Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Curhatan Hati Ashlyn


__ADS_3

“Dan mungkin, setelah kau mendengar semua! Kau tidak akan pernah mau berteman dengan orang sepertiku lagi, seperti yang lainnya.” Raut wajah kesedihan terlihat jelas ketika Ashlyn mengatakannya.


Melihat reaksi Ashlyn, Luca pun teringat dengan laporan yang di berikan oleh Max dan Matt yang mengatakan bahwa tidak pernah di ketahui dengan jelas siapa ayah kandung Axlyn.


Bahkan jejaknya pun sama sekali tidak terlacak. Namun, Luca benar-benar tidak mengetahui tentang adanya gossip yang sedang di bicarakan oleh Ashlyn saat ini.


“Mau kau menceritakannya atau tidak, aku akan selalu menjadi temanmu!”


Ucapan Luca sedikit membuat perasaan Ashlyn menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Disisi lain, sebenarnya tidak masalah dengan semua gossip itu.


Lagi pula dia mampu menerima dua orang yang terlibat atas kematian cinta pertama, lalu kenapa dia tidak bisa menerima Ashlyn sebagai temannya hanya karena beberapa gossip yang tidak berdasar kebenarannya.


“Tidak, aku akan menceritakan semuanya padamu tentang keluargaku! Jika aku ingin menjadi teman seseorang, maka aku tidak boleh menyembunyikan apapun dari temanku!” ujar Ashlyn yang terlihat berusaha untuk terlihat tegar dan baik-baik saja.


“Baiklah, aku akan mendengarkan semua ceritamu!” sahut Luca yang terlihat tersenyum tipis menatap gadis tegar di hadapannya saat itu.


“Ada beberapa gossip yang beredar tentang keluarga sejak aku masih kecil! Sebelum itu, aku akan menjelaskan tentang anggota keluargaku, _...”


Ashlyn tampak menjeda perkataannya dan menghembus napas dalam seakan sedang mengumpulkan kekuatan untuk membuka aib dirinya dan keluarganya pada orang lain.


Mungkin dalam hati Ashlyn, jika bukan dirinya yang bercerita akan banyak orang yang menggantikannya dan bahkan menambahkan bumbu yang tidak seharusnya ada.


“Jika kau tidak sanggup menceritakannya, maka aku tidak masalah tidak mengetahuinya,” ujar Luca yang tidak tega melihat Ashlyn yang terlihat tertekan.


“Tidak, kau harus mengetahui semuanya dariku! Jika kau mendengarnya dari orang lain, maka sudah pasti kau akan membenciku seperti yang lainnya. Sungguh aku tidak ingin kau juga ikut membenci dan menjauhiku,” tukas Ashlyn yang bersikeras untuk menceritakan masalah hidupnya.


“Baiklah, silahkan ceritakan apapun yang kau ingin ceritakan padaku!” Luca mengalah, dia memberikan ruang dan waktu untuk Ashlyn.


“Aku memiliki seorang Kakak perempuan dan adik perempuan, nama depan dan nama tengah kami semua sama yang membedakannya hanya nama belakangnya saja. Axlyn, Ashlyn dan Alicia, itulah urutan nama kami.”


Ashlyn mulai menceritakan dengan memperkenalkan kedua saudarinya yang jelas sekali Luca sangat mengenal salah satunya bahkan sampai sekarang masih sangat mencintanya. Meskipun sosok itu kini telah meninggalkan dirinya untuk selamanya.

__ADS_1


“Aku tahu tentang itu, bahkan aku sangat mengenal Kakakmu! Axlyn, cintaku yang pergi meninggalkanku untuk selamanya! Menorehkan luka yang begitu mendalam, karena alasan kepergiannya untuk melindungiku!” batin Luca raut wajahmu berubah sendu ketika mengingat kekasih tak sampainya itu.


“Kami mempunyai sosok seorang ibu, tapi kami sama sekali tidak mengenal siapa ayah kami! Itulah awala semua gossip itu bermunculan dan beredar di masyarakat luas, bahwa ibuku seorang pelacur! Seorang ****** yang menjual tubuhnya pada para lelaki hidung belang. Dan kami bertiga di anggap sebagai anak haram dan bentuk nyata dari dosa yang di lakukan ibu kami.”


Perkataan Ashlyn tercekat, bola matanya sudah berair tapi gadis itu berusaha keras agar cairan bening itu tidak sampai jatuh membasahi pipinya.


Mendengar kisah Ashlyn mengingatkan Luca tentang masa lalu, dimana ketika dia bertemu dengan papahnya semua orang selalu menyebutnya sebagai anak haram dan menuduh mamahnya sebagai wanita penghibur.


Setidaknya Luca bisa mengerti apa yang di rasakan Ashlyn bersaudara tidak akan jauh berbeda dengan apa yang dia dan Lucia rasakan dulu.


“Kau pasti sekarang merasa jijik berteman denganku, bahkan kau merasa kotor duduk bersebelahan denganku seperti ini!” Ucapan Ashlyn menyadarkan Luca dari ingatan akan masa lalunya.


“Tidak sama sekali! Karena aku dan adikku pernah mengalami nasib yang sama denganmu. Namun, bedanya sekarang Papah dan Mamahku sudah bersatu. Jadi, kehidupan kami yang sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya,” jelas Luca yang tidak ingin membuat Ashlyn salah paham.


“Kau lebih beruntung dari kami, karena bahkan sampai sekarang kami tidak pernah mengetahui siapa ayah kandung kami!” ujar Ashlyn yang tersenyum kecut dengan nasib yang di alami.


“Apa kau tidak pernah menanyakannya pada ibumu?” tanya Luca dengan hati-hati, dia takut pertanyaan itu malah akan melukai perasaan Ashlyn secara tidak langsung.


Tiba-tiba dia teringat dengan kakak sulungnya yang langsung pergi setelah mengetahui siapa ayah kandung mereka.


Ashlyn teringat jelas saat pergi Axlyn berjanji akan membawa ayah mereka kembali dan memperkenalkan pada kita.


“Jadi Axlyn, … Ouh, maksudku kakakmu mengetahui siapa ayah kandung kalian dan mencoba pergi untuk mencarinya?”


Sungguh saat ini di kepala Luca seketika, muncul berbagai teka teki tentang kehidupan masa lalu Axlyn.


Bahkan Luca bisa memperkirakan bahwa Ashlyn dan keluarganya tidak mengetahui bahwa selama ini Axlyn bekerja sebagai pembunuh bayaran dan anggota inti mafia.


“Iya, tapi sampai sekarang tidak ada kabar apapun darinya! Sering kali ibu menanyakan keberadaan Kak Axlyn, tapi hanya mengatakan padanya bahwa Kak Axlyn sedang bekerja di tempat yang jauh untuk menghidupi kami dan biaya pengobatan ibu,” jelas Ashlyn yang membuka fakta mengejutkan lainnya bagi Luca.


“Ibu kalian sedang sakit?”

__ADS_1


Luca tidak peduli lagi, dia benar-benar penasaran dengan Ashlyn dan keluarganya terutama tentang cinta pertamanya.


“Iya! Semenjak kepergian Kak Axlyn, ibu mulai sakit-sakitan. Awalnya kami kira hanya sakit biasa, tapi setelah melakukan pemeriksaan di rumah sakit, ibu di nyatakan mengindap penyakit gagal ginjal kronis dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit sampai menemukan transplantasi ginjal yang sesuai, _....”


Lagi-lagi suara Ashlyn kembali tercekat menahan tangisannya. Namun, kali ini tubuhnya mulai gemetar dan tangannya menggenggam erat hingga buku kukunya terlihat memutih.


Tanpa terasa air mata Ashlyn perlahan membasahi wajahnya, sampai membuat Luca terkejut melihatnya.


“Satu minggu sekali, ibu harus melakukan cuci darah. Belum lagi biaya obat dan biaya perawatan selama ibu di sana. Di tambah dengan biaya sekolah Alicia, aku harus harus mendapatkan uang sebanyak mungkin untuk membayar semua biaya itu. Hiks, …”


Suara tangisan Ashlyn begitu terasa sesak di dada Luca yang mendengarnya. Sungguh kali ini dia benar-benar tidak bisa menebak apapun tentang apa yang terjadi pada Axlyn, hingga meninggalkan ibu dan kedua adiknya yang dia sayangi begitu saja.


Sempat terlintas bahwa Axlyn bertemu dengan ayah kandungnya dan terjadi sesuatu yang membuatnya terpaksa menjadi pembunuh bayaran.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2