Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Perbedaan Pendapat


__ADS_3

“Kenapa kalian berdua berhenti? Lanjutkan sampai aku memperintahkan kalian untuk berhenti!” perintah Luca dengan penuh penekanan.


“Ba-baik, Tuan!” sahut Matt dan Max sampai tergagap.


“Mereka yang menyewa jasa pembunuh bayaran Axlyn, tetapi mereka juga yang berpura-pura menjadi korbannya.,


"Kaendra mencoba membunuh Axlyn untuk membersihkan tangannya atas kematian kekasih Nona Leona, sekaligus berperan sebagai pelindung untuk Nona Leona.” Matt kembali melanjutkan ceritanya.


“Mereka melimpahkan kesalahan pada Axlyn, hingga Nona Leona mengira bahwa memang Axlyn yang menginginkan kematian dari kekasihnya. Namun, beruntungnya saat itu Tuan Levi menolong Axlyn yang sudah dalam keadaan sekarat.” Max meneruskan cerita Matt.


“Benar! Dan sejak saat itulah Axlyn, sang wanita pembunuh bayaran di nyatakan telah gugur dalam menjalankan tugas menurut organisasi pembunuh bayaran. Namun, lahir Axlyn sebagai tangan kanan dari Tuan Levi,” imbuh Matt yang mengakhiri ceritanya sampai di situ, karena selanjutnya Luca sudah mengetahui apa yang terjadi.


“Apa kalian berdua juga terlibat dalam pembunuhan Axlyn pada saat itu?” Pertanyaan Luca yang bagaikan sebilah pedang tajam langsung di tunjukan kepada Matt dan Max.


“T-tidak, Tuan! Saat itu kami tidak tahu apapun. Pengawal kepercayaan Tuan Luke yang melakukan semuanya, kami sungguh tidak terlibat sama sekali pada saat itu,” jelas Max dengan cepat agar Tuan mudanya itu tidak salah paham lagi.


“Benar, Tuan! Saat itu kami berdua juga baru awal-awal menjadi pengawal pribadi Nona Leona.” Matt dengan cepat menimpali.


“Bagus, jika kalian terlibat! Kalian mati di tanganku,” ujar Luca penuh penekanan.


Tak lama kemudian, akhirnya mereka tiba di sebuah Villa mewah yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk mereka tinggali bertiga.


Tanpa menunggu Max membukakan pintu mobil untuknya, Luca langsung keluar begitu saja dan berjalan masuk ke dalam Villa.


Matt dan Max sama-sama menghembuskan napas lega, karena nyawa mereka masih selamat hingga detik itu.


Meskipun keringat dingin sudah membasahi pakaian mereka, setidaknya Luca sudah bisa mengendalikan emosinya dan tidak langsung membunuh mereka.


“Max, sepertinya nyawaku berkurang setengah,” celetuk Matt sembari memeriksa detak jantungnya yang begitu cepat.


“Itu lebih bagus, karena sepertinya nyawaku hanya tinggal seperempat saja,” ujar Max yang memeriksa denyut nadinya.


“Matt, aku tidak bisa merasakan denyut nadiku! Apakah aku akan mati dalam hitungan detik!” seru Max yang terlihat panik ketika tidak menemukan denyut nadinya.


“Haish, … Kalau kau mau mati pasti sejak tadi sudah kesulitan bernapas,” ujar Matt sembari memukul punggung Max.

__ADS_1


“Tapi harus aku akui, tadi sepertinya kita habis bertemu dan di interogasi oleh malaikat maut!” celetuk Max yang masih merasa tegang.


“Kau benar! Aku juga merasa sudah hampir berada di neraka,” balas Matt.


“Matt, sepertinya kita harus secepatnya bertaubat,” usul Max.


“Kau benar, tapi sebelum itu kita harus segera menghampiri Tuan muda sebelum dia berubah menjadi malaikat maut lagi!” ujar Matt yang segera berlari masuk ke dalam Villa.


...****************...


Sementara, di sebuah rumah Mansion mewah. Terlihat Yuta yang kesulitan membawa Leonard menuju ke kamarnya. Di saat yang bersamaan, seorang wanita cantik dan anggun datang menghampirinya. Lalu tak lama kemudian, seorang pria tua juga turut menghampiri mereka.


“Yuta, apakah Leo kembali mabuk-mabukan lagi di club?” tanya wanita itu.


“Maaf, Nyonya! Saya sudah memperingatkan Tuan muda tapi tidak di dengarkan sama sekali,” jawab Yuta sembari menahan tubuh Leo agar tidak terjatuh lagi.


Terlihat wanita itu hanya menghela napas panjang melihat kelakuan putra semata wayangnya itu. Berbeda dengan reaksi pria tua yang baru menghampiri mereka yang tampak tenang melihat kelakuan Leo.


“Biarkan saja, Joana! Putramu sudah besar, bermain di club sudah menjadi hal biasa bagi seorang pria muda!” ujar pria tua itu.


“Yuta, bawa Leo ke kamarnya dulu! Setelah itu, aku ingin bicara denganmu,” perintah Joana pada Yuta.


Benar, wanita itu adalah Joana Gustavo. Ibu kandung dari Leonard Luiz Gustavo. Sedangkan pria tua itu adalah ayah dari Joana yaitu Simon Gustavo, sekaligus kakek dari Leonard.


Keluarga Gustavo sangat terpandang di negara H, di tambah lagi dengan bisnis gelap mereka yang berhasil mendominasi kerjaan bisnis di negara itu.


“Pah! Apa Papah tahu, bahwa Papah terlalu memanjakan Leo! Dan kenapa Papah melibatkan Leo dalam dunia bisnis gelap Papah itu. Sungguh Joana sangat tidak setuju dengan keputusan Papah ini,” protes Joana yang barus mengetahui bahwa diam-diam Leo terlibat dalam dunia mafia.


“Kenapa kau tidak menyetujuinya, Joana! Leo adalah cucu satu-satunya yang Papah miliki. Jadi, sudah seharusnya dia yang akan menjadi pewaris semua bisnis Papah ini,” ujar Simon menegaskan.


“Okay, … Joana akan menyetujuinya hanya saja kalau Papah mewariskan bisnis legal yang Papah miliki. Namun, jika Leo terlibat dalam bisnis illegal Papah sampai kapan pun Joana akan menentangnya dengan sangat keras,” ujar Joana yang juga menegaskan keputusannya.


“Jika bukan Leo yang mewarisinya, lalu siapa lagi? Joana, Tolong mengertilah! Leo adalah cucu Papah satu-satunya, _....”


“Leo juga putra Joana satu-satunya, Pah! Karena itulah Joana tidak ingin Leo terlibat dalam dunia seperti itu. Joana tidak ingin Leo berakhir seperti Papahnya,” tukas Joana yang langsung memotong ucapan sang Ayah dengan begitu tegasnya.

__ADS_1


“Jadi, Joana harap Papah juga mau mengerti!” imbuhnya.


“Maaf, Nyonya! Apakah saya mengganggu pembicaraan anda dengan Tuan besar?”


Perdebatan itu pun terhenti ketika suara Yuta mengalihkan perhatian keduanya. Yuta Guanli, merupakan pemuda yang seumuran dengan Luca dan Lucia.


Ketika masih kecil, dia sudah di tinggal mati oleh kedua orang tuanya dan bahkan keluarganya yang tersisa tidak mau mengurusnya.


Joana yang saat itu sedang dalam posisi mengandung Leo, tidak tega melihat keadaan bocah itu. Dia pun menjadikan dirinya sebagai wali dari Yuta, tapi tidak mengadopsinya.


Dia hanya merawat, membesarkan dan membiayai segala kebutuhan hidup Yuta. Sehingga ketika Leo lahir, Yuta menjanjikan dirinya sendiri untuk menjadi pengawal pribadi untuk Leo.


“Tidak! Kau datang tepat waktu. Duduklah ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padamu,” ujar Joana yang menyuruh Yuta duduk kursi yang berhadapan langsung dengannya.


“Apa saja yang Leo lakukan hari ini selain mabuk-mabukan di club?”


Seperti biasa Joana pasti akan mencari tahu kegiatan putranya dan Yuta yang selalu di samping putranya sepanjang hari.


“Emm, … Tuan besar memerintahkan saya dan Tuan muda untuk menghadiri pertemuan bisnis untuk merebut HK Group! Jadi, kami menemui mereka di club,” jelas Yuta yang menatap takut pada Simon yang juga duduk di sana.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...

__ADS_1


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2