Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Mengunjungi Makam Axlyn


__ADS_3

“Aku tulus ingin berteman dengannya, tapi dia malah hanya memanfaatkan ku,” sambung Leo dengan bergumam tapi tetap bisa di dengar semua orang, termasuk Ashlyn sendiri.


“Aku juga tulus berteman denganmu dan sama sekali tidak berniat untuk memanfaatkanmu!” seru Ashlyn.


“Hanya saja keadaanku yang selalu membutuhkan uang memaksaku untuk selalu meminjamnya padamu. Sebab hanya kau satu-satunya orang kaya yang mau berteman dengan gadis miskin sepertiku,” jelas Ashlyn yang jujur mengatakan hal itu seperti apa yang dia rasakan selama ini.


“Begini saja! Biar aku saja yang mengembalikan semua orang yang kekasihku ini pinjam darimu. Cepat katakan berapa nomimalnya!” ujar Luca melihat baik Ashlyn maupun Leo sama-sama diam.


“Eits, … Tunggu dulu! Sebagai calon Papah mertua yang baik, biar Papah saja yang membayarnya!”


Rayden tidak mau kalah dengan putranya, dia sengaja melakukan itu untuk menggoda Luca saja.


Entah mengapa menggoda putra sulungnya itu memiliki kesenangan sendiri bagi Rayden, hingga Zhia dan yang lainnya tidak habis pikir dengan kelakuan Rayden.


“Tidak perlu mengembalikannya! Bukankah teman selalu membantu teman lain yang kesusahan,” tolak Leo sembari menyembunyikan senyuman tipisnya dari pandangan Ashlyn.


“Terima kasih, Leo! Teman terbaikku,” ucap Ashlyn dengan ketulusan hatinya dan menatap Leo dengan mata berbinar ingin menangis harus saat itu juga.


“Iya, tapi mulai sekarang jangan memanfaatkan aku lagi! Manfaatkan saja calon suamimu itu dan keluarganya yang kaya raya,” canda Leo di sertai kekehannya dan sontak membuat semua orang tertawa dengan candaannya tersebut.


...****************...


Waktu begitu cepat berlalu, sudah satu minggu sejak acara jamuan makan malam di kediaman Gustavo yang penuh dengan kebahagiaan.


Kini akhirnya keluarga Xavier berhasil memboyong keluarga Vinno ke negara A dengan alasan untuk operasi penyembuhan Bu Hanna.


Seminggu sebelumnya, Rayden yang lainnya sibuk mengurusi data untuk pemindahan rumah sakit dan dokternya Bu Hanna. Sedangkan Luca mempercayakan cabang perusahaannya yang ada di negara H kepada Max dan Matt untuk sementara waktu.


Hingga di sinilah mereka semua berada sekarang yaitu di depan makam Axlyn. Begitu tiba di negara A, Vinno dan keluarganya langsung memutuskan untuk mengunjungi makam Axlyn terlebih dahulu.


Selain untuk memastikan tempat peristirahatannya, Hanna juga ingin meminta doa pada mendiang putri sulungnya itu agar operasinya kali ini berjalan lancar dan berhasil.

__ADS_1


“Di sinilah kami memakamkan putri kalian, Axlyn! Di pemakaman pribadi kami dan di samping putriku Rayna,” ujar Noland yang paling mengetahui perasaan Vinno dan Hanna ketika melihat makam putri mereka sendiri.


“Kini baik Rayna maupun Axlyn tidak akan kesepian lagi! Mereka pasti akan menjadi saudara, teman dan sahabat yang baik satu sama lain,” ucap Julia, bibirnya tersenyum tapi matanya menangis.


“Kau benar! Setidaknya Axlyn kami tidak sendirian di sana, ada putrinya yang pasti akan selalu menjaganya,” balas Hanna yang sama seperti Julia.


Beberapa saat mereka semua terdiam sembari menundukan kepala. Mengucapkan doa terbaik untuk Axlyn dan Rayna. Tidak lupa mereka kemudian meletakan bunga krisan putih di atas makam Axlyn dan Rayna sebagai bentuk hadiah untuk keduanya selain doa yang selalu mereka panjatkan.


“Axlyn, ... Tiga hari lagi Ibu akan menjalani operasi pencangkokan! Bisakah kau memberikan pada Ibu kekuatan agar Ibu tetap kuat saat operasi itu berjalan. Dan semoga Ibu bisa sembuh dan selalu menemani adik-adikmu yang nakal ini,” ujar Hanna.


“Maaf, Ayah telah menempatkan dirimu dalam duani yang tidak seharusnya pernah kau sentuh. Ayah sungguh menyesal Axlyn, maafkan Ayahmu ini yang tidak berguna,” ucap Vinno penuh penyesalan.


“Axlyn, kini Ayah sudah meninggalkan semuanya seperti yang kau katakan dulu! Andai saja, Ayah mendengarkan mu saat itu, mungkin kau tidak akan melalui hal sulit selama ini. Ayah berjanji untuk seterusnya Ayah akan selalu menjadi pelindung bagi Ibumu dan adik-adikmu,” sambung Vinno.


“Kak Axlyn! Hiks, … Licia masih tidak bisa percaya bahwa Kakak sudah tiada, bahwa dunia Kakak dan Licia telah berbeda. Kakak Licia sangat menyayangi dan mencintai Kakak, bukankah Licia selalu mengatakan itu pada Kakak?” Kali ini giliran Alicia yang mengatakan perasaan terpendamnya.


“Sampai kapan pun Licia akan tetap mengatakannya setidak mengunjungi rumah baru Kakak ini. Rumah Kakak sangat cantik, seperti Kak Axlyn,” lanjutnya mengakhirinya dengan pujian.


Sekarang tersisa Ashlyn yang belum mengatakan apapun di depan makam Kakaknya. Sejak tadi Ashlyn hanya diam dengan mata yang berusaha menahan tangisannya.


Hingga akhirnya Luca ingin bicara sekaligus meminta restu kepada Axlyn akan hubungannya dengan Ashlyn. Jujur saja, Luca tidak ingin Ashlyn terus berpikiran bahwa dirinya hanya pengganti Axlyn. Saat itu, kesempatan bagi Luca untuk mempertegasnya.


“Axlyn, aku datang mengunjungimu lagi! Tapi kali ini aku tidak sendirian,” ujar Luca.


“Aku membawa keluargamu untuk mengunjungi rumah barumu di sini dan sekaligus, _....”


“Kak Axlyn!” Ucapan Ashlyn memotong perkataan Luca, tapi dia tidak memperdulikan.


“Kakak tahu ‘kan sejak kecil sampai kita berdua tumbuh dewasa, aku selalu merasa iri dengan Kakak dalam segala hal! Namun, aku tidak pernah sedikitpun menginginkan apa yang Kakak miliki,” ujar Ashlyn dengan bibir bergetar menahan tangisnya.


“Sebab Ibu selalu mengajarkan bahwa apa yang menjadi milik Axlyn akan tetap menjadi milik Axlyn dan apa yang menjadi milikku akan tetap menjadi milikku. Kita tidak boleh merebut milik orang lain, kalau tidak ingin milik kita juga di rebut,” lanjutnya.

__ADS_1


“Tapi kali ini bisakah aku memiliki apa yang sebelumnya menjadi milikmu, Kak? Hiks, …” Ashlyn tidak kuasa lagi untuk menahan tangisnya.


“Biarkan aku memiliki Luca seutuhnya, termasuk hatinya! Aku tidak masalah Kakak menjadi wanita pertama yang di cintainya, tapi tolong ijinkan aku menjadi wanita terakhir yang di cintainya. Aku mohon padamu, Kak! Hikss, …”


Semua orang yang ada di sana ikut menangis sedih dengan takdir cinta kedua saudara itu. Luca hanya diam, tapi pelukannya pada Ashlyn tidak dia lepaskan sedikitpun malah semakin memeluknya erat tanpa ingin sekalipun melepaskannya.


“Dengan senang hati Axlyn pasti akan melakukannya untukmu, Nak!” ujar Hanna memecahkan keheningan yang terjadi sesaat yang lalu.


“Karena sejak awal, Axlyn selalu memberikan apapun yang membuatmu iri kepadanya! Dia ingin melihat adik kesayangannya bahagia dan jika kebahagiaanmu adalah Luca, maka Axlyn akan senang melihat kalian hidup bersama,” sambung Hanna memberitahu rahasia terbesar Axlyn selama ini.


“Jadi, … Selama ini Kakak, _...”


Ashlyn tak kuasa melanjutkan ucapannya, dia sangat terkejut mendengar kenyataan yang tersimpan dengan rapat oleh Axlyn selama ini.


“Benar, Kakakmu selalu memberikan apapun yang kau mau tanpa sepengetahuanmu.” Hanna langsung membenarkan.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...

__ADS_1


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2