Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Pengakuan Cinta


__ADS_3

Luca dengan penuh keraguan akhirnya masuk ke dalam ruangan di mana Ashlyn tengah di rawat. Begitu masuk Luca dapat melihat dengan jelas wajah cantik Ashlyn yang tengah terlelap dalam tidurnya. Meski kepalanya harus di perban akibat luka pukulan dari Rio sebelumnya.


“Pasti semua ini sangat menyakitkan bagimu!” ucap Luca sembari membelai lembut wajah terlelap Ashlyn dan memandanginya dengan penuh cinta.


“Maaf, lagi-lagi kau menderita karena diriku! Semua karena, _....”


“Luca!” lirih Ashlyn yang perlahan mulai membuka kedua matanya.


“Yaah, … Semua karena Luca, kau menjadi seperti ini!” Luca tersenyum kecut, air matanya meleleh begitu saja tanpa bisa dia kendalikan lagi.


“Luca, aku sangat merindukanmu!” ungkap Ashlyn sambil menggenggam tangan Luca dan mengarahkan untuk tetap menangkup wajahnya.


“As-Ashly, ….”


“Aku sangat menyesal, Luca! Aku menyesal mendorongmu untuk pergi dariku, menyesal karena tidak mencegahmu pergi saat itu dan menyesal karena mencoba berhenti untuk mencintaimu! Sungguh, aku tidak bisa menghentikan perasaan cinta ini untukmu. Aku tidak bisa, _....”


“Kalau begitu jangan berhenti!” potong Luca dengan tatapan seriusnya.


“Maksudmu?” tanya Ashlyn memastikan.


“Jangan berhenti untuk terus mencintaiku, karena aku juga mencintaimu Ashlyn!” ungkap Luca tanpa melepaskan tatapan matanya pada mata Ashlyn.


“Aku sungguh mencintaimu, Ashlyn! Hanya dirimu, bukan Axlyn ataupun yang lainnya. Hanya Ashlyn, … A.S.H.L.Y.N! Yang sangat aku cintai saat ini, detik ini dan untuk seterusnya,” sambung Luca yang memancarkan ketulusan melalui sorot matanya ketika menatap Ashlyn.


“Lu-Luca, …”


“A-ku sangat takut kehilangan orang yang aku cintai untuk kedua kalinya,”


“Begitu mendengar kau di jadikan sandera oleh mereka, aku langsung pergi seorang diri untuk menyelamatkanmu! Aku tidak bisa kehilangan wanita yang sangat aku cintai,"


Jika kau meninggalkan aku seperti Axlyn, maka aku akan memilih mati bersama denganmu saat itu juga,” jelas Luca dengan deraian air mata yang meluncur membasahi wajah tampannya.


“Luca, …”


“Ashlyn, bukankah saat itu kau mengatakan bahwa aku tidak boleh kembali kepadamu kalau hanya merasa kasihan padamu dan hanya sekadar ingin menjadi teman. Lalu, bagaimana jika bukan keduanya yang aku inginkan,” ujar Luca yang tidak ingin perkataannya di potong sebelum dia menyelesaikan apa yang ingin dia ucapkan pada Ashlyn.


“Bagaimana kalau aku datang kembali padamu untuk menjadi pria yang mencintaimu? Pria yang ingin menjadikan dirimu sebagai satu-satunya wanita yang mendampingi sisa hidupku, menjadi istriku, menjadi ibu dari anak-anakku kelak dan menjadi nenek dari cucu kita,” sambung Luca dengan segenap kesungguhan hatinya.

__ADS_1


“Bisakah aku menjawabnya sekarang?” ujar Ashlyn lembut dan Luca hanya menganggukkan kepalanya pelan.


“Aku menerimamu, Luca! Sebagai suamiku, sebagai Ayah dari anak-anakku kelak, sebagai Kakek dari cucu kita kelak dan sebagai pendamping di sisa hidupku ini,” ucap Ashlyn dengan lelehan air mata kebahagiaan.


“Biarkan mendiang Kak Axlyn menempati sebuah ruang kecil di hatimu. Namun, berikan ruang yang tersisa di hatimu hanya untukku sekarang. Hanya mencintaiku, melihatku dan mengganggumu seorang,” sambung Ashlyn.


“Tentu saja, Ashlyn! Aku hanya akan mencintaimu selamanya,” ucap Luca yang langsung saja meraih tubuh Ashlyn dalam dekapannya.


Perlahan Luca melepaskan pelukannya dan pandangan mata keduanya saling terkunci satu sama lain. Perlahan Luca mendekatkan wajahnya pada wajah Ashlyn, lalu bibir keduanya pun saling bertemu satu sama lain.


Awalnya Luca hanya menempelkan bibirnya saja, tapi rasa manis dari bibir Ashlyn membuatnya menginginkan lebih.


Luca tanpa sadar mulai ******* bibir manis itu, Ashlyn cukup terkejut tapi dia tidak menolaknya malah dia sangat menyukainya dan ikut membalas ******* Luca. Keduanya tanpa sadar terbawa suasana, hingga tidak menyadari kedatangan Rayden dan Levi di sana.


“Eehmmm, …Uhukk, … Uhuukk!”


Rayden dengan sengaja berdeham daan pura-pura terbatuk oleh ludah sendiri. Sontak


Jujur saja, Rayden cukup terkejut melihat kelakuan putra sulungnya itu yang main nyosor saja anak gadis orang.


Sedangkan Levi malah diam-diam tersenyum melihat adegan romantis Luca dan Ashlyn secara live itu. Berbeda dengan Luca dan Ashlyn yang sama-sama tersipu malu, karena perbuatan mereka di lihat oleh Rayden dan Levi.


“Sudah aku katakan pada Papah untuk tidak masuk dan mengganggu kegiatan mereka. ‘Kan jadi menyaksikan secara Live adegan, _....”


“Yakh, …!” bentak Luca yang tidak tahan dengan godaan Levi dan Papahnya, sedangkan Ashlyn malah menyembunyikan tubuhnya di balik dada bidang Luca.


“Hahahaaa, …”


Sontak Rayden dan Levi sama-sama tak kuasa menahan tawa mereka melihat ekspresi Luca dan Ashlyn yang malu akibat ketahuan oleh mereka.


“Levi, sepertinya Papah harus segera mempersiapkan sebuah acara lamaran sebelum mereka berdua kebablasan. Hahahaha, …” ujar Rayden yang dengan sengaja menggoda Luca dan Ashlyn.


“Hahahaa, … Benar, Pah! Beruntung, Mamah dan yang lainnya sedang dalam perjalanan kemari. Kenapa tidak sekalian kita lakukan acara lamarannya di sini.” Levi membenarkan bahkan semakin menggoda Luca dan Ashlyn yang sama-sama tersipu malu.


“Mamah sedang dalam perjalanan kemari?” tanya Luca memastikan sekaligus mengalihkan topik pembicaraan.


“Iya! Dan bukan hanya Mamahmu saja yang datang tapi keluarga besar kita, semua akan datang untuk menghadiri acara pertunangan kalian berdua!” jelas Rayden yang tetap saja ujung-ujungnya menggoda putra sulungnya itu.

__ADS_1


“Papah! Seharusnya Papah menanyakan pendapat Ashlyn lebih dulu, jangan asal ambil keputusan saja,” protes Luca yang menganggap serius perkataan Papahnya yang akan segera melangsungkan acara pertunangan untuknya. Padahal itu hanya candaan Papahnya saja.


“Yaaah, … Untuk apa menanyakannya, karena tentu saja Ashlyn akan sangat menyetujuinya. Saat kau menciumnya dia juga setuju, apalagi saat kau melamarnya,” celetuk Levi yang membuat Ashlyn semakin menyembunyikan wajahnya karena merasa sangat malu.


“Hahahahaa, … Benar sekali perkataanmu, Levi!” Rayden tak kuasa menahan tawanya lagi.


“Haish, … Kalian berdua berisik sekali! Pergi saja sana!” usir Luca yang tidak tahan mendengarkan godaan dari Levi dan Papahnya.


Bahkan Luca langsung mendorong tubuh Levi dan Papahnya keluar dari ruangan itu. Setelah keduanya sudah berhasil di keluarkan, Luca langsung mengunci pintu ruangan itu dari dalam mengabaikan tawa keras Levi dan Papahnya yang tak kunjung berhenti.


“Aish, … Dasar Papah sama menantunya memang sama-sama sudah gila,” gerutu Luca yang semakin merasa kesal dengan suara tawa dari Rayden dan Levi.


“Luca, …” Panggilan lembut dari Ashlyn menyadarkan Luca dari rasa kesalnya.


“Ya, Ashlyn! Apa kau membutuhkan sesuatu?” tanya Luca yang segera menghampiri Ashlyn.


Ashlyn menggelengkan kepalanya atas pertanyaan Luca, karena dirinya memang hanya membutuhkan Luca untuk selalu di sampingnya.


Ashlyn lalu balik bertanya, “Kenapa kau malah mengusir Papah dan adik iparmu?”


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2