
“Hah? Jadi mereka, ….”
Perkataan Lucia terpotong, karena Hanna yang mencoba menjelaskan situasi yang sebenarnya terjadi.
“Maaf, kami tidak berniat mengintip ataupun menguping pembicaraan kalian! Kami tidak sengaja lewat dan berniat untuk memberitahu kalian bahwa pintunya masih terbuka lebar,” jelas Bu Hanna yang tidak ingin di salah pahami sebagai orang yang tida baik.
“Benar, ruang rawat ibu saya berada tepat di sebelah ruangan ini.” Terlihat Alicia juga sepertinya satu pemikiran dengan ibunya.
“Tidak apa-apa! Terima kasih suda mau mengingatkan kami,” ujar Lucia yang tersenyum manis pada Ibu Hanna dan Alicia.
“Syukurlah, kalian tidak salah paham kepada kami,” ungkap Bu Hanna yang membalas senyuman manis Lucia dengan senyuman manisnya.
“Apa Kakak sedang mengandung bayi kembar?” tanya Alicia yang tertarik pada perut besar Lucia yang tampak jelas dari kejauhan.
“Alicia, kau tidak boleh bersikap tidak sopan seperti itu!” Bu Hanna dengan cepat mengingatkan putrinya.
Lalu minta maaf dengan berkata, “Maafkan sikap tida sopan putri saya, dia masih remaja sehingga tidak bisa membedakan perilakunya!”
“Tidak apa-apa! Aku malah senang mendapat teman di hari pertamaku harus menginap di rumah sakit ini,” ujar Lucia yang tentu saja berbohong, karena sebenarnya dia sudah di perbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.
“Masuklah! Kemari, kita bisa berbagi cerita untuk mengisi kebosanan masing-masing.” Bahkan Lucia mempersilahkan Ibu Hanna dan Alecia untuk lebih mendekat padanya.
“Apa boleh kami berkunjung?” tanya Alicia memastikan kembali.
“Tentu saja! Cepat kemarilah, bukankah kau juga penasaran dengan perut besar ku ini,” goda Lucia yang terlihat lebih bahagia dari sebelumnya.
Alicia menatap ke arah ibunya untuk meminta persetujuan darinya. Ibu Hanna pun menganggukkan kepalanya, menandakan dia mengijinkan mereka masuk ke dalam untuk mengunjungi Lucia.
Terlihat Levi tidak keberatan sama sekali dnegan kunjungan ibu dan anak itu, dia bahkan memberikan ruang agar mereka bisa merasa nyaman dengan Lucia.
“Bagaimana kau bisa mengetahuinya, kalau aku sedang mengandung bayi kembar?” tanya Lucia yang terlihat antusias ketika berbicara dengan Alicia.
“Soalnya perut Kakak terlihat lebih besar dari orang hamil pada umumnya,” jelas Alicia yang terlihat sama antusiasnya dengan Lucia.
“Ouhya, … Perkenalkan nama saya Alicia! Dan ini ibu saya,” imbuh Alicia yang memperkenalkan dirinya.
“Saya Hanna, kau bisa memanggilku Ibu Hanna!” Begitu juga dengan Bu Hanna yang tidak lupa memperkenalkan namanya.
__ADS_1
“Saya Lucia! Lalu ini suami saya Levi serta Dr. Chloe, dokter yang menangani kondisi saya selama masa kehamilan.”
Lucia juga memperkenalkan dirinya dan Dr. Chloe yang masih berada di dalam ruang rawat tersebut. Sedangkan Dokter rumah sakit yang sebelumnya sudah meninggalkan ruangan itu sebelum kedatangan Ibu Hanna dan Alicia.
Setelah perkenalan, mereka melanjutkan saling berbagi cerita tentang kandungan Lucia. Bahkan Lucia juga mendapatkan beberapa tips cara merawat anak dari Ibu Hanna.
Selain itu, Alicia yang bercita-cita ingin menjadi seorang dokter juga mendapat beberapa ilmu dari Dr. Chloe yang ikut ngerumpi.
Sementara keberadaan Levi di sana terabaikan, meski begitu Levi tidak begitu memperdulikannya.
Sebab dirinya sendiri juga sedang sibuk mengikuti rapat dadakan dalam klan secara online dengan menggunakan earphone.
Dimana Rayden dan yang lainnya sedang membahas cara untuk mengatasi Joshua dan Simon.
“Cano, bagaimana sekarang kau akan menyelesaikan masalah ini dalam waktu seminggu?” tanya Noland pada putranya.
“Paman Jaydon dan Paman Felix, cari tahu tentang orang bernama Joshua dan seberapa besar kekuatan mereka saat ini. Kemudian tetap awasi setiap pergerakan mereka. Jika perlu kalian boleh memanggil anak buah kita untuk datang ke negara ini,” jelas Luca yang langsung angkat bicara mewakili Papahnya.
“Okay, meski itu sedikit merepotkan kami bisa melakukannya,” ujar Felix yang menerima perintah itu dengan senang hati.
“Aku juga setuju,” sahut Jaydon yang memang seorang penurut sejak awal.
“Siap laksanakan!” sahut Will.
“Benar, sudah jelas dia akan mengirim anak dan cucunya untuk menghindari kita sementara waktu! Lakukan saja seperti yang Luca katakan tadi,” ujar Rayden yang sangat menyetujui rencana Luca.
“Lalu bagaimana dengan kami bertiga, Pah?” tanya Rayga mewakili ketiga saudara kembarnya.
“Untuk sementara tugas kalian hanya membantu saja! Jika dalam waktu satu minggu masalah ini belum juga selesai, maka kalian bertiga yang akan mengambil alih tugas Luca di sini,” jelas Rayden pada ketiga putra kembarnya.
“Dan bagaimana denganku?”
Tiba-tiba suara Levi mengejutkan semua orang yang berada di sana. Hingga membuat mereka semua yang ada di sana heboh sendiri menjadi keberadaan sumber suara Levi itu. Ternyata secara diam-diam Regis melakukan panggilan suara dengan Levi.
“Maaf, Pah! Kak Levi memaksaku untuk menelponnya ketika kita sedang menyusun rencana,” ucap Regis yang menjelaskan situasinya.
“Kau cukup menjaga dan melindungi adikku saja! Jangan terlibat lebih jauh lagi!” seru Luca menegaskan pada Levi. Lalu Luca langsung mengambil alih ponsel milik Regis dan langsung memutuskan sambungan telepon tersebut.
__ADS_1
“Dan bagaimana dengan Duo M itu? Maksudku Max dan Matt.” Felix segera meralat pertanyaan ketika mendapat tatapan tajam dari Rayden dan Luca yang sama-sama menakutkannya.
“Mereka akan tetap menjadi pelindung Ashlyn dan keluarganya, begitu juga dengan anda. Sebab kita tidak boleh melibatkan mereka bertiga terlibat denan kehidupan mafia,” jelas Luca sembari menunjuk pada Vinno yang sejak tadi menunggu bagiannya.
“Benar, manfaatkan kesempatan ini untuk lebih dekat dengan keluargamu! Semakin bertambahnya umur, maka akan semakin tua tubuh kita. Untuk apa kekuasaan yang besar dan harta yang berlimpah kalau masa tuamu kelak akan di habiskan sendirian.”
Noland mencoba memberikan sebuah pencerahan kepada Vinno agar tidak mengabaikan keluarganya lagi seperti sebelumnya.
Terlihat Vinno terdiam mencerna setiap perkataan Noland yang seketika langsung menyadarkan pemikirannya.
“Baiklah, sepertinya sudah cukup seperti ini saja untuk sekarang, _....”
“Tunggu! Bukankah Kak Luca belum mendapatkan tugasnya, begitu juga dengan Papah dan Grandpa!” seru Rayga yang merasa bahwa pembagian tugas itu belum adil.
“Hay, bocah! Tugas Kakakmu ini malah lebih besar dan berbahaya dari kalian semua,” ujar Noland menekankan yang membuat Rayga menjadi sangat penasaran.
“Memang apa tugas Kak Luca?” tanya Rayga dengan polosnya.
“Mengaku dan meminta maaf, memangnya apa lagi?” seru semua orang yang terlihat gemas dengan kepolosan Rayga.
“Benar, terutama pada Ashlyn! Sebab sudah sangat jelas bahwa gadis itu merasa Luca hanya menjadikan dirinya sebagain pengganti dari Kakaknya saja,” ujar Will yang membuat Luca seketika berubah menjadi sedih lagi.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
__ADS_1
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...