
“Tentu, senang bekerjasama dengan anda!” ucap Robert yang langsung menanda tangani dokumen itu dan meletakkan stempel resmi miliknya tanpa ragu.
Begitu Robert selesai menanda tangani surat jual beli HK Group, Luca langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan rumah sederhana itu. Tentu saja sebagai pengawal Max dan Matt segera mengikuti kemana pun tuannya pergi.
Tanpa memperdulikan permintaan Robert dan Henry yang memintanya untuk berada di sana lebih lama, Luca langsung saja masuk ke dalam mobilnya. Luca sama sekali tidak peduli bahwa dirinya di anggap angkuh, sombong dan lain sebaginya.
Sebab dia benar-benar sedang dalam keadaan bad mood, setelah mendapat kepastian bahwa dia lagi-lagi harus terlibat dengan perselisihan antar mafia. Dimana hal itu akan kembali mengingatkannya tentang kehilangan cinta pertamanya, Axlyn.
Melihat Luca yang sudah duduk nyaman di dalam mobil, Matt sebagai driver pun segera masuk ke dalam mobilnya. Namun, ketika Max juga berniat untuk masuk ke dalam mobil langkah terhenti ketika Henry menarik tangannya.
“Tuan Max, apakah perkataan kami ada yang kurang berkenan pada Tuan Luca? Kenapa dia terlihat sedang marah?” tanya Henry memastikan bahwa dirinya tidak jatuh ke tangan mafia lain, setelah terbebas dari mafia yang satunya.
“Tidak apa-apa! Sebenarnya ini rahasia awam, bahwa Tuan Luca sebenarnya membenci klan mafia! Jadi, tidak perlu di pikirkan atas sikapnya barusan.” Max sengaja mengatakannya sambil berbisik.
Melihat Max yang berbicara sambil berbisik membuat Luca menyadari bahwa pengawalnya itu pasti sedang mengatakan hal yang tidak-tidak tentang dirinya.
Luca pun segera membuka kaca jendela mobilnya dan berseru, “Max, cepat masuk! Kau ingin ikut atau di tinggal di sini!”
“Yaa, Tuan! Saya ikut!” sahut Max yang segera masuk ke dalam mobil.
Namun, siapa sangka Henry dan Robert malah mendekat ke arah mobil dan mengatakan sesuatu yang di luar ekspetasi Max pada Luca.
“Tuan Luca, kami mengerti perasaan anda! Sesungguhnya kami juga sangat membenci mafia, dimana mereka hanya menggunakan otot dan bukan otak,” ujar Henry yang terlihat antusias.
“Benar, Tuan Luca! Mereka bahkan menggunakan kelemahan seseorang untuk mencapai tujuan mereka. Akan tetapi, aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan mafia seperti anda! Meskipun anda terkesan dingin, tetapi hati anda sesungguhnya sangat baik dan hangat,” imbuh Robert yang membuat Luca seketika mematung mendengar ucapan kedua pria paruh baya itu.
“Emm, …” Luca hanya menanggapi perkataan kedua orang itu dengan deheman.
“Mulai hari ini mereka akan melindungi kalian! Dan kami juga sudah menempatkan beberapa orang untuk mengawasi dan melindungi anggota keluarga kalian,” jelas Max seakan tahu bahwa dia harus menjelaskan tindakannya.
“Sekali lagi, terima kasih banyak Tuan!” ucap Hnery dan Robert sembari membungkuk memberi hormat yang hanya di angguki kepala saja oleh Luca.
“Matt, pergi sekarang!” perintah Luca.
“Baik, Tuan!” sahut Matt.
Matt pun segera menginjak gas dan perlahan mobil mewah itu meninggalkan area pedesaan. Selama beberapa saat Matt dan Max terdiam, karena melihat Luca yang sejak tadi sudah diam.
Sikap diam Luca ternyata bukan tanpa sebab, tetapi dia terus memikirkan perkataan Robert padanya yang secara tidak langsung mengatakan ada kebaikan juga yang terlihat dari klan mafia yang di besarkan oleh papahnya.
“Maaf, Tuan! Apakah kita akan langsung kembali ke hotel?” Matt memberanikan diri untuk menanyakan tujuan mereka selanjutnya.
__ADS_1
“Iya!” jawab Luca singkat dengan dinginnya.
“Baik, Tuan!” sahut Matt yang kembali focus menyetir.
“Tuan, kita sudah berhasil mendapatkan kembali HK Group! Apakah kita akan segera kembali ke negara A?” tanya Max yang mengira tugas mereka sudah selesai di sana.
“Ini hanya permulaan! Tugas kita yang sebenarnya baru saja di mulai.”
Jawaban dari Luca seketika menimbulkan tanda tanya besar di kepala Matt dan Max. Meskipun keduanya berasal dari klan mafia, tetapi mereka tidak pernah terlibat dengan pekerjaan bisnis Tuannya seperti sekarang.
Mereka berdua hanya di perintah untuk mengurus dan membereskan orang-orang yang berani membuat masalah saja.
“Hah? Apa maksudnya?” seru Matt dan Max bersamaan yang membuat Luca sedikit terkejut dengan reaksi kedua pengawal yang tidak pernah dia harapkan itu.
“Astaga, teriakan kalian mengejutkanku,” gumam Luca sembari membenarkan posisi duduknya.
“Tuan, kenapa anda mengatakan seperti itu?” Max kembali memperjelas pertanyaannya.
“Kalian akan mengetahuinya nanti,” jawab Luca dengan santainya.
Perkataan Luca sama sekali tidak menjawab pertanyaaan Max dan Matt. Meskipun pun begitu keduanya tetap diam, tidak berani menanyakan lebih jauh lagi.
Mereka pun melalui jalan yang sama seperti sebelumnya. Hingga mata Luca kembali menangkap sosok yang mirip mendiang cinta pertamanya, seketika itu juga dia teringat tentang janji yang dia buat dengan gadis itu.
“Matt, hentikan mobilnya sekarang!” perintah Luca secara tiba-tiba yang membuat Matt terkejut hingga langsung mengerem mobilnya secara mendadak.
“Ada apa, Tuan?” tanya Max dengan tatapan bingung.
“Sepertinya gadis itu sedang menungguku,” jawab Luca sembari menunjuk ke arah Ashlyn yang dengan duduk di tempat yang sama ketika tadi mereka bertemu.
Matt dan Max sontak melihat ke arah Aslyn berada dan berkata, “Ouh, … Benar, dia Ashlyn!”
“Aish, … Sial, aku tidak mungkin menemuinya dengan mengenakan setelan jas mahal ini,” umpat Luca, sikap dinginnya entah menghilang kemana.
Matt segera membuka dashboard mobilnya dan mengambil sesuatu di dalam sana. Kemudian memberikan benda itu kepada Luca seraya berkata, “Tuan, kenakan saja kaos ini!”
“Kau dapat dari mana benda ini?” tanya Luca dengan tatapan menyelidik.
“Aaah, … Aku tidak sengaja membelinya dari penjual di jalanan tadi! Tapi tenang saja, meskipun tidak ada merek tapi masih tetap layak pakai ‘kok,” jelas Matt yang secara tidak langsung mengatakan bahwa itu adalah pakaian murah yang tidak sengaja dia beli karena kasihan pada penjualnya.
Tanpa pikir panjang Luca pun mengganti pakaian atasnya dengan kaos murahan itu. Sepanjang hidupnya, baru kali ini Luca mengenakan pakaian dengan harga murah pada tubuhnya.
__ADS_1
Walaupun harganya murah, tetapi ketika melekat di tubuh kekar Luca menjadi terlihat sangat mahal.
“Matt, cari tahu dan awasi pergerakan dari klan itu! Sedangkan Max, gantikan aku untuk mengurus pekerjaan kantor selama aku bersama dengan gadis itu. apa kalian mengerti?”
Sebelum keluar dari mobilnya, Luca memberi dan membagi perintah untuk Matt dan Max.
“Tenang saja, Tuan! Anda bisa bersenang-senang dengan nyaman, biar yang lainnya menjadi urusan kami berdua!” sahut Max yang tersenyum penuh arti.
^^^Bersambung, ....^^^
'Nih yang kemarin menanyakan visual terbaru para tokoh! Kita mulai dari yang udah berpasangan dulu 'yah!
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
__ADS_1