Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Menjalankan Rencana


__ADS_3

“Kalian lanjutkan saja! Ada beberapa hal yang harus kami bicarakan di tempat lain.”


Sampai Levi yang beranjak terlebih dahulu dan mengajak dua pria itu untuk kembali keluar bersamanya.


Levi melakukan hal itu agar Bu Hanna dan Alicia mengetahui sendiri bahwa mereka tulus ingin berhubungan baik secara kekeluargaan terlepas dari kematian Axlyn.


“Sejak kapan kalian begitu dekat dengan Ibu dan Adiknya Axlyn?” cecar Rayden yangb menuntut penjelasann dari menantunya itu.


“Sejak kami berada di rumah sakit ini, Pah! Mungkin karena kamar Bu Hanna dan Lucia saling bersebelahan, Bu Hanna dan anaknya yang menyapa kami terlebih dahulu,” jelas Levi sesuai dengan apa yang terjadi.


“Apa kau tidak membahas tentang kematian Axlyn?” tanya Noland memastikan.


“Saya pikir kurang tepat untuk membahasnya sebelum orang yang bersangkutan memulainya,” jawab Levi yang bersikap lebih dewasa setela mengetahui dirinya akan menjadi orang tua.


“Keputusan yang bagus, Levi!” puji Noland pada cucu menantunya itu.


“Lalu dimana Luca? Biasanya dia pasti akan langsung menyusul ke rumah sakit untuk memastikan langsung keadaan Lucia,” ujar Levi yang mencari keberadaan Luca.


“Dia sedang mengikuti Ashlyn, sepertinya Luca juga tertarik kepada gadis itu tapi dia ragu akan perasaannya sendiri,” jelas Rayden.


“Semoga dia tidak membuat keputusan yang salah seperti sebelumnya,” ungkap Levi yang menginginkan semua yang terbaik pada Luca.


“Papah harap juga begitu,” sahut Rayden.


“Bagaimana dengan keadaan Lucia dan bayinya?” tanya Noland mengalihkan topik pembicaraan.


“Semuanya baik-baik saja! Sepertinya saya akan secepatnya membawa Lucia kembali ke negara K saja, karena menurut Dokter kram perut yang selalu di rasakan Lucia akhir-akhir ini di sebabkan oleh stress berkepanjangan,” jelas Levi secara tidak langsung meminta ijin untuk membawa Lucia kembali.


“Lakukan saja yang terbaik menurut, Dokter! Kita harus mengutamakan kesehatan Lucia dan bayinya,” ujar Noland yang tentunya langsung setuju dengan keputusan Levi.


“Benar, nanti kami semua akan membujuk Lucia untuk tidak terlibat maupun memikirkan tentang masalah Luca lagi.”


Begitu juga dengan Rayden yang sudah pasti menginginkan yang terbaik untuk putri kesayangannya dan juga calon cucu kembarnya itu.


“Namun, Lucia tidak ingin kembali sebelum dia juga meminta maaf kepada keluarga Axlyn. Bisakah Papah dan Grandpa membicarakannya dengan Luca, kapan tepatnya dia siap untuk meminta maaf serta memberirahu tentang kematian Axlyn kepada keluarganya,” pinta Levi menceritakan masalah yang harus dia selesaikan agar Lucia bersedia kembali bersamanya.


“Tentu saja! Kami akan mengaturnya secepat mungkin,” sahut Rayden.

__ADS_1


Setelah itu, mereka membicarakan tentang rencana yang sedang di laksanakan oleh Will dan yang lainnya. membiarkan Zhia dan Bu Hanna bergosip riia sebelum badai yang akan mereka bawa kepada keluarga tersebut.


...****************...


Disisi lain, Will dan Regis yang tengah melacak keberadaan Joana dan Leo tidak bisa menemukan keduanya sama sekali.


Tentu saja, mereka tidak bisa menemukan keberadaan Joana dan Leo, karena Simon dan Josh sudah terlebih dahulu mengamankan keduanya dengan mengirimnya keluar negeri.


Tidak hanya berhenti di situ saja, Simon juga data penerbangan tujuan keberangkatan Joana dan Leo agar tidak bisa di lacak dengan mudah oleh Rayden dan anak buahnya. Apalagi mengingat perusahaan Rayden mencakup bidang jaringan keamanan dunia IT.


“Paman, aku tidak bisa melacak melalui nomor ponsel maupun media social keduanya. Sepertinya kita terlambat melacak keberadaan mereka,” ujar Regis yang masih terus berkutat dengan beberapa computer sekaligus.


“Coba retas cctv yang berada di sekitar kediamannya!” perintah Will, sedangkan dirinya sendiri juga masih melakukan hal yang sama seperti Regis.


“Aku sudah mencoba meretasnya dalam jarak radius 1 km dari kediaman tersebut, tapi semua cctv yang ada di matikan pada saat yang bersamaan,” jelas Regis yang tanpa di perintah kedua kalinya mulai meretas lebih banyak cctv lagi.


“Ouh, … Aku berhasil menemukan mobilnya dalam jarak hampir 2 km dari kediaman tersebut!” seru Regis yang mulai membuahkan hasil dari peretasannya.


“Mereka meninggalkan negara ini,” ujar Will yang berhasil meretas salah satu data penumpang di bandara.


“Mereka bahkan mengacaukan data yang ada agar kita tidak mudah menemukan keberadaan Joana dan putranya,” sambung Will yang tampak lesu setelah mengetahuinya.


“Kau benar! Ternyata kali ini lebih sulit dari sebelumnya,” sahut Will yang sependapat dengan Regis.


“Kita harus memberitahu Papah dan Kak Luca soal ini!” seru Regis.


“Tidak! Kita coba mencari tahu lebih jauh lagi, siapa tahu kita bisa menemukan petunjuk tentang keberadaan mereka,” ujar Will yang memutuskan untuk mencobanya lebih jauh lagi.


“Baiklah, aku akan membantu Paman sebisaku!” sahut Regis.


“Bagus, Regis! Namun, sebaiknya kau bantu Felix dan yang lainnya untuk menemukan keberadaan markas persembunyian anak buah Simon dan Josh saja!” ujar Will yang memutuskan untuk menggunakan kemampuan Regis untuk focus membantu Felix dan yang lainnya. sedangkan dirinya yang akan focus melacak keberadaan Joana dan putranya.


“Siap, Paman!” sahut Regis yang langsung melancarkan aksinya.


Dalam beberapa menit saja, Regis sudah berhasil mendapatkan data terkait kedua klan mafia yang di pimpin oleh Simon dan Josh.


Dia pun langsung mengirim semua informasi yang telah dia dapatkan kepada Felix atas perintah dari Will yang masih sibuk dengan pekerjaannya.

__ADS_1


Will dan Regis kembali berusaha memulihkan data yang di kacaukan oleh pihak Simon. Sementara itu, Jaydon dan Felix serta Ryuga dan Rayga sudah mulai mencari tahu keberadaan markas pasukan Josh dan Simon.


Dimana terdapat dua markas yang berbeda, sehingga membuat mereka terpaksa membagi dua kelompok.


“Ada dua tempat berbeda yang harus kita datangi menurut informasi yang di dapatkan Regis. Bagaimana pendapat kalian?” tanya Felix pada Jayden, Ryuga dan Rayga.


“Apalagi memangnya kalau kita berpencar menjadi dua kelompok,” jawab Rayga dengan santainya.


“Tumben pinter!” sindir Felix dan Jaydon bersamaan.


“Paman, aku itu sejak lahir sudah pintar hanya saja aku malas untuk menggunakan otak pintarku ini,” ujar Rayga dengan penuh percaya.


“Anak Papah Rayden dan Mamah Zhia tidak ada yang bodoh, Paman!” sambungnya.


“Iya, terserah kau saja!” Felix memutar bola matanya dengan malah melihat kelakuan anak Rayden dan Zhia itu.


“Karena kau anak yang sangat pintar, maka dari itu kau akan ikut denganku mengawasi markas Josh dan anak buahnya yang berada di pinggiran kota. Sementara Jaydon dan Ryuga yang akan mengawsi markas milik Simon,” jelas Felix.


“Emm, … Aku setuju!” sahut Jaydon.


Dimana Felix dan Jaydon tidak mungkin akan membiarkan Ryuga bersama Rayga saja. Alhasil, Felix yang membawa Rayga yang sifatnya hampir sebelas dua belas dengan dirinya, hingga sudah pasti dia tidak akan bosan jika bekerja sama dengan anak itu.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...

__ADS_1


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2