Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Mulai Terkuak


__ADS_3

Will menyadari bahwa telah terjadi sesuatu yang cukup serius, ketika melihat Luca yang biasanya sangat tenang. Kini terlihat begitu marah bahkan ingin membunuh berulang kali orang yang sudah mati.


Tak lama kemudian Felix, Jaydon dan Max ikut menghampiri keduanya. Sementara, Matt dan anak buahnya yang membereskan lokasi dan para mayat yang berhasil mereka bunuh itu.


“Ada apa?” tanya Felix menimpali pertanyaan Will yang belum di jawab.


“Gara-gara ulah bajingan ini, Lucia akhirnya mengetahui apa yang terjadi padaku di sini,” jawab Luca sembari mencoba meredakan amarahnya.


“Waah, … Ini gawat! Sebentar lagi bocah psikopat itu pasti menghubungiku!” seru Felix yang menebak sama persis dengan apa yang Luca dan yang lainnya pikirkan.


Drrrtt, … Drrrttt, ….


Benar saja, ponsel milik Felix langsung berdering dan menampilkan nama bocah psikopat sebagai panggilan masuk.


Luca yang menyadari bahwa Lucia benar-benar merengek pada suaminya, menyuruh Felix untuk menerima panggilan telepon itu dan menggunakan mode pengeras suara.


“Yakhh, … Apa yang terjadi dengan kalian di sana! Kenapa kalian memperlihatkan kejadian itu pada istriku, Sialan!” Teriakan Levi langsung terdengar begitu Felix menerima panggilan itu.


“Aish, … Tidak perlu berteriak! Aku juga sedang frustasi di sini!” bentak Luca yang membuat Levi langsung terdiam.


“Hay, apa kalian menggunakan mode pengeras suara sekarang?” tanya Levi memastikan.


“Iya!” sahut Felix sekenanya.


“Bagaimana keadaan adikku? Apa yang dia katakan padamu?” tanya Luca yang akan selalu mengutamakan adik kesayangannya.


“Dia menceritakan semua yang dia lihat melalui panggilan video itu! Lalu dia merengek untuk segera menyusul mu,” jelas Levi.


“Kau tidak menurutinya, bukan?” tanya Will yang mengira Levi akan langsung menuruti apapun keinginan Lucia.


“Yaakh, … Apa aku sudah gila! Tentu saja, aku tidak akan membiarkan istriku yang tengah hamil tua terlibat dalam masalah klan!” bentak Levi yang menyadari bahwa tadi adalah suara Will.


“Tapi dia hanya memberiku waktu satu hari untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan kalian. Maka dari itu aku menghubung Felix untuk menanyakannya,” lanjut Levi.


“Jangan biarkan adikku datang kemari! Katakan saja bahwa semuanya baik-baik saja, dia tidak perlu khawatir,” ujar Luca.


“Aku sudah mengatakan itu berulang kali! Tapi kau tahu sendiri ‘kan, bagaimana sifat dan karakter adikmu?” jelas Levi.


“Baiklah, aku akan menghubungi Lucia nanti agar dia tidak merasa khawatir lagi.”


Luca jelas sangat mengerti tentang sifat dan karakter adik kembarnya itu. Secara mereka berdua tumbuh bersama sejak kecil, akan sangat lucu kalau Luca tidak mengetahui apapun tentang Lucia.


Akhirnya Luca sendiri yang harus menenangkan adiknya dan mencegahnya untuk datang ke negara H.

__ADS_1


“Baiklah! Tapi, apakah kalian baik-baik saja di sana?” tanya Levi yang diam-diam juga mengkhawatirkan Luca dan yang lainnya.


“Tentu saja!” jawab Luca singkat.


“Ouhya, … Aku telah menemukan keluarga Axlyn di sini! Aku akan segera memberitahukan tentang kematian Axlyn kepada keluarganya,” ujar Luca yang merasa bahwa Levi harus tahu tentang itu.


“Benarkah? Tapi aku tidak bisa pergi ke sana untuk menemanimu menghadap keluarga Axlyn.” Terdengar suara Levi semakin rendah saat mengatakan.


“Biar aku saja itu sudah cukup untuk mewakili yang lainnya,” ujar Luca yang mengerti situasi Levi.


Sejak awal Luca memang hanya sekadar ingin memberitahu Levi saja, mengingat Levi yang menjadi Tuan yang di ikuti Axlyn sebelum meninggal dunia.


Cukup lama Levi terdiam sembari membayangkan Luca yang harus menghadapi kemarahan dari keluarga Axlyn.


Padahal sebagai Tuan yang di ikuti oleh Axlyn, dia juga memiliki kewajiban untuk meminta maaf secara langsung kepada keluarganya.


“Jika tidak ada yang ingin kau tanyakan lagi, kami akan menutupnya sekarang! Kami harus menyelesaikan masalah lain secepatnya, karena batas waktu yang di berikan sangat terbatas,” ujar Felix.


“Baiklah, aku tutup teleponnya sekarang!” sahut Levi.


Setelah itu, Levi pun langsung memutuskan sambungan teleponnya. Terlihat Luca sedang memperhatikan Matt dan anak buahnya yang sudah hampir selesai membersihkan kekacauan yang di buat oleh pembunuh bayaran itu.


“Kita pergi ke markas tempat organisasi pembunuh bayaran itu sekarang juga!” seru Luca yang membuat Matt langsung mendekatinya.


“Benar! Jika kita diam saja seperti ini, maka tidak aka nada habisnya,” jawab Luca dengan membulatkan tekad.


“Ta-tapi, _....”


“Jangan banyak bicara! Tunjukan saja jalannya,” ujar Will yang sependapat dengan Luca.


“Baiklah!” Akhirnya Matt hanya bisa menuruti perintah itu.


...****************...


Disisi lain, Leonard kembali berulah. Dia mendatangi mini market yang selama beberapa hari menjadi tempat kerja Luca dan Ashlyn. Dimana Leonard juga pernah membuat masalah di sana, meskipun di gagalkan oleh Luca.


“Hay, dimana bajingan itu?” seru Leonard pada Ashlyn yang sedang menata barang.


Ashlyn hanya diam menatap kedatangan Leonard dan anak buahnya. Ashlyn sangat takut kejadian tempo hari akan terulang lagi, apalagi saat ini Luca sedang tidak ada bersamanya. Bahkan Leonard membawa lebih banyak anak buah di bandingkan yang sebelum.


“Hay, kau tuli atau gagu! Kenapa tidak menjawab, Hah?” bentak Leonard ketika Ashlyn tidak menjawab pertanyaannya.


“Siapa yang kau maksud?” Akhirnya Ashlyn bersuara, meskipun di tengah ketakutannya.

__ADS_1


“Bajingan yang selalu bersama denganmu itu!” seru Leonard.


“Siapa namanya?”


Leonard bertanya dengan berbisik pada Yuta, dia benar-benar lupa dengan nama orang yang telah membunuh ayahnya itu.


“Luca, Tuan muda!” sahut Yuta.


“Benar, dimana dia sekarang?” Leonard kembali menanyakan keberadaan Luca pada Ashlyn.


“Dia sudah tidak datang bekerja lagi selama beberapa hari ini,” jelas Ashlyn, sebelum Leonard membuat kekacauan di mini market tempatnya bekerja seperti sebelumnya.


“Dia sudah tidak bekerja di sini lagi? Apa dia sudah kembali menjadi Tuan muda terhormat sekarang,” gumam Leonard yang bisa di dengar dengan jelas oleh Ashlyn.


“Apa maksudmu dengan ‘Tuan muda yang terhormat’?” tanya Ashlyn yang bingung mengapa Leonard mengatakan Luca sebagai Tuan muda.


“Apa kau sungguh tidak tahu siapa Luca sebenarnya?” Bukannya menjawab, Leonard malah balik menanyakan Ashlyn.


“Yang aku tahu Luca hanya seorang pria biasa yang sedang merantau untuk mencari pekerjaan untuk keluarganya. Maka dari itu, _....”


“Aish, … Kau kau begitu bodohnya sampai bisa di bohongi olehnya sampai sekarang?” potong Leonard.


Dia memiliki ide membuat hubungan Ashlyn dan Luca menjadi hancur. Leonard masih mengira bahwa Luca dan Ashlyn memiliki hubungan yang special. Bahkan saat dia datang mengacau Luca dengan tegas mengatakan bahwa Ashlyn adalah kekasihnya.


“Luca itu sebenarnya orang paling kaya di Negara A! Kau juga tidak tahu itu, bukan?” ujar Leonard mencoba memprovokasi Ashlyn lagi.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2