Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Dilema Besar


__ADS_3

“Luca, …”


Rayden kembali mengingatkan sikap putranya saat ini, tapi Luca kembali memotong ucapannya dengan berkata, “Apa Papah sudah lupa! Aku ‘lah yang telah membunuh Paman Evan saat itu, aku juga yang membunuh Luke dan aku juga menyebabkan Axlyn mati karena kecerobohanku! Dan sekarang Papah ingin aku membiarkan Ashlyn mati begitu saja?”


“Apa kau pikir Papah sepicik itu, Luca? Papah ingat semuanya dengan sangat jelas, tapi cara untuk menyelamatkan Ashlyn bukan dengan menyerahkan nyawamu begitu saja! Seperti Ashlyn yang sangat berarti bagimu, kau juga sangat berarti untuk kami semua! Apa kau tidak sadar itu, Hah?” bentak Rayden yang akhirnya terpancing emosinya oleh perkataan Luca.


“Pah, tenanglah! Kita bicarakan ini secara baik-baik dan kepala dingin,” ujar Levi berusaha menenangkan Papah mertuanya bersama dengan Triple R.


“Kau juga Luca! Tenanglah, bukankah kita duduk di sini untuk membahas cara menyelamatkan mereka.”


Sedangkan Will yang menenangkan Luca bersama dengan Jaydon dan Felix.Suasana seketika berubah menjadi tegang, sehingga Levi dan Will yang mulai angkat bicara untuk melanjutkan pembicaraan itu.


“Lalu bagaimana sekarang?” tanya Jaydon.


“Felix, Ryuga, Rayga dan Regis kalian besok berangkatlah ke negara H! Pastikan situasinya di sana, apakah memungkin kalian untuk menyelamatkan Ashlyn dan yang lainnya atau membutuhkan lebih banyak orang! Maka aku dan yang lainnya akan menyusul dengan pasukan tambahan,” jelas Will memberikan tugas yang di rencanakan oleh Rayden sebelumnya.


“Benar, kita tidak ada yang tahu rencana mereka! Sehingga cara ini paling efektif untuk kita menghindari jebakan yang mungkin mereka persiapkan.”


Levi menambahkan kemungkinan yang akan mereka hadapi setiba di sana. Sedangkan Luca lebih memilih diam, begitu juga dengan Rayden.


Sungguh ayah dan anak itu hampir lebih di katakan saudara kembar di bandingkan ayah dan anak, mengingat sifat dan kelakuannya sama persis satu sama lain.


“Untuk lebih berjaga-jaga aku akan meminta Jack untuk mengawasi mereka,” ujar Levi yang tidak mau mengambil resiko apapun.


“Baiklah, meskipun sedikit merepotkan membawa ketiga bocah ini sepertinya aku tidak ada masalah! Setidaknya kemampuan mereka cukup berguna.”


Felix secara tidak langsung menerima perintah itu dengan senang hati, apalagi bersama dengan Triple R yang kelakuannya hampir sama gilanya dengan Felix.


“Baiklah, sepertinya sudah cukup untuk pertemuan kali ini! Untuk Jaydon dan Will bersiaplah, untuk keadaan darurat yang bisa kapanpun terjadi,” ujar Rayden menyudahi pertemuan untuk hari ini.


“Kalau begitu Luca pamit ke kamar dulu, Pah!”


Kemudian, Luca langsung saja meninggalkan ruangan itu dengan wajah di tekuk. Rayden hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putra sulungnya yang selalu saja seperti itu ketika ada masalah yang menerpa dirinya.


“Astaga, lihatlah kelakuan anak itu mirip siapa ‘sih?” gumam Rayden dengan kelakuan Luca.

__ADS_1


“Bukankah sifat dan kelakuan Luca sangat mirip dengan anda, Tuan!” celetuk Will.


“Apalagi kalau sedang dalam suasana seperti itu, maka bak pinang di belah dua!” imbuh Felix.


“Aku bahkan seperti sedang melihat Tuan versi mudanya!” Tanpa di duga Jaydon malah ikut-ikutan.


“Sialan, kalian bertiga! Sudah sana pergi,” usir Rayden yang tidak tahan mendengar ocehan trio somplak itu.


Will dan yang lain pun pulang ke rumah masing-masing, sedangkan Triple R kembali ke kamarnya masing-masing. Begitu pula dengan Rayden yang kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Sedangkan Levi yang berniat untuk kembali ke kamarnya, malah tidak sengaja melihat Lucia yang tengah berada di dapur tengah membuat segelas susu.


“Sayang, kenapa belum tidur?” tanya Levi sembari memeluk Lucia dari belakang.


“Baby sedikit merasa lapar, jadi aku membuatkan mereka segelas susu,” jawab Lucia sembari menyesap segelas susu yang telah dia buat itu.


“Bee, apa kali ini situasinya semakin berbahaya di sana? Melihat raut wajah Kak Luca sepertinya telah terjadi situasi yang buruk pada Ashlyn?”


Lucia memberanikan diri untuk bertanya, meski dia tidak berniat untuk ikut campur seperti sebelumnya.


“Bee, jika kau harus pergi untuk membantu mereka di sana! Aku tidak masalah untuk tetap di sini sampai kau kembali yang terpenting kau tidak boleh terluka, apalagi meninggalkan kami,” terang Lucia yang kini membalikkan badannya dan kembali memeluk suaminya.


“Iya, sayang! Aku akan menunggu perintah Papah lebih dulu, jika memang aku sangat di perlukan maka dengan senang hati aku akan melakukannya dan tidak lupa mengutamakan keselamatanku, karena ada kalian yang selalu menunggu kepulanganku.”


Levi membalas pelukan hanya istri tercintanya, bahkan dia bisa merasakan gerakan pada perut Lucia yang menempel pada tubuhnya.


Keduanya pun sangat terkejut, ternyata si kembar yang masih di dalam perut tidak mau melewatkan pelukan penuh cinta itu.


“Ouh, … Twins baby bergerak, Bee!” seru Lucia dengan wajah berbinar.


“Iya, aku juga merasakannya!” sahut Levi yang langsung berjongkok dan menempatkan wajahnya di perut besar Lucia.


“Baby twins, kalian juga ingin di peluk sama Daddy ‘yah! Kalau begitu cepatlah tumbuh agar kalian juga cepat keluar dari perut Mommy dan Daddy akan menyambut kedatangan kalian berdua dengan pelukan terhangat di dunia ini,” ujar Levi pada bayi yang masih berada dalam perut Lucia.


“Iya, Daddy!” sahut Lucia menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


Lain halnya dengan Luca yang selalu saja memikirkan tentang keadaan Ashlyn. Hingga sebuah pesan video dari nomor yang tida di kenal tiba-tiba masuk.


Luca yang penasaran aka nisi dari video itu pun tanpa pikir panjang langsung menekan tombol play untuk memutar video tersebut.


Seketika kemarahan Luca memuncak ketika video itu memperlihatkan bagaimana Matt, Max dan Vinno di siksa hingga keadaannya sangat mengenaskan.


Namun, beruntungnya mereka masih bisa bertahan hidup setelah mendapatkan siksaan separah itu.


Tak lama kemudian, masuk lagi sebuah video yang kali ini memperlihatkan Ashlyn tengah di kelilingi beberapa pria sekaligus dengan kepala yang di perban seadanya.


Sontak detik itu juga, Luca sudah tidak tahan lagi untuk berdiam. Dia langsung memutuskan untuk pergi ke negara H malam itu juga.


Namun, Luca tidak mengira bahwa Levi dan Lucia masih berada di ruang tamu sambil menonton film. Baik Levi maupun Lucia sama-sama terkejut ketika melihat Luca yang keluar dari kamarnya dengan terburu-buru.


Levi yang menyadari bahwa itu pasti ada hubungannya dengan Ashlyn, segera menghentikan langkah Luca dengan sedikit memaksa.


Lucia pun mendekati Kakak kembarnya itu untuk menanyakan maksud kepergian Luca tengah malam begini. Namun, Luca tak mau menjawabnya dan berusaha memberontak agar cekalan tangan Levi lepas darinya.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2