
Sejak kunjungan mereka di makam Axlyn, kini Ashlyn tidak meragukan lagi perasaan Luca untuknya. Ashlyn sendiri sudah tidak pernah lagi menganggap bahwa dirinya adalah pengganti Kakaknya.
Ashlyn adalah Ashlyn, begitu pula dengan Axlyn yang selamanya akan tetap menjadi Axlyn. Keduanya bukan pengganti untuk siapapun.
Dan setelah hari itu juga, Bu Hanna langsung mendapatkan perawatan special dari Lucia sendiri. Meskipun sebenarnya Lucia sudah tidak bekerja di rumah sakit sejak dirinya di nyatakan hamil.
Namun khusus untuk Bu Hanna, Lucia sedikit memaksakan diri untuk merawat bahkan mengoperasinya.
Tentu saja, keluarganya tidak ada yang setuju terutama Leci si suami super protective untuk istrinya yang tengah hamil besar dan isinya dua lagi.
Begitu pula dengan Bu Hanna yang menolaknya, dia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Lucia dan calon bayinya jika memaksakan diri untuk merawatnya.
Tapi Lucia juga bersikeras ingin tetap melakukannya, sehingga tercetuslah sebuah keputusan bahwa Lucia hanya boleh melakukan operasi tepat pada saat pencangkokan nya saja. Terlepas dari hal lainnya, Lucia tidak boleh melibatkan diri.
Alhasil, operasinya berjalan dengan sangat lancar. Kemampuan Lucia di dunia medis memang tidak bisa di ragukan lagi. Dalam beberapa minggu, Hanna terlihat pulih sepenuhnya meski harus di perhatikan pola makannya.
Berita kesembuhan Hanna semakin menambah kebahagiaan kedua keluarga itu. Dimana Luca dan Ashlyn juga tengah mempersiapkan pesta pernikahan mereka.
Awalnya Ashlyn ingin menunda pernikahan sampai Ibunya benar-benar sembuh, tapi Luca dan keluarga Xavier selalu membujuknya untuk mempercepat. Lagi pula tidak baik menunda hal yang baik.
“Apa yang mereka saja yang ingin kau undang di pernikahan kita?” tanya Luca pada Ashlyn yang hanya mengambil beberapa lembar undangan pernikahan mereka.
“Iya, aku tidak punya banyak teman di sini! Aah, … Di negaraku juga begitu,” jawab Ashlyn dnegan santainya.
“Yaa, … Sudah sisanya biar aku saja yang mengurusnya, tapi ini sepertinya masih kurang cukup banyak,” ujar Luca yang seketika membuat Ashlyn menatapnya tak percaya.
“Apa kau yakin masih kurang? I-ini masih tersisa begitu banyak ‘loh?” seru Ashlyn memastikan pendengarannya.
“Tentu saja masih kurang, sayang! Apa kau lupa kalau calon suamimu ini adalah seorang pengusaha dan ketua klan mafia terbesar di negara ini,"
"Jadi, sudah pasti banyak orang yang aku kenal dan secara tidak langsung aku harus mengundang mereka semua, bukan?” jelas Luca yang menyunggingkan senyumannya ketika melihat ekspresi terkejut Ashlyn.
“Tunggu! Jadi, berapa hari pestanya akan berlangsung?” tanya Ashlyn lagi untuk kembali memastikan dugaannya.
“Maksimal satu minggu dan kemungkinan bisa lebih,” jawab Luca yang sengaja mengatakan kebohongan agar dia bisa melihat ekspresi terkejut Ashlyn yang sangat menggemaskan di matanya itu.
__ADS_1
“APA!? Aku tidak mau selama itu, Luca!” tolak Ashlyn dengan tegas.
“Lalu kau mau berapa hari, sayang?” Luca menanyakan pendapat dari calon istrinya itu.
“SATU HARI! Dan tidak ada negosiasi lagi. TITIK!” Jawaban Ashlyn sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi.
“Tapi sayang, _....”
“Tidak bisa! Ibu baru saja sembuh dari menjalani operasinya dan aku tidak mau mengadakan sebuah pesta besar tanpa kehadiran Ibu di sana,” gumam Ashlyn dengan raut wajah penuh kesedihannya.
“Baiklah, aku akan minta Paman Will untuk mengurangi jumlah tamu undangannya dan kita hanya akan mengadakan pestanya dalam sehari saja.”
Pada akhirnya Luca selalu mengalah, dia tidak ingi pesta pernikahan yang seharusnya di penuhi dengan kebahagiaan malah untuk pengantin wanitanya sendiri tidak merasa bahagia.
Mendengar keputusan Luca yang menyetujui permintaannya, Ashlyn pun langsung menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan calon suaminya itu.
...****************...
Sementara di negara H, lebih tepatnya di kediaman keluarga Gustavo. Keluarga itu telah mendapatkan surat undangan pernikahan Luca dan Ashlyn lebih awal dari yang lainnya. Sebab keluarga Xavier ingin keluarga Gustavo datang lebih awal dari pada para tamunya yang lain.
“Ouh, … Kalian sudah kembali? Bagaimana dengan hari ini? Apakah Leo membuat masalah lagi, Pah?”
Selalu itu yang Joana tanyakan kepada Papahnya dengan tujuan menggoda putra semata wayangnya itu. Sebab Leo pasti akan langsung cemberut dan bergelayut manja padanya selayaknya anak kecil yang di anggap nakal oleh Mamahnya sendiri.
“Mamah kenapa suka sekali menggoda Leo ‘sih? Leo ‘kan bukan anak kecil lagi,” protes Leo sembari bergelayut manja sambil memeluk Joana.
“Di mata Mamahnya seorang anak selamanya akan terlihat seperti anak kecil, meski anaknya itu sudah tumbuh dewasa sepertimu. Lagi pula kau juga selalu bersikap manja pada Mamah, bagaimana Mamah tidak menganggap mu seperti anak kecil,” jelas Joana seraya menoel gemas hidung mancung putranya itu.
“Kalian berdua ini selalu saja seperti itu setiap kali aku pulang kerja! Putramu ini selalu baik saat bekerja, bahkan sampai ada sekelompok karyawan yang membuat sebuah club Leo Lovers. Menggelikan sekali!” jelas Simon yang mendengar kabar itu melalui sekertaris pribadinya.
“Hahahaa, … Benarkan seperti itu, Yuta?” ujar Joana.
Dia ingin memastikannya langsung dari mulut Yuta. Sebab dia tidak ingin keberadaan Yuta tidak di anggap di keluarga mereka. Apalagi Joana sudah secara resmi mengadopsi Yuta sebagai anaknya dan semua itu atas persetujuan Simon dan Leo.
“Iya, Mah!” jawab Yuta yang terdengar masih sangat canggung ketika mengucapkannya.
__ADS_1
“Benarkah? Kemarilah, Nak!” ujar Joana yang menyuruh Yuta untuk mendekat.
Yuta segera mendekatkan dirinya yang langsung di tarik Joana dalam pelukannya, masih dengan Leo yang sejak tadi memang sudah bergelayut manja padanya. Joana memperlakukan Yuta layaknya dia memperlakukan Leo selama ini.
“Jaga adik kecilmu ini, jangan sampai di culik sama tante-tante ‘yah,” celetuk Joana yang membuat Leo tidak suka mendengarnya, tapi berhasil membuat Simon dan Yuta tertawa terbahak-bahak.
“Mamah! Eeeh, … Tunggu! Kalau tante-tantenya seperti Mamah Leo rela lahir batin di culik,” balas Leo di sertai senyuman polosnya yang membuat mereka semakin tertawa lepas.
Hingga perhatian Simon teralihkan pada surat undangan yang ada di tangan putrinya sejak tadi.
Karena penasaran Simon pun menanyakannya, “Joana, undangan apa itu?”
“Aaah, … Ini Pah! Undangan dari keluarga Xavier, katanya satu minggu lagi Ashlyn dan Luca akan menikah!” jelas Joana sembari memperlihatkan undangan yang dia terima.
“Waahh, … Mereka gerak cepat juga ‘yah! Sepertinya aku harus memikirkan hadiah yang tidak terlupakan untuk pernikahan mereka.” Leo langsung merebut undangan itu dari tangan Mamahnya.
“Yuta, ayo bantu aku mencarikan hadiah cocok untuk mereka!” Kemudian, Leo langsung menarik tangan Luca untuk mengikutinya masuk ke dalam kamar.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
__ADS_1
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...