“Semuanya salahku! Hiks, … Tidak bisakah kau membiarkan aku untuk melupakanmu? Kenapa kau malah harus berbuat sejauh ini,” ujar Ashlyn yang menyadari kini Luca sudah berdiri tepat di hadapannya.


“Ashlyn, …”


“Kau memang tidak menganggap aku sebagai seorang pengganti dari Kak Axlyn! Namun, aku sendiri yang menilainya seperti itu dan karena itulah aku masih bisa bertahan sampai sekarang! Jika kau mengatakan sendiri bahwa aku hanyalah seorang pengganti, maka aku tidak mau hidup lagi di dunia,” tutur Ashlyn di sela isak tangisnya.


“Ashlyn, apa yang kau katakan, Hah!” seru Luca yang terpaksa harus ikut berjongkok agar mata mereka bisa bertemu ketika berbicara.


“Luca, … Kau tidak bersalah apapun kepadaku! Lalu untuk apa kau minta maaf padaku dan untuk alasan apa aku harus memaafkan mu. Hiks, … Semua ini salahku dan aku akui itu! Hiks, … Aku yang tidak bisa memaafkan diriku sendiri, maka dari itu tolong menjauh 'lah dariku,” pinta Ashlyn dengan sangat memohon.


“Setidaknya dengan tidak melihatmu seperti sekarang, aku bisa bertahan untuk melanjutkan hidupku ini, Hiks, ….”


Sambung Ashlyn dengan deraian air mata, sedangkan Luca hanya terpaku menatap tak percaya dengan apa yang Ashlyn katakan.


“Luca, … Sungguh, kau tidak perlu menjelaskan apapun lagi kepada aku sudah mengerti semuanya. Kau juga tidak perlu minta maaf kepadaku, karena seharusnya aku ‘lah yang meminta maaf kepadamu,” ujar Ashlyn.


“Maafkan aku, karena telah membiarkan hatiku mencintai dan ingin memilikimu. Hiks, … Dan maaf, karena aku tidak bisa menerima semua kenyataan ini. Hiks, … Hiks, … Kenyataan bahwa sesungguh hanya ada Kak Axlyn yang ada di hatimu. Hiks, … Sungguh maafkan aku, Luca!” ungkap Ashlyn dengan setulus hatinya.


Luca masih terpaku dan diam membisu dengan semua ungkapan hati Ashlyn. Tanpa Luca sadarinya, hatinya semakin goyah saat mendengar pengakuan cinta Ashlyn kesekian kalinya untuk dirinya.


Sudah tidak ada penjelasan lagi yang ingin Luca sampaikan kepada Ashlyn, karena semuanya sudah sangat jelas.


Bukan kesalahpahaman yang membuat Ashlyn mengubah sikap dan menghindarinya. Akan tetapi, karena Ashlyn tidak bisa mengendalikan hatinya ketika melihat Luca.

__ADS_1


Masalahnya hati yang di libatkan di sini, sedangkan Luca sendiri tidak ingin mengkhianati perasaannya untuk Axlyn meskipun gadis yang di cintainya itu telah tiada.


“Ashlyn, _....”


“Kau tidak perlu meminta maaf, karena tidak bisa membalas perasaanku ini, Luca!"


"Sejujurnya, aku tidak pernah sekalipun menyesali pertemuanku denganmu. Aku tidak menyesali apapun yang berhubungan denganmu, tapi aku tidak bisa lagi menjadi Ashlyn yang dulu kau kenal!” potong Ashlyn, karena akan lebih menyakitkan jika dia harus mendengar Luca meminta maaf karena menolak cintanya.


“Namun, aku mohon kepadamu untuk terakhir kalinya! Jangan pernah muncul lagi di hadapanku, jika kau hanya merasa kasihan dan perlu bertanggung jawab akan semua yang terjadi. Jangan pernah membuatku berharap akan hal yang mustahil untuk aku gapai,” lanjutnya.


“Emm, … Baiklah!” jawab Luca singkat sembari menahan rasa sakit dan sesak pada dadanya. Entah mengapa dirinya merasa sakit mengeluarkan jawaban itu dari mulutnya.


“Terima kasih, Luca!” ucap Ashlyn dengan tatapan matanya yang tersirat kepedihan yang begitu mendalam.


“Aku dan keluargaku akan kembali besok siang! Bisakah aku menemui mu untuk yang terakhir kalinya, setelah itu aku akan menepati janjiku padamu.” Kali ini Luca yang memohon kepada Ashlyn.


“Besok pagi, aku akan menunggumu di sini!” ujar Ashlyn dengan menahan segala kepedihan di hatinya, meski air matanya tidak bisa dia bendung.


“Emm, … Bolehkah aku memelukmu? Hanya sebentar saja, aku mohon!” pinta Luca yang tak menyadari bahwa air matanya menetes begitu saja membasahi pipinya.


Tanpa buang waktu, Luca pun langsung meraih tubuh mungil Ashlyn dalam dekapannya. Ingin sekali Ashlyn membalas pelukan itu, tapi dia takut tidak rela melepaskannya jika dia melakukan itu. Baik Luca dan Ashlyn pun menangis di dalam pelukan mereka.


“Aku sangat mencintaimu, Luca! Tidak bisakah kau merasakannya sedikit saja? Hiks, … Hatiku begitu sakit karena cintaku padamu, …” batin Ashlyn yang sebenarnya ingin dia suarakan tapi dia harus menahannya.


“Maafkan aku, Ashlyn! Percayalah, Ashlynku bukan pengganti siapapun,” batin Luca dengan penuh penyesalan.


Hanya beberapa menit pelukan itu berlangsung. Perasaan tidak rela seketika memenuhi hati Luca saat dia perlahan melepaskan tubuh Ashlyn dari dekapannya.


Luca tidak memperdulikan apapun, dia memberanikan diri untuk menangkup wajah Ashlyn yang penuh dengan kesedihan.


“Jangan menangis lagi karena diriku, Ashlyn!” ujar Luca dan Ashlyn hanya mengangguk sebagai bentuk jawaban darinya.


“Sampai berjumpa besok pagi,” pamit Luca dengan perasaan tidak rela, tapi kali ini Ashlyn hanya diam menatap kepergian Luca yang semakin menjauh dari pandangan matanya.

__ADS_1


“Hiks, … Semuanya kini telah berakhir! Inilah akhir dari kisah cinta sepihak mu, Ashlyn! Hiks, …” lirih Ashlyn pada dirinya sendiri.


“Hiks, … Hiks, … Jangan menangis ataupun menyalahkan orang lain! Karena semua ini kesalahanmu sendiri yang berani mencintainya. Hiks, …”


Ashlyn mencoba menghibur dirinya sendiri, walaupun dirinya malah semakin hancur dari sebelumnya. Ashlyn kembali menumpahkan tangisannya di tengah dinginnya malam itu.


Tidak peduli dirinya akan di anggap aneh oleh semua orang yang melihatnya. Saat itu, Ashlyn hanya ingin menumpahkan segala kesedihan dan kepedihan hatinya melalui air mata yang terus membasahi wajahnya.


Tidak jauh dari tempat Ashlyn menangis, terlihat seorang pria yang tengah memperhatikannya sambil menangis juga.


Siapa lagi, kalau bukan Luca yang hanya bisa memperhatikan gadis itu dari kejauhan. Dia tidak mungkin meninggalkan Ashlyn begitu saja dalam keadaan seperti itu.


“Semua yang aku lakukan pada akhirnya hanya sebuah kegagalan. Sepertinya hubunganku dan dia tidak bisa kembali berteman seperti dulu lagi,” gumam Luca.


“Maaf, kehadiranku malah hanya menorehkan luka mendalam untukmu! Namun, aku tidak menyesali waktu yang aku habiskan saat bersamamu selama ini,” sambungnya.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2