Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Tidak Sengaja Bertemu


__ADS_3

“Aish, … Sial! Padahal tujuanku menemuinya hanya ingin membullynya seperti biasa, tapi kenapa aku malah jadi menenangkan dan menghiburnya seperti ini?” batin Leo yang kebingungan dengan situasi yang dia hadapi.


Leo hanya diam mendengar semua curhatan Ashlyn yang terus saja menangis ketika menceritakan tentang Luca.


Hanya dengan mendengarkan cerita Ashlyn, Leo bisa langsung menangkap bahwa Ashlyn sama sekali tidak bisa membenci sosok Luca.


Meski dia marah, kecewa dan merasa sangat terluka tapi Leo masih bisa melihat betapa Ashlyn sangat menyukai seorang Luca.


Pada saat Leo tengah sibuk mendengarkan curhatan Ashlyn, Yuta tiba-tiba saja mendapatkan panggilan telepon dari Simon.


Alhasil, Yuta pun harus sedikit menjauh dari posisi Leo dan Ashlyn agar dia sendiri bisa nyaman menerima panggilan telepon tersebut.


“Hallo, Tuan besar!” Sapa Yuta begitu menerima panggilan telepon tersebut.


“Dimana Leo sekarang?”


Namun, Simon mengabaikan sapaan itu dan langsung menanyakan keberadaan cucunya saja.


“Saat ini Tuan muda sedang berada di taman, Tuan!” jawab Yuta yang memberitahu keberadaan mereka.


“Cepat bawa Leo pulang sekarang juga!” perintah Simon pada Yuta.


“Baik, Tuan! Saya akan menyampaikan perintah anda kepada Tuan muda,” ujar Yuta yang hanya bisa mematuhi perintah dari para Tuannya saja.


“Aku tidak mau tahu kau harus membawa Leo kembali secepatnya!” Simon menegaskan pada Yuta.


“Baik, Tuan!” sahut Yuta yang menyadari bahwa sesuatu yang serius telah terjadi.


Setelah mendengar jawaban dari Yuta, Simon pun segera memutuskan sambungan teleponnya. Ternyata Simon dan Josh segera melakukan pergerakan untuk menyembunyikan keberadaan Joana dan Leo dari keluarga Xavier.


Mereka sudah memperkirakan bahwa keluarga Xavier pasti akan mencari Joana dan Leo untuk meminta maaf, mengingat Luca terakhir kali.


“Kau harus segera menyembunyikan putri dan cucumu, sebelum mereka menemukannya! Atau semua rencana balas dendam kita selama ini akan berakhir sia-sia!” ujar Josh menyarankan tapi lebih seperti sebuah perintah kepada Simon.


“Aku tahu! Karena itulah aku akan mengirim mereka untuk liburan ke beberapa negara sekaligus,” sahut Simon dengan kesal karena merasa terus di perintah oleh Josh.


“Bagus! Sekarang kita hanya perlu membuat rencana untuk membuat mereka lengah. Setidaknya kita harus membunuh salah satu dari keluarga Xavier.”


Entah mengapa Josh begitu bersemangat untuk membalas dendam kepada keluarga Xavier.


Padahal hanya karena ketiga tuannya terbunuh, bahkan setelah kematian ketiga tuannya Josh yang sekarang malah menjadi pemimpin baru dari para anggotanya yang masih tersisa.

__ADS_1


Setelah kematian Luke, Kaendra dan Leona serta di tangkapnya sebagian besar anggota ketiga klan yang tersisa.


Josh berhasil mengumpulkan semua orang yang berhasil melarikan diri begitu ketiga Tuannya di nyatakan telah mati di tangan keluarga Xavier, termasuk Josh sendiri.


“Sejak awal aku hanya menginginkan kematian Luca!” Sementara Simon hanya mempertegas keinginannya sejak awal.


Sementara itu, Yuta segera menghampiri Leo begitu sambungan teleponnya terputus. Dia memberitahukan semua yang di katakan oleh Simon.


Awalnya Leo tidak ingin pergi, tetapi karena paksaan dari Yuta akhirnya Leo pun memutuskan untuk kembali sesuai keinginan Kakeknya.


“Tuan muda, anda di perintahkan untuk segera kembali oleh Tuan besar!” ujar Yuta begitu menghampiri Leo yang pada akhirnya mengganggu suasana nyaman Leo dan Ashlyn.


“Haish, … Ada apa memangnya?” ketus Leo dengan raut wajah tidak suka.


“Saya juga tidak tahu, Tuan muda! Akan tetapi, Tuan besar meminta anda untuk kembali secepatnya.” Yuta tetap menanggapi sikap ketus Leo dengan sikap ramahnya.


“Sebaiknya aku pulang saja,” ujar Ashlyn langsung beranjak pergi begitu menyadari bahwa dia malah curhat kepada orang yang hampir memperkosanya dulu.


“Ashlyn, …”


“Maaf, sepertinya kesedihanku membuatku lupa bahwa kau bahkan lebih jahat darinya,” potong Ashlyn ketika Leo mencoba untuk menghentikan kepergiannya.


Mendengar sindiran kasar dari Ashlyn, Leo pun seketika terdiam dan hanya bisa menatap kepergian Ashyln.


...****************...


Beralih pada Lucia yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan pada kandungannya yang sempat merasakan kram pada perutnya, karena terlalu memikirkan tentang masalah Kakak kembarnya.


Dengan di dampingi Dr. Chloe, dokter yang menangani kondisi Lucia saat itu tengah melakukan pemeriksaan pada Lucia dan kedua janinnya.


“Bagaimana, Dok? Apakah istri dan anak calon anak saya baik-baik saja?” tanya Levi begitu melihat kedua dokter tersebut selesai memeriksa Lucia dan kandungannya.


“Tenanglah! Istri dan calon anak anda baik-baik saja. Mungkin karena ini kehamilan pertama untuknya, maka stress sedikit saja langsung berpengaruh pada kandungannya. Tapi semuanya baik-baik saja sekarang,” jelas Dokter rumah sakit tersebut.


“Benar sekali! Istri dan calon anakmu baik-baik saja, tapi usahakan sang ibu jangan terlalu stress demi kebaikan bayi yang ada di kandungannya.” Dr. Chloe menambahkan.


“Haaah, … Syukurlah, aku sangat takut terjadi sesuatu yang buruk pada mereka.”


Akhirnya Levi bisa bernapas lega setelah mendengar penjelasan dari dokter mengenai kondisi Lucia dan bayinya. Kemudian, Levi segera menghampiri Lucia yang sedari tadi hanya tersenyum tipis menatapnya.


“Mereka baik-baik saja ‘kan, Bee?” tanya Lucia dengan suara lirih.

__ADS_1


“Emm, … Mereka anak-anak yang kuat seperti Mommynya. Namun, Dokter mengatakan kau tidak boleh terlalu stress atau terlalu lelah, jika kau memang ingin menjaga mereka dengan baik,” jawab Levi.


Dia mengingatkan kepada Lucia agar tidak terlalu ikut campur dengan masalah yang tengah di hadapi oleh Luca dengan mengatas namakan calon anak mereka.


Siapa sangka, ternyata sejak tadi pintu ruang rawat Lucia terbuka. Hingga membuat pasien yang menempati ruang rawat di sebelahnya tanpa sadar terus memperhatikan interaksi Levi kepada Lucia.


“Anda siapa ‘yah?” tanya Dr. Chloe.


Begitu menyadari keberadaan seorang wanita paruh baya yang duduk di sebuah kursi roda dan seorang gadis muda yang mendorongnya.


Sontak, Levi pun segera membalikkan badannya dengan penuh persiapan melawan, takutnya orang itu adalah salah satu musuh keluarga Xavier maupun dirinya.


Namun, seketika raut wajah Levi berubah terkejut ketika menyadari bahwa wanita paruh baya dan gadis remaja yang saat ini berada tepat di hadapannya adalah Ibu dan adik dari Ashlyn.


Melihat perubahan raut wajah suaminya, Lucia pun langsung sadar bahwa Levi sepertinya mengenal dua wanita itu.


“Bee, apa kau mengenal mereka?” tanya Lucia lirih.


“Tidak, tapi aku tahu siapa mereka,” jawab Levi yang ikut merendahkan suaranya.


“Memang siapa mereka?” tanya Lucia yang malah semakin penasaran setelah mendengar jawaban dari suaminya.


“Yang duduk di kursi roda adalah ibunya Axlyn, namanya Hanna Alviary. Sedangkan gadis remaja di belakangnya merupakan adik bungsunya yang bernama Alicia,” jelas Levi yang memberitahu identitas kedua orang yang saat ini masih berada di luar ruangan itu.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2