
Berkat itu, Regis tidak sempat lagi melanjutkan ucapan yang ingin mengatakan bahwa Axlyn masih hidup. Karena pada kenyataannya gadis yang ada di hadapan mereka saat itu bukanlah Axlyn, melainkan adiknya yang bernama Ashlyn.
“Sebaiknya sekarang kita masuk saja dulu ke dalam! Baru kita lanjutkan pembicaraan di dalam sana,” usul Levi yang tidak tega melihat istrinya yang tengah hamil besar terus berdiri di sana.
“Benar! Sebaiknya kita masuk sekarang. Kasihan Luci yang harus selalu membawa si kembar ini,” ujar Julia yang sembari mengelus perut besar cucunya itu.
“Ayo, Ashlyn! Ikut kami masuk ke dalam ‘yah sambil menunggu putraku pulang,” ujar Zhia dengan penuh kelembutan, hingga membuat Ashlyn tidak bisa untuk menolaknya.
Selain Lucia dan Levi yang menaiki mobil memasuki area Villa mewah itu, Zhia dan yang lainnya memutuskan untuk jalan kaki. Setibanya mereka semua di Villa, semua pelayan langsung berdatangan untuk menyambut sang pemilik rumah itu.
Sementara Zhia, Julia dan Lucia sedang asyik berbincang-bincang dengan Ashlyn. Para pria sedang berdiskusi hebat secara diam-diam. Dimana pada akhirnya Levi dan Triple R harus pergi menjemput Luca yang ternyata berada dalam situasi di atas.
...****************...
Kembali beralih pada masa kini, dimana Levi dan yang lainnya sedang dalam perjalanan untuk kembali ke Villa. Terdengar jelas bahwa beberapa kali Levi menghela napas dengan berat, seolah dia sedang menghadapi situasi yang begitu menguras hati, pikiran dan tenaganya.
“Ada apa? Kenapa kau terus menghela napas seperti itu?” tanya Will yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.
“Tidak ada!” jawab Levi singkat yang membuat Will dan Luca semakin di buat penasaran.
“Tunggu! Siapa tamu yang kau maksud? Apakah dia wanita yang mirip dengan Axlyn?” Luca menebaknya dengan tepat, tapi Levi tidak mau membenarkannya.
“Kau lihat sendiri saja nanti,” ujar Levi yang tidak mau mengatakan apapun lagi setelah itu.
Alhasil, sepanjang perjalanan mereka hanya diam hingga sesampainya mereka di Villa. Begitu memasuki ruang tamu saat itu juga dunia Luca terasa terhenti ketika melihat sosok Ashlyn yang tengah duduk bersama dengan Mamahnya.
“Jangan terkejut!” ujar Levi mengingatkan sebelum Luca memasuki ruang.
Bukan Axlyn, kali ini Luca benar-benar melihat sosok Ashlyn yang sedang sedang bersama dengan keluarganya. Hingga mata keduanya saling menatap satu sama lain, begitu terasa dari tatapan Ashlyn yang di tunjukan kepada Luca adalah tatapan rasa kecewa.
“Ashlyn!” gumam Luca seketika lidahnya terasa begitu kelu.
Namun, belum sempat Luca menjelaskan. Tiba-tiba Vinno muncul bersama dengan Felix dan Jaydon yang sedari tadi bersama.
Begitu melihat wajah Ashlyn, Vinno langsung mengenali wajah putrinya dan langsung menghampiri serta memeluknya untuk melepas rindu.
Berbeda dengan Ashlyn yang diam membeku mendapat pelukan dari pria paruh baya yang sama sekali tidak mengenalnya.
Tatapan mata Ashlyn hanya terus menatap ke arah Luca dengan penuh rasa kecewa. Dia ingin segera melarikan diri dari situasi itu, tapi kedua kakinya terasa begitu lemas.
“Kau menipuku!”
__ADS_1
“Kau membohongiku!”
“Mengapa kau membohongiku?”
“Mengapa kau menipuku selama ini?”
“Apakah semua perhatian dan kepedulianmu padaku selama ini juga merupakan sebuah kebohongan belaka?”
“Sebenarnya siapa dirimu yang sesungguhnya, Luca!”
Dalam pandangan Luca seolah tatapan Ashlyn mengatakan semua itu kepadanya. Luca memejam matanya karena tidak kuat terus melihat mata indah yang kini menatapnya penuh kekecewaan. Bahkan tanpa sadar Luca meneteskan air matanya.
Lalu berkata dengan lirih, “Maafkan aku! Maafkan aku, Ashlyn!”
Begitu Luca memejamkan matanya saat itu juga Ashlyn tersadar bahwa dirinya sedang berada dalam dekapan pria paruh baya yang sama sekali tidak dia kenal. Di tambah lagi, kini dia menjadi pusat perhatian semua orang yang ada dio ruangan itu.
“Lepaskan aku!” ujar Ashlyn yang mendorong pria paruh baya itu untuk menjauh darinya.
“Lyn Lyn! Ibumu selalu memanggilmu seperti itu, bukan?” tanya Vinno dengan tatapan mata penuh kerinduan dan juga kesedihan.
“S-siapa kau?”
“Aku ayah kandungmu, Nak!” ungkap Vinno pada putri keduanya itu.
“Luca, apa kau sedang membohongi aku lagi sekarang?”
Pertanyaan yang di lontarkan Ashlyn pada Luca bagaikan anak panah yang begitu beracun yang menusuk tepat di hati Luca.
Semua orang hanya terdiam, bahkan ketika Zhia berniat membantu putranya untuk menjelaskan pada Ashlyn. Rayden dengan cepat menghentikannya dan menyuruhnya untuk tidak ikut campur.
“Aku sungguh ayah kandungmu, Lyn Lyn!” ujar Vinno yang berusaha menyakinkan.
“Jangan mendekat! Jangan dekati aku! Sejak kecil aku tidak punya ayah, aku hanya punya ibuku. Hiks, … hiks, ….”
Akhirnya air mata yang sejak tadi sekuat hati Ashlyn coba untuk menahannya dalam hitungan detik tumpah sepenuhnya. Bahkan tubuhnya ambruk di lantai sambil menangis terisak menghadapi banyak kenyataan dalam waktu yang sama.
Kenyataan bahwa Luca membohonginya selama ini. dan kenyataan bahwa sebenarnya dia memiliki seorang ayah kandung yang masih hidup sampai sekarang. Namun, kenapa kenyataan itu begitu menyakitkan untuk Ashlyn terima.
“Ashlyn, _....”
“Jangan mendekat! Tolong jangan dekati aku lagi,” potong Ashlyn yang menghentikan Zhia yang ingin membantunya untuk berdiri.
__ADS_1
“Aku tidak punya Ayah, Hiks, …! Aku hanya punya Ibu, Kak Axlyn dan Alicia saja di dunia ini. hiks, ….” Isak tangis Ashlyn yang semakin memilukan.
“Ma-maafkan Ayah, Nak! Ayah baru bisa menemui kalian sekarang. Ayah, _....”
“Cukup!” potong Ashlyn dengan tegas.
“Katakan saja dimana Kak Axlyn sekarang!” tuntut Ashlyn yang teringat dengan kakaknya yang berpamitan untuk menemui ayah mereka tapi sampai sekarang tidak kunjung kembali.
Degh, …
Saat itu juga, semua orang yang ada di dalam ruangan itu seakan merasakan bahwa detak jantungnya berhenti ketika nama Axlyn di sebutkan. Inilah yang Luca takutkan selama ini, dia takut untuk menceritakan soal kematian Axlyn kepada keluarganya terutama kepada Ashlyn.
“A-Axlyn, …”
Terlihat lidah Vinno seketika juga terasa kelu ketika menyebut nama putri sulungnya itu. Sebab sudah beberapa tahun Axlyn memang tidak pernah kembali setelah menerima misi dari klan White Wolf.
“Dimana kau menyembunyikan Kak Axlyn!” bentak Ashlyn pada pria yang mengaku sebagai ayah kandungnya itu.
“Dia pergi meninggalkan kami untuk mencari keberadaan mu. Jika kau memang ayahku, seharusnya kau datang bersama dengan Kak Axlyn. Hiks, … Hiks, ….” Ashlyn sedikit merendahkan nada bicaranya.
“Kak Axlyn pergi begitu saja, menyisakan beban sangat berat untuk aku tanggung dengan tubuhku yang sangat rapuh ini. Hikss, … Jadi, tolong kembalikan Kak Axlyn agar aku bisa berbagi beban berat ini. Hiks, …” lanjutnya masih dalam keadaan menangis terisak.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
__ADS_1