
Ashlyn pun terus berusaha menghindarinya, air matanya sudah jatuh bercucuran membasahi pipinya. Bibirnya terus meminta pertolongan, tapi orang-orang di sana hanya melihatnya sambil tertawa puas.
Hingga detik berikutnya Leo langsung saja menyobek pakaian yang di kenakan oleh Ashlyn sampai memperlihatkan dua gunung kembar milik Ashlyn yang hanya tertutupi bra yang dia kenakan.
Brakk, …
Suara pintu yang terbuka secara paksa. Tak lama kemudian, muncul seorang pria yang terlihat sedang menahan amarahnya.
Dia berjalan mendekati Leo yang masih menindih tubuh Ashlyn. Terlihat beberapa anak buah Leo mencoba menahan pria itu.
Namun, dengan santainya pria itu meraih dua botol minuman yang ada di dekatnya dan menggunakan botol minuman itu sebagai senjata untuk melumpuhkan orang yang ingin menghentikan langkahnya.
Praangg, …
Satu botol minuman yang masih penuh pecah begitu saja saat beradu dengan kepala anak buah Leo. Terlihat anak buah itu langsung tidak sadarkan diri hanya kerena satu pukulan dari pria itu.
Praangg, …
Nasib yang sama pun harus di alami anak buah Leo yang lainnya yang masih berani mencoba menghentikan amukan pria itu.
Tidak berhenti di situ, anak buah Leo yang tersisa pun berusaha menyerang pria itu bersamaan. Namun, pada akhirnya mereka semua berhasil di tumbangkan sekaligus oleh pria itu.
Ayo, …
Tebak siapa yang menjadi malaikat penolong untuk Ashlyn. Yaps, … Tentu saja Luca yang datang untuk menolongnya, siapa lagi kalau bukan dia.
Tanpa buang waktu lagi, Luca menarik rambut Leo dengan kuat dan menghempaskan tubuhnya dengan satu tangan hingga menabrak dinding yang ada di sana.
Saat itu, tubuh Ashlyn langsung meringkuk sembari berusaha menutupi bagian tubuhnya karena pakaiannya yang di robek paksa oleh Leo.
Melihat pakaian Ashlyn yang sudah tidak bisa di gunakan lagi, Luca pun melepaskan salah satu jas yang di kenakan oleh anak buah Leo yang sudah pingsan dan segera menyuruh Ashlyn untuk memakainya.
“Pakai ini,” ujar Luca dan Ashlyn pun langsung memakainya.
“Apa kau baik-baik saja, Ashlyn?” tanya Luca dengan tatapan yang penuh perasaan khawatir.
Namun, Ashlyn hanya menggelengkan kepalanya masih dalam keadaan menangis terisak dan tubuhnya yang masih gemetar ketakutan.
Luca yang menyadari tatapan tajam dari Leo, segera menggendong tubuh mungil Ashlyn ala bride style dan bergegas pergi dari sana.
__ADS_1
“Maaf, aku harus menggendong mu! Karena kita harus segera pergi dari tempat ini,” ujar Luca yang hanya di balas dengan anggukan kepala saja oleh Ashlyn.
Ternyata Luca bukan hanya membawa Ashlyn keluar dari dalam ruangan itu, melainkan keluar dari club mewah itu sekaligus.
Tanpa memperdulikan tatapan orang-orang kepada mereka, Luca tetap berjalan menggendong tubuh Ashlyn hingga tiba di sebuah taman yang cukup sepi.
Benar kata pepatah, bahwa buah tidak akan jatuh dari pohonnya. Memang benar kelakuan anak tidak akan jauh berbeda dengan kelakuan orang tuanya.
Seperti yang di lakukan Evan pada Rayna, Leo juga hampir saja melecehkan dan merenggut paksa kehormatan Ashlyn jika saja Luca tidak datang tepat waktu.
“Aish, … Dasar bajingan sialan! Beraninya dia membuatku seperti ini,” umpat Leo dengan penuh kemarahan.
“Awas saja! Aku pasti akan membunuh kalian berdua!” lanjutnya.
Leo melampiaskan kemarahannya kepada para anak buahnya. Seharian ini kemarahannya sudah berulang kali di pancing oleh orang-orang yang dia kenal.
Dan di saat pria itu mengamuk Yuta malah sedang tidak bersamanya, karena tugas yang dia berikan sebelumnya untuk mencari informasi tentang Luca.
Tidak tahu saja bahwa pria yang mengamuk dan mengalahkan anak buahnya adalah Luca itu sendiri.
Sedangkan Luca sendiri kini tengah menenangkan Ashlyn yang masih menangis di dalam pelukannya. Tubuhnya masih gemetar, meskipun tidak sehebat sebelumnya. Setelah cukup lama menangis, akhirnya Ashlyn berhenti juga dan perlahan melepaskan pelukannya pada Luca.
“Apa kau sungguh baik-baik saja? Kau tidak terluka ‘kan? Maaf, seharusnya tadi aku datang lebih awal lagi,” ujar Luca yang lagi-lagi menyalahkan dirinya sendiri.
“Tidak, kau datang di saat waktu yang tepat! Seharusnya aku yang minta maaf, karena selalu membuatmu terlibat masalah,” ucap Ashlyn lagi, kini suara sangat serak karena sejak tadi terus menangis.
“Maaf, kini kau juga harus berurusan dengan para mafia itu karena aku, Hiks, …” ucap Ashlyn di iringi dengan tangisannya.
“Tidak apa-apa! Aku tidak menyesal sama sekali karena berhasil melindungi mu, karena aku juga memiliki seorang ibu dan adik perempuan. Jika sesuatu terjadi pada mereka seperti yang terjadi pada dirimu, aku harap akan selalu ada seseorang sepertiku yang melindungi mereka,” jelas Luca agar Ashlyn tidak merasa bersalah terus menerus.
“Hiks, … Aku tidak menyangka dia akan melakukan hal menjijikan seperti itu padaku,” ujar Ashlyn yang kembali terisak ketika mengingatnya.
“Apa kau mengenal orang itu?” tanya Luca hanya memastikan dan Ashlyn mengangguk membenarkan.
...****************...
Beberapa saat sebelum kejadian Luca mengamuk, ….
Sebelumnya Luca yang tengah melayani sekumpulan wanita muda, tidak sengaja mendengar pembicaraan pelayan lain tentang hubungan pertemanan Ashlyn dengan Leonard.
__ADS_1
Para pelayan itu mengatakan bahwa Ashlyn berteman dengan Leo, hanya untuk memanfaatkan uangnya saja.
“Hay, apa kalian lihat Ashlyn si anak ****** itu menawarkan dirinya secara suka rela mengantarkan minuman untuk Tuan Leo di ruang VVIPnya?” Pelayan satu mulai membuka topik pembicaraan.
“Benar, dia pasti ingin cari muka lagi untuk mendapatkan uang dari Tuan Leo! Bukankah dia mendekati Tuan Leo hanya kerena uang,” sahut temannya yang lain.
“Biarkan saja! Lama kelamaan dia pasti akan seperti ibunya yang selalu melebarkan kakinya di depan para pria mesum hanya untuk mendapatkan uang. Wajahnya saja ‘sok suci, padahal hatinya sangat busuk,” balas pelayan yang lainnya.
“Kita tunggu saja sampa hukum karma menghampirinya, saat itulah kita bisa menertawakan kebodohannya itu,” sahut pelayan satunya.
Namun, pembicaraan para pelayan itu membuat Luca teringat akan kejadian Alicia yang mengadu telah di keluarkan dari sekolah karena menunggak pembayaran uang sekolahnya selama satu semester.
Otak genius Luca pun langsung mengarah akan hal itu, bahwa kemungkinan besar Ashlyn akan menemui Leo untuk meminjam uang.
“Sial, jangan katakan kalau yang di bicarakan para pelayan itu memang benar-benar terjadi! Aku harus memastikannya sendiri,” batin Luca yang segera mendatangi ruangan VVIP yang di maksud.
Dan benar saja, setibanya Luca di depan ruang VVIP tersebut. Luca dapat mendengar dengan jelas suara tangis dan pemintaan tolong Ashlyn yang terdengar sangat putus asa. Tangisannya begitu menyayat hati Luca.
Seketika itu kemarahan Luca sudah tidak bisa terkendali lagi, dia menggenggam tangannya dengan kuat hingga buku tangannya terlihat memutih saking kuatnya menahan kemarahannya.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
__ADS_1