
“Tapi apakah Ibu tahu ayah pergi kemana? Soalnya ada yang ingin Kak Ashlyn bicarakan dengan Ayah,” ujar Alicia mencoba menanyakan keberadaan sang ayah pada ibunya.
“Bagaimana Ibu bisa tahu kemana Ayah kalian, kalau Ibu saja baru bangun tidur,” jawab Hanna.
“Apa di kamar mandi tidak ada?” tanya Hanna yang menjadi penasaran, karena tidak biasanya Vinno tidak ada untuk menyambut kedatangan kedua putrinya seperti biasa.
“Tidak ada, Bu! Kami sudah memeriksanya,” jawab Alicia, sedangkan Ashlyn lebih memilih diam menyimak pembicaraan keduanya.
“Ouh, … Mungkin Ayah kalian sedang mencari makanan untuk sarapan! Mungkin sebentar lagi Ayah kalian akan kembali,” ujar Hanna yang masih berpikiran positive pada suaminya.
Namun, sudah berselang dua jam lamanya Vinno masih belum juga menampakan sosoknya.
Perasaan khawatir pun mulai memenuhi hati dan pikiran Hanna, apalagi mengingat pekerjaan Vinno selama ini.
Tidak dengan Ashlyn yang malah mengira bahwa Vinno kembali menghilang lagi, meninggalkan mereka seperti sebelumnya.
“Licia, kenapa Ayah kalian belum kembali juga ‘yah?” tanya Hanna terlihat jelas kekhawatiran di raut wajahnya.
“Sudah Lyn duga, dia pasti akan meninggalkan kita lagi seperti sebelumnya!” seru Ashlyn sembari menahan rasa kesal di hatinya.
“Tidak mungkin! Ayah kalian bukan orang seperti itu, dia orang yang selalu memegang perkataannya sendiri.”
Hanna yang sangat mengetahui karakter suaminya, tentu saja membelanya dengan keyakinan penuh.
“Tapi lihat buktinya, Bu! Dia pergi begitu saja tanpa kabar, setelah aku memutuskan untuk mencoba mempercayainya!” Kali ini Ashlyn semakin menaikan nada suaranya.
“Kak, mungkin saja telah tejadi sesuatu kepada Ayah tanpa kita ketahui. Apa Kakak lupa apa pekerjaan Ayah sebelumnya.” Alicia ikut bersuara untuk membela ayah dan Ibunya.
“Sudahlah, percuma saja bicara dengan kalian! Lebih baik aku pergi bekerja saja sekarang!” bentak Ashlyn yang langsung meninggalkan ruangan rawat ibunya dengan perasaan kesal, karena tidak ada yang membelanya.
Siapa sangka ketika berada di Lorong rumah sakit di lantai ibunya di rawat, Ashlyn berpapasan dengan seorang pria yang seketika terpaku ketika melihatnya.
Ashlyn yang sedang diliputi kemarahan tidak begitu menghiraukannya. Dia lebih memilih untuk berjalan pergi dari rumah sakit.
“Axlyn, …” gumam pria itu tanpa di sadari meneteskan air matanya saat sosok yang sama persis dengan Axlyn melewatinya begitu saja.
“Tidak! Axlyn sudah lama meninggal dunia, dia pasti adiknya yang bernama Ashlyn. Pantas saja, Tuan Luca bisa dengan mudah jatuh cinta kepadanya, ternyata keduanya begitu mirip,” sambung pria itu menyadarkan dirinya.
__ADS_1
Benar, pria itu adalah Jack yang suda tiba di negara H sejak satu jam yang lalu. Sebelum pergi, Levi memberikan beberapa informasi yang ada selama mereka di negara H.
Salah satunya informasi tentang Vinno, ayah kandung Axlyn yang menjadi ketua organisasi bayaran paling di takuti di dunia.
Sehingga Jack pun berniat untuk menjalin kerjasama dengan Vinno untuk menyelamatkan Matt dan Max. Dan di sini ‘lah Jack berada sekarang, di rumah sakit tempat istri Vinno sedang di rawat untuk menemuinya.
Berkat informasi yang di berikan oleh staff administrasi rumah sakit, Jack pun akhirnya mendapatkan lokasi ruangan rawat Hanna.
Ketika sudah berada di depan ruangan yang di maksud, Jack sesaat terdiam mengumpulkan keberanian untuk menghadapi keluarga Axlyn sekaligus untuk minta maaf.
Tok, … Tok, … Tok, ….
Perlahan Jack mengetuk pintu ruangan itu, sekaligus semakin memantapkan hatinya. Tak lama kemudian, seorang gadis berseragam sekolah yang membukakan pintu itu dan menatap Jack dengan tatapan penuh curiga. Siapa lagi yang di maksud Jack, kalau bukan si bungsu Alicia.
“Maaf, anda siapa ‘yah?” tanya Alicia dengan tatapan penuh menyelidik pada Jack.
“Aahh, … Perkenalkan nama saya Jack, orang kepercayaan Tuan Levi sekaligus sahabat baik Axlyn selama ini,” jawab jack memperkenalkan dirinya seramah mungkin, meski sama sekali tidak cocok dengan penampilannya.
“Tuan Levi? Apa yang anda maksud suami Kak Lucia?” Alicia mencoba memastikan.
“Ayah tidak ada di sini! Dia tiba-tiba menghilang begitu saja, kami juga sedang mencarinya sejak tadi,” jelas Alicia yang terlihat kesal seperti kakaknya tadi.
“Vinno menghilang? Sejak kapan?” cecar Jack yang terlihat terkejut begitu mendengarnya.
“Aku juga tidak tahu! Semalam Ayah masih mengantar kami pulang, tapi pagi ini Ayah tidak kelihatan di mana pun.” Alicia kembali menjelaskan situasi yang sebenarnya terjadi.
“Jangan-jangan, …”
Hampir saja Jack kelepasan bicara, beruntung dia segera sadar bahwa masih ada keberadaan Alicia di depannya.
“Ada apa, Paman?” tanya Alicia yang penasaran.
“Aaah, … Tidak ada apa-apa! Maaf, sepertinya aku harus pergi sekarang! Lain kali, aku akan berkunjung lagi untuk memberi salam pada Ibumu,” ujar Jack yang segera melesat pergi tanpa mendengar jawaban dari Alicia lebih dulu.
Untuk memastikan dugaannya, Jack pun langsung menuju ke ruangan pengawasan cctv. Dimana Jack perlu memeriksa semua cctv yang ada di rumah sakit untuk mengetahui lokasi terakhir keberadaan Vinno sebelum menghilang.
Dengan menyamar sebagai salah satu petugas di rumah sakit itu, Jack berhasil memperkirakan siapa dalang dari menghilangnya Vinno.
__ADS_1
Terlihat bahwa ada seseorang yang menghampiri Vinno di lobi rumah sakit, kemudian ada beberapa orang yang mengikuti keduanya secara diam-diam.
“Sepertinya aku sedikit terlambat! Aku harus memberitahu Tuan muda tentang ini,” gumam Jack.
Tidak ingin menimbulkan kecurigaan, Jack pun segera meninggalkan ruangan pengawas. Dia segera pergi menuju mobilnya agar tidak ada satu pun yang bisa mendengar pembicaraannya dengan Levi.
Terlebih lagi, Jack juga menyadari bahwa sejak di depan kamar ruang rawat Hanna ada beberapa orang yang terus mengawasinya dan mengikutinya.
Beruntung saja, Jack menyamar sebagai salah satu petugas rumah sakit. Sehingga sekelompok orang itu kehilangan jejaknya.
Ternyata misi kali ini lebih berbahaya dari misi sebelumnya, mengingat dia langsung menjadi target untuk di singkirkan padahal baru beberapa jam dia di negara H.
Jack langsung tancap gas meninggalkan area rumah sakit sembari berusaha menghubungi Tuannya. Setelah beberapa kali tidak berhasil tersambung, akhirnya kali ini panggilan telepon Jack berhasil terhubung juga.
Ternyata dia lupa untuk mengatur jaringan koneksinya, secara tidak sadar Jack lupa bahwa dia sedang berada di negara asing.
“Sial, aku lupa bahwa sekarang aku sedang berada di negeri orang! Pantas saja, sejak tadi panggilan teleponku tidak bisa terhubung,” gumam Jack yang merutuki kebodohannya sendiri.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
__ADS_1