Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Target Balas Dendam


__ADS_3

Sontak, Joana pun seketika melontarkan tatapan tajamnya pada sang Ayah yang terlihat sedang mengintimidasi Yuta agar tetap tutup mulut.


Simon pun segera mengalihkan pandangannya untuk mengindari tatapan tajam dari Joana. Seperti itulah yang selalu terjadi ketika Joana berniat mencari kegiatan putranya melalui Yuta.


“Pah!” seru Joana yang masih menatap tajam pada Simon.


“Why? Ada apa? Itu bisnis legal, bukankah kau tadi mengatakannya kalau aku boleh mewariskan bisnis yang legal pada cucuku,” sahut Simon menjelaskan sekenanya.


“Nyonya, sebenarnya cara kami melakukan pertemuan itu menggunakan cara Ilegal! Tuan besar yang menyarankan untuk membawa nama klan untuk menakuti lawan,” ujar Yuta yang tidak bisa membohongi Joana.


“Papah!” seru Joana yang membuat Simon seketika terdiam.


“Lalu apa yang tejadi pada pertemuan itu?” tanya Joana lagi yang ingin mengetahui semuanya yang terjadi.


“Kami sedikit terlibat cekcok dengan pihak mereka! Namun, dari pertemuan itu kami mengetahui bahwa lawan yang kita hadapi adalah Luca Cano Xavier. Putra sulung dari Rayden Cano Xavier, anak yang telah membunuh Tuan Evan 16 tahun yang lalu.”


Penjelasan Yuta kali ini bukan hanya membuat Simon saja yang terdiam, tetapi Joana juga ikut terdiam. Kedua sama-sama terkejut dan menganggap takdir sedang mempermainkan hidup mereka.


Joana yang berusaha keras untuk menjauhkan keluarga dan putranya dari keluarga Xavier, tanpa di sangka takdir tetap mempertemukan mereka.


“Lalu apa yang terjadi?” tanya Simon yang penasaran apa yang terjadi selanjut.


“Pada saat pertemuan itu, dia hanya di wakilkan oleh sekertaris nya. Akan tetapi, saya melihat dia datang bersama dengan seorang gadis ke club itu,"


"Dan begitu saya lengah, karena harus menjalankan perintah Tuan muda. Dia menyerang Tuan muda dan anak buah kita tanpa ampun,” jelas Yuta yang terdengar sedang memprovokasi Simon dan Joana.


“Aku lihat Leo tidak terluka sedikitpun! Jadi, tolong katakan yang sebenarnya jangan mengatakan hal yang membuat kami menjadi salah paham. Aku memutuskan menjadi walimu, tidak untuk mengharapkan kebohongan darimu, Yuta,” ujar Joana mengingatkan Yuta bahwa sikapnya tidak baik.


“Maafkan saya, Nyonya! Sebenarnya yang terjadi Tuan muda yang sudah dalam keadaan mabuk parah mencoba menodai wanita yang datang bersama dengan Luca,” jelas Yuta memperjelas situasinya.


“Dia datang untuk menyelamatkan wanita itu, dia memang memukul pengawal Tuan muda tapi tidak sekali pun memukul Tuan muda. Luca hanya mendorong tubuh Tuan muda agar menjauh dari tubuh wanita itu,” lanjutnya dengan wajah tertunduk.


“Bagus, Yuta kau masih bicara jujur padaku! Mulai sekarang jangan biarkan Leo berhadapan dengan Luca lagi. Biarkan apa yang terjadi di masa lalu menjadi bagian dari masa lalu dan jangan pernah membahasnya lagi,” pesan Joana.


Dia segera meninggalkan ruang tamu begitu saja, setelah selesai dengan urusannya. Kini tersisa Simon dan Yuta yang masih berada di sana.


Putrinya memang seperti itu, tidak pernah ingin membalas dendam atas kematian Evan sebagai calon suami dan ayah dari anaknya.

__ADS_1


Tetapi tidak untuk Simon yang akan membalas pada semua orang yang menyebabkan penderitaan pada anak dan cucunya.


“Jadi, kau mengetahui siapa dan bagaimana Luca Cano Xavier itu?” tanya Simon pada Yuta.


“Benar, Tuan! Kami memang kesulitan menemukan data maupun foto dirinya, karena keamanan pada datanya begitu kuat! Namun, aku tidak sengaja melihat dia bertemu dengan sekertaris yang kami temui saat berada di depan club itu,” jelas Yuta.


“Kerja bagus! Perintahkan beberapa anak buah kita untuk membunuh Luca secara diam-diam. Jangan sampai Joana tahu tentang rencana kita ini dan segera kirimkan foto serta informasi tentang anak itu,” ujar Simon menegaskan pada Yuta.


“Ba-baik, Tuan besar!” sahut Yuta yang tidak bisa menolak perintah itu.


“Bagus, kau boleh kembali sekarang!” ujar Simon pada Yuta.


Yuta pun segera pergi dari sana dan kembali ke kamarnya. Sungguh sebenarnya dia tidak mau terlibat dengan rencana Simon. Sebab dia merasakan Leo pasti akan ikut di libatkan dalam rencana balas dendam itu.


Dan jika Joana sampai mengetahuinya, maka dia tidak akan pernah bisa di maafkan lagi. Terlebih lagi dia sudah berulang kali di ingatkan oleh Joana.


Sepeninggal Yuta, Simon masih berada di tempatnya. Kemudian dia menghubungi seseorang yang merupakan salah satu teman baiknya dalam dunia gelap atau dunia mafia.


Dia tahu bahwa Yuta tidak akan melakukan tugas yang di berikan dengan maksimal, karena pada dasarnya anak itu hanya akan mematuhi perkataan Joana saja.


“Ternyata kau masih mengenali suaraku ini, Vinno!” ujar Simon yang tenyata memiliki hubungan yang sangat baik dengan Vinno.


“Tentu saja mudah mengenalimu, apalagi namamu langsung bisa terbaca sebagai panggilan masuk! Sudah jangan basa basi, katakan apa yang yang kau inginkan dariku?”


Vinno memang terkenal sebagai orang yang tidak suka berbelit-belit. Karena setiap waktu yanga dia terbuang untuk sebuah omong kosong, dia sudah bisa membunuh beberapa orang sekaligus.


“Aku membutuhkan orang-orang terbaik yang kau miliki untuk membunuh seseorang!” ujar Simon yang langsung mengatakan tujuannya.


“Siapa targetnya?” tanya Vinno memastikan sebelum dia menyetujui permintaan itu.


“Luca Cano Xavier! Saat ini dia sedang berada di negara ini hanya dengan beberapa pengawal dan anak buahnya. Bisakah kau membereskan dia untukku?” jelas Simon.


“Apa bayarannya?” tanya Vinno lagi bernegosiasi sebelum kesepakatan.


“Apapun yang kau inginkan,” jawab Simon penuh percaya diri.


“Bagaimana kalau aku menginginkan putrimu?” ujar Vinno.

__ADS_1


“Maka sebelum kau berhasil membunuh targetnya, aku yang akan membunuhmu terlebih dahulu,” ancam Simon yang tidak akan membiarkan putrinya di sentuh oleh orang seperti Vinno.


“Hahahaa, … Aku hanya bercanda! Kenapa kau begitu serius menanggapinya.”


Terdengar Vinno tertawa senang karena berhasil mempermainkan Simon.


“Kirimkan aku foto dan informasi targetnya, maka aku akan mengirim orang-orang terbaikku,” sambungnya.


“Baiklah,” sahut Simon yang langsung menutup sambungan telepon itu.


Setelah itu, Simon segera mengirimkan foto dan informasi yang di berikan Yuta. Namun, beberapa saat Simon terdiam ketika melihat foto Luca yang di ambil diam-diam oleh Yuta.


Tiba-tiba Simon teringat dengan masa lalunya, dimana dia memaksa Evan untuk menikahi Joana dengan alasan sebagai pernikahan bisnis di antara mereka.


Dulu keluarga mereka tinggal dan menetap di negara B. Akan tetapi, gagalnya pernikahan bisnis antara Joana karena meninggalnya Evan membuat mereka harus pindah untuk tetap menjaga nama baik keluarga Gustavo.


Terlebih lagi saat kabar meninggalnya Evan, di saat itu pula dokter menyatakan bahwa Joana sedang dalam keadaan mengandung dua bulan. Jadi, bisa di katakan bahwa Leonard seumuran dengan Triple R.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2