
Namun, lagi-lagi dia menepis pikiran dan perasaannya. Lalu menganggap bahwa semua itu hanya sebuah perasaan bersalahnya saja yang menyebabkan sebuah kesalahpahaman pada Ashlyn. Dan setelah semuanya telah di luruskan perasaannya akan kembali memikirkan tentang Axlyn.
“Dua hari lagi aku harus kembali! Jadi, jika bukan malam ini aku mencoba untuk mendekatinya lagi. Maka tidak akan ada kesempatan lagi yang datang untukku menjelaskan semuanya. Aku harus melakukan sesuatu!” ujar Luca pada dirinya sendiri.
Luca mencoba memutar otak geniusnya untuk mencari cara agar bisa menyampaikan apa yang ingin dia katakan kepada Ashlyn. Setidaknya tanpa harus berdebat seperti sebelumnya, tanpa Ashlyn menghindari keberadaannya.
Hingga pandangan mata Luca tertuju pada sebuah piano yang ada di panggung pertunjukan restaurant itu. Sepertinya sang pemilik restaurant, sedang mencoba gaya baru untuk menarik lebih banyak pelanggan yang datang dengan membuat sebuah panggung pertunjukan di sudut restaurant tersebut.
Tanpa buang waktu lagi, Luca pun segera turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam restaurant tersebut sebagai tamu. Dia memilih duduk di sebuah meja yang tidak jauh dari panggung pertunjukan itu berada.
Tak lama kemudian, seorang pelayan datang menghampirinya dengan membawa buku menu makanan yang tersedia di restaurant itu. Hingga siapa yang bisa menduganya, bahwa pelayan yang melayani Luca adalah Ashlyn.
“Mau apa kau ke sini?” sarkas Ashlyn dengan penuh penekanan, sorot matanya memerah seakan sedang berusaha menahan tangisnya.
“Aku pesan menu special yang ada di restaurant ini beserta minumannya,” ujar Luca yang lebih memilih untuk mengatakan pesanannya, dibandingkan menjawab pertanyaan Ashlyn yang pasti ujung-ujungnya akan ada perdebatan panjang di antara mereka.
“Segera pergi dari sini, setelah kau selesai makan! Jangan lupakan permintaanku sebelumnya,” ketus Ashlyn yang kemudian pergi untuk menyampaikan pesanan Luca kepada koki yang memasak.
“Ashlyn, tunggu!”
Namun, baru saja Ashlyn beberapa langkah. Suara panggilan dari Luca kembali menghentikan langkahnya, mau tidak mau Ashlyn pun harus membalikkan badannya sebagai profesionalitas pekerjaannya. Terlihat jelas, Ashlyn menghela napas dengan berat ketika berhadapan dengan Luca.
Kemudian mulai berkata, “Apa anda mau menambah pesanan, Tuan?”
“Tidak! Namun, aku ingin menggunakan panggung itu. Apakah aku boleh memainkan sebuah lagu dengan menggunakan piano yang ada di sana?” tanya Luca lebih tepatnya meminta ijin.
“Mohon tunggu sebentar! Aku akan mencoba menanyakannya pada pemilik restaurant ini,” jawab Ashlyn masih dengan nada ketusnya.
Setelah mengatakan itu, Ashlyn pun segera berlalu untuk menyampaikan keinginan Luca kepada bossnya.
Melihat yang meminta adalah mantan karyawan terbaiknya, sang pemilik restaurant itu pun dengan senang hati mempersilahkan Luca untuk membawakan lagu sebanyak yang dia inginkan.
Dengan langkah kaki yang penuh dengan kharisma, di tambah dengan wajah tampan Luca yang sangat menawan.
Dia mulai berjalan naik ke atas panggung dan duduk di bangku piano yang ada di depannya. Untuk beberapa saat, Luca sedikit melakukan pemanasan sebelum melakukan pertunjukan utamanya.
Dirasa nadanya sudah tepat, Luca lalu meraih sebuah mikrofon yang ada di sana. Lalu berkata, “Selamat malam semuanya! Maaf, jika nanti permainan piano saya ataupun nyanyian saya sedikit mengganggu kalian yang sedang menikmati menu makan di restaurant. Dengan berbesar hati, saya mohon pengertian dari anda semua!”
“Hari ini saya khusus membawakan lagu ini sebenarnya di tunjukan kepada seseorang yang juga berada di ruangan ini!” ujar Luca sedikit menampilkan senyumannya.
“Saya tidak perlu menyebut namanya atau mengatakan ciri-cirinya! Sebenarnya terjadi kesalahpahaman di antara kami, tapi dia tidak mau mendengarkan penjelasanku! Maka dari itu aku akan menjelaskan semuanya melalui lagu yang akan saya nyanyikan ini,” sambungnya.
__ADS_1
“Semoga dia mau mendengarkan dan memahaminya! Aku tidak mau pergi dalam situasi dia masih marah kepadaku. Maaf, jika kehadiranku di hidupmu menorehkan begitu banyak luka yang mendalam untukmu!” ungkap Luca dengan mata berkaca-kaca ketika tatapan matanya bertemu dengan mata Ashlyn.
“Sejak awal kita bertemu, hingga saat ini! Detik ini, aku tidak pernah sekalipun menjadikan dirimu pengganti siapapun! Kau harus tahu bahwa ‘Dia adalah Dia, Kamu adalah Kamu. Kamu bukan Dia dan Dia bukan Kamu’ kalian berdua adalah orang yang berbeda, meskipun sosok kalian sama!”
“Sebuah lagu berjudul Not You by Alan Walker ft. Emma Steinbakken. Sebuah lagu yang mewakili perasaanku, penjelasanku dan penilaianku untukmu!”
Jari jemari Luca pun mulai bergerak, menciptakan sebuah nada serta melodi yang begitu indah. Apalagi kata-kata yang Luca ucapkan sebelumnya sangat menyentuh hati siapapun orang yang mendengarnya.
Tanpa terkecuali orang yang Luca maksud dalam perkataannya, Ashlyn tanpa sadar meneteskan air matanya sambil terpaku menatap Luca yang mulai menyanyikan setiap bait dan lirik lagunya.
Di dalam hidupku dan benakku
Di mana selalu jadi tempatku untuk bersandiwara
Dan berpura-pura menjadi sosok yang berbeda
Sendirian hadapi kerasnya dunia
Kini, aku tidaklah lagi sama
Aku telah temukan orang asing yang panggil namaku
Firasatku kau akan sangat bangga
Sebab kini dia yang membutuhkanku
But she's not you
Tapi dia bukanlah dirimu
Dia bukan dirimu
She will never be you
Dia tak akan bisa menggantikanmu
Mengenang semua kesalahan yang kubuat
Bersama segenap janji yang tak pernah terwujud
Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan
__ADS_1
Namun sulit bagiku untuk menyampaikannya
Musim dingin kembali menyapa
Guyuran salju mengingatkanku akan perialananku
Sejauh mana perjuanganku di tengah situasi yang sulit
Di kala aku punya segalanya
But she's not you
Tapi dia bukanlah dirimu
Dia bukan dirimu
She will never be you
Dia tak akan bisa menggantikanmu
Alunan indah permainan piano Luca pun terhenti yang menandakan bahwa lagunya telah selesai.
Akan tetapi, isak tangisan Ashlyn baru saja di mulai. Setiap lirik lagu yang Luca nyanyikan sungguh membuatnya tak kuasa untuk tidak menangis.
Tanpa memperdulikan para pengunjung yang menatapnya dengan rasa penasaran tingkat dewa, Ashlyn meluapkan semua emosinya pada saat itu.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
__ADS_1
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...