
“Biarkan saja! Lagi pula mereka hanya akan mengatakan omong kosong saja sejak tadi,” jawab Luca dengan raut wajah cemberutnya.
Tiba-tiba Luca membaringkan tubuhnya di samping Ashlyn, sehingga gadis itu terpaksa bergeser ke sisi lain untuk memberikan ruang.
Detik berikutnya Luca langsung meraih tubuh Ashlyn kembali dalam pelukannya dan menjadikan lengannya sebagai bantal untuk gadis yang sudah resmi menjadi kekasihnya itu.
“Luca, apa yang kau lakukan?” tanya Ashlyn yang tampak panik, sebab dia takut di lihat oleh orang lain lagi.
“Tentu saja beristirahat! Lihatlah, aku juga sedang memakai pakaian pasien saat ini,” jawab Luca dengan santainya.
“Bagaimana kalau ada yang tiba-tiba masuk ke sini dan melihat kita seperti ini,” ujar Ashlyn yang terlihat jelas dia sedikit khawatir bahwa kejadian tadi bisa terulang lagi.
“Tenang saja! Aku sudah mengunci pintunya, sekarang tidak ada yang akan mengganggu kita lagi,” jelas Luca yang perlahan mulai memejamkan matanya.
Ashlyn sedikit merasa lega setelah mendengar penjelasan Luca, tapi dia terus saja mendengar sebuah keributan tepat di depan ruangan rawatnya.
Ashlyn yang penasaran ingin pergi untuk memastikan apa yang terjadi di luar sana. Akan tetapi, rengkuhan tangan Luca pada perutnya membuatnya tidak bisa bergerak.
“Abaikan saja para pengacau itu, nanti juga pergi sendiri!” bisik Luca masih dengan memejamkan matanya.
Ashlyn tidak menanggapinya sama sekali, meski dirinya masih merasa penasaran tapi percuma Luca tidak akan membiarkan dirinya pergi sedikitpun.
Alhasil, Ashlyn lebih memilih mengalah dan membalas pelukan Luca. Hingga perlahan rasa kantuk juga menghampirinya dan tanpa sadar dia mulai tertidur dalam dekapan hangat Luca.
Sementara yang terjadi di depan ruang rawat Ashlyn adalah keributan yang Alicia buat dengan berdebat dengan Rayden Levi. Dimana Papah dan menantu kesayangannya itu melarang Alicia untuk menemui kakaknya.
Selain memang kamarnya yang sudah di kunci oleh Luca, Rayden dan Levi tidak ingin Alicia menyaksikan secara Live apa yang mereka lihat sebelumnya.
Alicia yang tidak terima dirinya di larang untuk menemui kakaknya sendiri terus mencoba untuk menerobos masuk. Akan tetapi, Rayden dan Levi dengan kompak menghentikannya. Alhasil, membuat gadis itu semakin kesal dan marah.
“Yakh, … Lepaskan! Aku ingin menemui Kakakku! Apa hak kalian melarangku untuk menemuinya!” seru Alicia tanpa ada rasa takut sedikitpun berdebat dengan Raja iblis Rayden dan Levi si bocah psikopat.
“Mungkin sebagai calon Papah mertuanya,” ujar Rayden dengan penuh percaya diri.
“Hah? Apa yang Paman katakan? Aku tidak percaya, aku akan menanyakannya secara langsung pada Kakak!” seru Alicia masih dengan sikap keras kepalanya.
__ADS_1
“Jangan mengganggu mereka, nanti matamu bisa ternodai!” Levi mengingatkan.
Pada akhirnya perdebatan itu berakhir dengan keluarnya Hanna yang bermaksud ingin mengunjungi suaminya. Sedangkan Rayden dan Levi harus pergi untuk menjemput ratu masing-masing di bandara.
...****************...
Beberapa hari telah berlalu, keadaan semua orang yang terluka sudah semakin membaik. Bahkan Vinno, Ashlyn dan Luca sudah di ijinkan pulang dari rumah sakit sejak dua hari yang lalu. Sementara, Matt dan Max hari ini sudah boleh pulang oleh dokter.
Hubungan antara keluarga Xavier dengan keluarga Gustavo pun semakin membaik setiap harinya. Hingga tibalah makan malam yang di janjikan, Rayden membawa semua kelurga besarnya untuk menghadiri jamuan makan malam di kediaman Gustavo.
“Selamat datang di kediaman Gustavo! Maaf, kalau kediaman kami tidak sebanding dengan kediaman keluarga Xavier.”
Simon, Joana dan Leo menyambut penuh kehangatan kedatangan keluarga Xavier. Dan langsung mengarahkan semua tamunya menuju sebuah taman, dimana jamuan makan malam yang telah mereka janjikan di lakukan di taman tersebut.
“Anda begitu merendah, Tuan Simon! Kediaman anda bahkan sangat unik dan sangat berkesan bagi siapapun yang mengunjunginya,” ujar Noland yang teringat dulu pernah menginginkan rumah seperti itu.
“Benar sekali! Sayang, bagaimana kalau aku membuatkan rumah yang seperti ini untukmu,” ujar Rayden yang juga menyukai kediaman Gustavo.
“Ray, _....”
Bukan karena Zhia tidak menyukai rumah seperti itu, tapi dia ingin menua bersama dengan suami, anak dan cucunya kelak.
“Tamannya begitu indah,” puji Lucia yang terpesona dengan pemandangan taman bunga bernuansa ungu.
“Mamahku sangat menyukai bunga berwarna ungu, maka dari itu Kakek membuatkan taman yang hanya berisi bunga berwarna ungu saja. Sejujurnya, aku tidak menyukainya tapi setidaknya ini lebih baik dari pada di penuhi bunga warna pink,” jelas Leo sekaligus sedikit curhat.
“Hahahaa, … Benarkah? Grandma juga seperti itu, Grand sangat menyukai bunga mawar berwarna peach dan suami tercinta Grandma ini langsung membuatkan taman mawar khusus berwarna peach. Lain kali, kalian yang harus berkunjung di kediaman kami,” celetuk Julia yang sedah menganggap Leo seperti cucunya sendiri.
“Waah, … Sepertinya taman milik kalian yang lebih indah, kami pasti akan berkunjung ke sana jika ada kesempatan,” ujar Joana yang penasaran dengan taman bunga yang di miliki Julia.
“Tentu, kalian harus menyempatkan waktu untuk mengunjungi kami! Anggap saja sebagai liburan panjang di sana,” sahut Julia.
“Grandma, … Kapan kita akan mulai makan? Perut Rayga sudah berdemo minta di isi makanan sejak tadi. Apalagi kalau makanan yang sudah tersaji di sini kelihatan begitu lezat dan sangat menggoda untuk segera di makan,” celetuk Rayga menghentikan percakapan para ibu-ibu itu.
“Aish, … Kau ini tidak sopan sekali,” geram Julia dengan kelakuan cucunya itu.
__ADS_1
“Sebaiknya kita memang makan dulu, setelah itu boleh melanjutkan perbincangan masing-masing! Sayang sekali, kalau makanan sseenak ini harus menunggu untuk di makan,” ujar Kakek Roman.
Jamuan makan malam itu pun akhirnya berjalan dengan lancar dan penuh kebahagiaan. Dimana Joana dan Leo sempat mendengar bagaimana Evan tumbuh dan memimpin klan mafianya dari Jaydon dan Felix.
Dan pembicaraan yang menyenangkan lainnya, tanpa sekalipun membahas masa lalu tragis yang pernah terjadi.
“Hay, apa kalian berdua sudah resmi pacaran?” tanya Leo yang sedikit cemburu dengan kedekatan Luca dan Ashlyn.
“Emmm, … Seperti yang kau lihat sendiri,” jawab Luca dengan santainya.
“Apa kau cemburu?” goda Levi dengan sengaja, sehingga Lucia langsung mencibit perut suaminya agar tidak menjadi kompor di antara mereka bertiga.
“Tidak! Untuk apa aku cemburu, Ashlyn bukan tipe wanitaku!” celetuk Leo yang membuat Felix lemas seketika karena dirinya tidak memiliki kesempatan untuk menggoda Luca.
“Lalu kenapa saat di bar waktu itu kau, _....”
“Aaah, … Aku hanya sedikit menakutinya saja! Sebab selama ini dia selalu memanfaatkan uangku,” potong Leo ketika Luca mau membahas soal kejadian di bar.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
__ADS_1
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...