
Flash Back On, ….
Di negara B, Simon Gustavo pemilik dari GS Group sedang mengadakan sebuah pertemuan bisnis dengan salah satu pemilik perusahan besar yang bernama Qhelfin Group. Siapa sangkan perusahaan sebesar itu ternyata di pimpin oleh seorang pemuda yang bernama Evan Joseph.
“Selamat siang, Mr. Evan! Apakah anda sudah menunggu lama,” sapa Simon yang baru saja tiba di tempat pertemuan mereka bersama dengan putrinya.
“Tidak masalah, Mr. Simon! Silahkan duduk,” balas Evan yang tersenyum ramah pada calon rekan bisnisnya itu.
“Ouhya, … Perkenalkan ini putriku satu-satunya. Namanya Joana, saat ini dia menjabat sebagai Direktur Executive di perusahaan kami. Dan dia juga yang akan bertanggung jawab atas proyek kita ini,” jelas Simon yang saling memperkenalkan Joana dengan Evan.
“Senang berkenalan dengan anda, Mr. Evan!” ujar Joana sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
“Senang berkenalan dengan anda juga, Nona Joana!” Evan menerima jabat tangan tersebut.
Itulah awal pertemuan pertama antara Evan dan Joana. Dan siapa sangka putri satu-satunya Simon yang bernama Joana Gustavo yang pada saat itu menjabat sebagai Direktur Executive malah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Evan.
Awalnya Joana mencoba mendekati Evan seperti orang lain pada umumnya. Mengajaknya makan, jalan-jalan dan bahkan berteman. Hingga pada suatu hari, Joana memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada Evan.
“Evan!” panggil Joana pada Evan yang sudah berjalan di depannya.
“Emm, …” Evan pun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Joana.
“Ada apa?” tanya Evan yang cukup lama menunggu apa yang ingin Joana katakan padanya.
“Aku menyukaimu! Aku jatuh cinta padamu sejak pertama kali kita bertemu!” ungkap Joana yang seketika merasa perasaan lega dalam hatinya.
Terlihat Evan sama sekali tidak terkejut dengan pengakuan cinta Joana untuknya. Sebenarnya Evan sudah menyadarinya bahwa Joana telah menaruh hati kepadanya, saat Joana mencari berbagai alsan untuk mengganggu waktunya. Dengan alasan pertemuan bisnis dan lain sebagainya.
“Emm, … Maaf, Joana! Tapi aku tidak bisa membalas perasaanmu itu. Sebaiknya kau lupakan perasaan itu untukku.”
Evan menolaknya secara halus mengingat Joana adalah putri satu-satunya dari rekan bisnisnya.
“Kenapa? Apakah aku tidak cukup pantas untukmu?” cecar Joana yang tanpa sadar air matanya mulai membasahi pipi.
“Tidak! Aku ‘lah yang tidak pantas untukmu. Maka dari itu, cari saja pria lain saja yang lebih pantas untukmu,” ujar Evan.
__ADS_1
“Tapi aku hanya menyukaimu,” ungkap Joana lagi.
“Maaf, tapi aku sama sekali tidak memiliki perasaan untukmu!” Evan kembali menolaknya.
“Apakah karena Zhia? Apa kau menyukai dia, sehingga kau menolak ku?”
Joana kembali mencecar Evan dan kali ini nama Zhia ikut dia sebutkan, Mengingat Evan yang selalu bersikap baik kepada Zhia dan kembarnya. Sehingga Joana mengira bahwa penolakan Evan, karena keberadaan Zhia.
“Tidak! Zhia tidak ada hubungannya dengan penolakan ku atas perasaanmu itu. Hanya saja aku tidak memiliki perasaan padamu dan aku tidak bisa menerima perasaanmu itu,” jelas Evan agar tidak terjadi kesalahpahaman pahaman Joana kepada Zhia.
“Lalu kenapa kau selalu baik kepada Zhia dan anak kembarnya! Kenapa kau selalu melindungi mereka dan kenapa kau harus menolak perasaanku, jika Zhia bukan masalahnya?” cecar Joana yang semakin berderai air mata.
“Pertama, kebaikanku pada Zhia dan anak kembarnya hanya karena aku merasa kasihan saja kepada mereka. Dan alasanku menolak perasaanmu, seperti yang aku jelaskan sebelumnya,” ujar Evan memperjelas.
“Kau jahat! Dasar pria brengsek!” hujat Joana pada Evan, setelah itu dia pergi begitu saja meninggalkan Evan yang menatap kepergiannya dengan perasaan bingung.
Akan tetapi, ketika Joana menyatakan perasaannya pada Evan. Dia malah mendapat penolakan dengan tegas dari Evan. Melihat putrinya yang sakit hati atas penolakan itu membuat Simon harus menggunakan bisnis yang terjalin di antara keduanya untuk memaksa Evan agar menikahi Joana.
“Apa yang terjadi pada Joana?” tanya Simon pada anak buahnya yang dia tugaskan untuk selalu melindungi Joana secara diam-diam.
“Di tolak! Berani sekali dia menolak putriku satu-satunya,” geram Simon begitu mendengar Evan telah melukai hati dan perasaan putri semata wayangnya.
“Benar, Tuan! Itulah yang membuat Nona Joana seperti ini,” jelas anak buah itu membenarkan.
Dengan menggunakan segala kekuasaan dan koneksi yang Simon miliki di negara itu membuat perusahaan Evan semakin terdesak. Sehingga mau tidak mau Evan harus menyetujui pernikahan bisnis yang di tawarkan oleh Simon.
Sebelum pertunangan itu berlangsung, Evan pun mengajak Joana bertemu untuk membujuk wanita itu agar membatalkan rencana pertunangan mereka.
Namun, siapa sangka Joana yang sudah sangat mencintai Evan. Bahkan sampai tahap terobsesi membuatnya merencanakan sesuatu yang sangat gila hanya agar dapat memiliki Evan seutuhnya.
Joana membayar seorang pelayan untuk memberikan obat Afrodisiak pada makanan maupun minuman yang di pesan oleh Evan.
Evan yang mengira bahwa dia akan berhasil membujuk Joana untuk membatalkan pertunangan mereka malah semakin terjebak dengan wanita itu.
“Sial, jangan katakan bahwa kau memberiku obat pada makananmu,” umpat Evan yang mulai merasakan efek obatnya.
__ADS_1
“Bawa dia ke kamarku sekarang!” perintah Joana pada anak buahnya sudah menunggu untuk melakukan tugasnya.
Setelah membaringkan tubuh Evan di atas tempat tidur. Semua pengawal Joana pun segera keluar dari sana, hingga yang tersisa hanya Joana dan Evan yang sudah dalam pengaruh obat itu.
Evan berusaha untuk keluar dari kamar itu, tapi efek obatnya terlalu kuat hingga membuatnya tidak kuat untuk sekadar berdiri. Malah adik kecilnya yang sangat kuat untuk berdiri.
“Bagaimana rasanya? Apakah aku juga perlu meminum obat yang sama denganmu,” ujar Joana yang ternyata sudah menyiapkan obat perangsang lain untuk dirinya sendiri.
“Dasar wanita gila! Jangan minum obat itu,” perintah Evan yang berusaha menekan efek obat yang ada pada dirinya.
Namun, Joana sama sekali tidak mendengarkan larangan dari Evan. Wanita itu tetap meminum obatnya. Dan tak perlu waktu lama, Joana pun mulai merasakan reaksi obatnya. Tubuhnya mulai memanas seperti yang di alami oleh Evan.
Sebelum reaksi obat itu mengacaukan pikirannya, Joana langsung saja menyerang Evan dengan ciumannya. Awalnya Evan berusaha untuk menghindarinya, tapi karena mereka sama-sama dalam pengaruh obat perangsang.
Akhirnya menuruti keinginan adik kecilnya dan menjamah tubuh Joana seperti yang wanita itu inginkan. Dan begitulah proses pembuatan Leo.
Namun sayangnya, setelah kejadian hari itu. Evan malah memutuskan untuk pergi begitu saja dengan alasan ada perjalan bisnis di negara A. Joana memang benar menemukan bahwa ada kerjasama bisnis perusahaan Qhelfin Group dengan perusahaan besar di negara A.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
__ADS_1
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...