Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Datangnya Bantuan


__ADS_3

“Siapa bilang kau yang akan membunuh? Aku sendiri yang akan membunuh orang ini.” Josh terlihat begitu menaruh dendam pada Luca.


“Haish, … Jangan berebut! Karena kalian berdua tidak akan bisa melakukannya selagi kami masih adda di sini,” ujar Will menengahi keduanya.


“Benarkah? Aku juga ragu kalian bisa membunuhku dengan mudah,” ujar Luca yang masih terlihat santai menghadapai situasi itu.


“Hay, … Apa yang anda lakukan? Apa anda tidak sadar bahwa nyawa kita sekarang sudah berada di ujung tanduk,” bisik Max.


“Kau tenang saja! Semuanya akan baik-baik saja,” ujar Luca masih dengan sikap santainya.


Perkataan Luca memang selalu menjadi kenyataannya. Benar saja, bantuan besar pun datang untuk menyelamatkan mereka.


Terlihat sosok Levi dan Triple R yang sudah menyiapkan anak buahnya untuk mengepung balik pasukan Josh dan Simon.


Sebenarnya Luca sudah menyadari kehadiran Levi sejak tadi. Makanya dia masih bersikap tenang, karena diam-diam bantuan sudah datang kepadanya.


Bahkan Luca juga tidak menyangkan bahwa ketiga adik kembarnya juga ikut datang bersama dengan Levi.


“Hay, maaf! Kami sedikit tersesat saat di sana tadi!” seru Levi yang berjalan membelah pasukan Josh dan Simon di ikuti oleh Triple R di belakangnya.


“Tidak masalah! Yang penting nyawaku masih aman,” sahut Felix.


“Aku dengar ada yang menyebut nama bajingan bernama Luke! Siapa orangnya?” Tatapan Levi menajam pada dua orang yang ada di hadapannya yaitu Simon dan Josh.


“Ouh, … Bajingan itu! Dia pengikut setia Luke!” Felix langsung menunjuk ke arah Josh.


“Kau! Mau sekarang atau nanti?” tanya Levi pada Josh dan Simon.


“Kita pergi!” ujar Simon pada Josh dan yang lainnya.


Levi pun membiarkannya, begitu juga dengan Luca yang hanya diam memperhatikan kepergian Simon dan yang lainnya. Sampai Simon dan yang lainnya tidak terlihat lagi, Felix yang sedari tadi bingung mengapa Levi dan Luca melepaskan mereka begitu saja.


Akhirnya memberanikan diri untuk bertanya, “Kenapa kau melepaskan mereka begitu saja?”


“Grandma dan Mamah pasti sudah di sini,” jawab Luca yang menebaknya dengan tepat.


“Benar! Bahkan istriku juga!” Levi membenarkan.


Baik Noland, Rayden, maupun Levi tidak mampu melawan keinginan istri masing-masing. Alhasil mereka hanya bisa menuruti setiap keinginan istri dan menjadikan dirinya sebagai pengawal. Will dan yang lainnya pun memahami situasi sulit Levi.


“Luca, sebaiknya kita kembali sekarang! Karena ada tamu yang sedang menunggumu,” ujar Levi.


“Tamu untukku? Siapa?” tanya Luca penasaran.


“Kau lihat sendiri saja!” jawab Levi.

__ADS_1


“Sebaiknya bawa dia sekalian,” ujar Levi yang menunjuk pada Vinno.


Vinno pun akhirnya di bawa sekalian oleh Felix dan Jaydon. Lalu mereka semua segera kembali ke Villa mewah keluarga Xavier. Luca menaiki mobil yang sama dengan Levi dan Will.


Sementara Matt dan Max di perintahkan untuk membereskan lokasi tersebut terlebih dahulu sebelum menyusul mereka.


...****************...


Beberapa jam sebelumnya, ….


Levi dan Lucia bertemu dengan Rayden beserta yang lainnya di bandara internasional Negara H. Ternyata para istri mafia itu secara diam-diam sudah sepakat untuk menjemput Luca secara langsung.


Mengingat sifat Luca yang selalu bertanggung jawab atas tugas maupun kewajiban yang harus dia penuhi.


“Grandma! Mamah!” seru Lucia begitu melihat keberadaan Grandma dan Mamahnya yang baru keluar dari bandara.


“Sayang, kau sudah sampai duluan ternyata!” ujar Julia yang langsung memeluk cucu perempuan kesayangannya itu.


“Ya Tuhan, … Kau pasti tidak nyaman melakukan penerbangan dengan perut sebesar ini?” tanya yang juga memeluk putri kesayangannya itu sambil menatap kasihan pada putrinya itu.


“Tidak terlalu, Mah! Kami menggunakan pesawat pribadi dan juga membawa Dr. Chloe di tambah suami tercintaku ini yang selalu menjagaku dengan sangat baik.” Tanpa malu Lucia memuji suaminya di hadapan keluarganya.


“Seharusnya kau tidak boleh memaksakan diri, Sayang!” ujar Rayden yang juga memeluk Lucia.


“Benar! Grandpa tidak mau terjadi sesuatu yang buruk menimpa calon cicit Grandpa ini.” Noland bergantian memeluk Lucia dan dengan lembut mengusap perut besar cucunya itu.


“Yaa, Sudah! Ayo, kita pergi ke Villa saja sekarang!” ujar Zhia yang membantu putrinya berjalan, sedangkan sisi kiri ada Julia yang siap menjaganya juga.


...****************...


Sementara itu, Noland, Rayden dan Levi yang membawa koper istrinya masing-masing. Hingga tiba di depan Villa, Lucia melihat ada seorang gadis yang tengah berjongkok sambil menundukkan kepadanya di depan gerbang seakan sedang menunggu sesuatu.


Begitu gadis itu mendongakkan kepalanya menatap mobil yang melintas di hadapannya. Baik Lucia maupun yang lainnya pun sangat terkejut ketika melihat wajah gadis itu sangat mirip dengan mendiang Axlyn.


“Mah, bukankah itu Axlyn?” seru Lucia yang membuat semua orang yang berada di dalam mobil itu langsung melihat ke arah gadis yang masih jongkok itu.


“Hah? Bukankah Axlyn sudah, _....”


“Dia bukan Axlyn, tapi adik kandungnya Axlyn yang bernama Ashlyn,” potong Rayden yang langsung mengenali gadis itu.


“Lev, hentikan mobilnya!” perintah Julia pada cucu menantunya itu.


Tanpa mempertanyakan atau pun membantah, Levi segera menghentikan laju mobilnya secara perlahan agar calon anaknya tidak merasa terkejut.


Begitu mobil terhenti, Julia, Zhia dan Lucia pun langsung turun dan menghampiri gadis itu. Karena para istrinya turun dari mobil, para suami pun langsung mengikutinya turun dan menghampiri gadis itu.

__ADS_1


“Nak, kau sedang menunggu siapa di sini?” tanya Zhia dengan ramah dan penuh kelembutan.


“A-aku sedang menunggu Luca? Bukankah ini rumahnya?” jawab Ashlyn yang merasa gugup berhadapan dengan para wanita cantik dan om-om tampan yang saat ini sedang mengelilinginya.


“Benar sekali! Aku mamahnya Luca, namaku Zhia!”


“Ini Papahnya, namanya Rayden!”


“Yang ini Grandpa dan Grandmanya, Noland dan Julia.”


“Serta adik perempuan Luca, namanya Lucia!”


“Lalu yang di sana suaminya Lucia, namanya Levi!”


Zhia pun memperkenalkan semua anggota keluarganya pada Ashlyn. Ashlyn menatap bingung sambil memaksakan dirinya untuk tersenyum pada orang-orang baru saja dia kenal itu.


Ashlyn tidak pernah menyangka bahwa keputusannya menunggu Luca malah akan membawanya bertemu dengan keluarga dari pria itu.


“Mamah! Papah! Kenapa kalian meninggalkan kami bertiga begitu saja!”


Regis langsung berseru begitu turun dari taksi dan segera menghampiri keluarganya. Di belakangnya ada Rayga dan Ryuga yang di paksa membawakan koper si bungsu itu. Zhia pun hanya tersenyum melihat kelakuan ketiga anak kembarnya itu.


“Mereka putraku! Ryuga, Rayga dan Regis, mereka kembar tidak tapi tidak identik!” Tidak lupa, Zhia juga memperkenalkan Triple R.


“Ouh, … Bukankah dia, _....”


“Aah, … Perkenalkan namaku Ashlyn, teman kerjanya Luca!” Ashlyn segera memperkenalkan dirinya.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2