Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Ashlyn, Bukan Pengganti


__ADS_3

Sungguh di tengah banyaknya orang yang saat ini berada di sekitarnya, pikiran Luca hanya terfokus pada Ashlyn saja. Bahkan dia sampai tidak menyimak pembicaraan yang sedang terjadi di hadapannya.


Sementara Rayden dan yang lainnya sedang menceritakan sekaligus menjelaskan mengapa Axlyn berakhir dengan kematian. Mendengar kematian putri sulungnya yang begitu tragis, perasaan bersalah dan penyesalan mendalam seketika memenuhi hati dan pikiran Vinno.


“Jadi, sejak awal mereka hanya ingin menjadikan putriku sebagai kambing hitam saja! Dan secara diam-diam mereka bahkan mengambil alih organisasi pembunuh bayaran yang sudah aku besarkan selama ini,” ujar Vinno.


Kini dia akhirnya mengerti bahwa sejak kematian Axlyn, Joshua sudah mengincar posisinya dalam organisasi pembunuh bayaran itu. hanya tinggal menunggu waktu untuk mengambil alih segalanya.


Yaitu ketika Vinno telah mengetahui tentang kematian Axlyn dan tentang kebohongan yang selalu di berikan anak buah kepercayaan mengenai keadaan wanita yang dia cintai dan anaknya.


Sebagai seorang ayah, Vinno menempatkan Axlyn sebagai pewaris organisasinya agar untuk melindungi Axlyn sendiri yang sudah terlanjur di ketahui identitasnya oleh para anak buahnya.


Vinno melatih dan mengajari Axlyn cara membunuh agar bisa melindungi dirinya sendiri dari ancaman para musuhnya.


“Kami memang tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Axlyn selama bersama dengan anda! Namun, selama Axlyn bersama kami dia sangat membantu kami dalam segala hal,” ujar Rayden.


“Dan kami sangat menyesal atas kematian Axlyn, sekaligus berterima kasih karena berkat pengorbanan Axlyn putra kami, Luca masih hidup seperti sekarang! Selamanya kami tidak akan melupakannya pengorbanannya itu,” imbuh Zhia.


“Aku yakin pengorbanan putriku untuk melindungi Luca adalah keputusannya sendiri! Aku mengerti situasi kalian, maka dari itu aku tidak akan menyalahkan siapapun,” ujar Vinno yang berusaha tabah dan ikhlas menerima kabar kematian putri sulungnya itu.


“Meskipun waktu yang aku habiskan dengan Axlyn terbilang cukup singkat. Akan tetapi, selama aku menghabiskan waktu untuk melatihnya aku mengetahui satu hal yang pasti tentang sifatnya,” sambung Vinno.


“Putri sulungku itu tipe orang yang tidak akan peduli dengan orang lain, kecuali dia sangat menyayangi dan mencintainya dengan tulus. Maka nyawanya pun bisa dia korbankan untuk melindungi orang yang dicintainya,” lanjut Vinno sembari meneteskan air mata.


“Maaf, seharusnya kami menjaganya dengan baik!” ucap Rayden sambil tertunduk.


“Tidak! Putriku memang seperti itu, karena itulah dia merelakan masa depannya dengan menjadi pembunuh bayaran agar Ibu dan kedua adiknya tidak di libatkan dalam dunia hitam ini. Bisa di gantikan, sifatnya sangat mirip denganku,” ujar Vinno yang memaksa senyumannya di sela lelehan air mata yang tidak bisa dia hentikan dengan mudah.


“Anda sungguh ayah yang baik,” puji Zhia.


“Tidak, seperti yang Ashlyn katakan! Aku ‘lah ayah terburuk di dunia ini,” sanggah Vinno dengan cepat yang tak dapat air matanya lagi.

__ADS_1


“Aku bahkan tidak mengetahui bahwa putri sulungku kini telah tiada di dunia ini lagi! Aku tidak mengetahui bahwa wanita yang aku cintai selama ini menderita sakit yang sangat parah. Aku bahkan tidak tahu kedua putriku hidup dengan kesusahan, sedangkan hidupku baik-baik saja.” Vinno mencecar dirinya sendiri.


“Aku ‘lah pria terburuk di dunia yang membiarkan wanita yang sangat aku cintai hidup menderita dengan alasan demi keselamatannya!"


"Dan aku ‘lah, Ayah terburuk yang menjadikan putriku sendiri sebagai pembunuh bayaran hingga membuatnya mati dengan tragis. Aku ‘lah Ayah yang paling buruk, karena membuat anak-anaknya selalu hidup kelaparan dan serba kekurangan,” lanjutnya.


“Jangan berpikir seperti itu!” tukas Rayden yang tidak kuat mendengar penyesalan Vinno yang begitu mendalam.


“Benar, tidak ada yang perlu di sesali apa yang telah berlalu! Sebaiknya kau memperbaiki diri dan keadaan yang sedang terjadi saat ini untuk masa depan yang lebih indah,” imbuh Zhia yang hanya bisa memberikan saran untuk Vinno.


Vinno hanya terdiam sambil menangis menyesali semua yang telah di lalui keluarganya, karena kesalahannya dalam mengambil keputusan.


Akhirnya Vinno menyadari bahwa apa yang menurutnya adalah keputusan terbaik, belum tentu akan menjadi keputusan terbaik untuk orang lain yang terlibat di dalamnya.


Hingga dia teringat tentang pernyataan yang Luca buat tentang menyukai salah satu putrinya.


“Jadi, putri yang di cintai oleh Luca adalah Axlyn dan bukan Ashlyn?” tanya Vinno yang hanya ingin memastikan perasaan pria itu.


Sebab melihat Ashlyn, Vinno juga bisa mengetahui bahwa putri keduanya itu kini telah menaruh hatinya pada Luca. Sementara, Luca sendiri masih terjebak dengan perasaannya kepada Axlyn yang sudah tiada lagi di dunia.


“Luca! Tuan Vinno sedang bertanya padamu.” Sentuhan lembut Zhia seketika membuat Luca tersadar dari lamunannya.


“Iya, Mah! Ada apa?” tanya Luca yang memang sejak awal pikiran dan hatinya sedang tidak berada di tubuhnya.


“Apakah salah satu putriku yang di cintai olehmu adalah Axlyn dan bukan Ashlyn?” tanya Vinno yang mengulang pertanyaannya.


“Benar! Tapi aku tidak bisa menjaganya dengan baik,” jawab Luca penuh penyesalan.


“Lalu bagaimana dengan Ashlyn? Kenapa kau mendekatinya dan membuatnya berharap?” cecar Vinno yang tidak terima kalau putri keduanya hanya di jadikan sebagai tempat pelampiasan Luca, karena sosoknya yang sangat mirip dengan Axlyn.


“Awalnya aku hanya ingin membantunya saja, melihatnya yang hidup dengan susah membiayai pengobatan ibunya dan biaya sekolah adiknya!"

__ADS_1


"Tapi sepertinya aku telah menggunakan cara yang salah. Sungguh, saat itu aku tidak dapat memikirkan cara lain,” ungkap Luca penuh penyesalan.


“Jadi, kau tahu kalau Ashlyn sudah mulai jatuh cinta padamu?” cecar Vinno lagi.


“Maaf, aku sungguh tidak bermaksud sampai sejauh itu. Aku hanya ingin menjadi salah satu temannya saja,” jelas Luca dengan wajah tertunduk.


“Luca, bukankah Mamah sudah pernah memberitahumu! Bahwa pertemanan maupun persahabatan antara wanita dan pria tidak semudah itu. Mamah sudah berulang kali mengatakan di antara keduanya pasti akan ada rasa lain yang tumbuh,” ujar Zhia yang semakin kesal sendiri dengan keputusan yang di ambil Luca.


“Katakan yang sejujurnya padaku! Kau sebenarnya hanya ingin menjadikan Ashlyn sebagai pengganti Axlyn saja, bukan? Itulah alasan sebenarnya yang punya sejak awal!” Vinno mendesak Luca untuk berkata jujur.


“Tidak sama sekali!” jawab Luca penuh keyakinan.


“Meskipun wajahnya, tubuhnya dan semua yang aku lihat dengan mati ini sama dengan Axlyn! Namun, hati dan jiwanya sangat jauh berbeda!” sambung Luca mempertegas.


“Selama aku bersama dengan Ashlyn, tidak pernah sekalipun aku membiarkan atau menjadikan Ashlyn sebagai pengganti Axlyn! Karena mereka wanita yang berbeda, wanita yang aku cintai dan wanita yang kasihani!” Luca semakin mempertegas sekaligus membantah perkataan Vinno sebelumnya.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...

__ADS_1


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2