
“Iya, Ibu Hanna tercinta!” sahut Ashlyn dan Alicia serentak, kemudian mereka pun tertawa bersama-sama.
Begitu juga dengan Hanna dan Alicia yang juga tahu persis bahwa Ashlyn masih selalu memikirkan tentang Luca. Namun, keduanya lebih memilih untuk pura-pura tidak mengetahui ataupun menyadarinya demi kebaikan Ashlyn sendiri.
Vinno pun mengantarkan kedua putrinya sampai di lobi rumah sakit akibat desakan dari Hanna. Tidak berhenti di situ saja, Vinno juga menyewakan sebuah taksi untuk mengantar kedua putrinya tiba dengan selamat di rumah sewa Hanna.
“Tuan Vinno!”
Namun, siapa sangka ketika Vinno hendak kembali ke ruang rawat Hanna. Tiba-tiba anak buahnya yang masih setia menghampirinya dengan raut wajah yang menunjukan bahwa sesuatu yang berbahaya sedang terjadi dan dia belum mengetahuinya.
“Deniz? Sedang apa kau di sini?”
Vinno cukup terkejut dengan kedatangan mantan anak buahnya, tapi itu hanya saat karena Deniz termasuk salah satu anak buahnya yang masih setia padanya sampai sekarang.
“Bisa kita bicara sebentar?” pinta Deniz dengan raut wajah memohon membuat Vinno menjadi sedikit penasaran.
“Baiklah, kita bicara di tempat lain,” ujar Vinno berjalan menuju taman rumah sakit yang memang sangat sepi pada saat malam hari.
Deniz pun mengekor di belakangnya.
Hingga tibalah mereka berdua dan duduk di salah satu bangku taman yang tersedia di sana.
Untuk beberapa saat Deniz masih diam, sedangkan Vinno mencoba bersabar sampai Deniz siap untuk mengatakan apa yang ingin dia sampaikan kepadanya.
“Tuan, apa anda sudah tahu bahwa organisasi kita sudah di ambil alih oleh Joshua?” tanya Deniz yang mulai membuka pembicaraan.
“Tentu saja, aku hampir mati karena keserakahan manusia itu! Beruntung, mantan calon menantuku datang di saat yang tepat, sehingga aku bisa bertahan hidup sampai sekarang,” jelas Vinno yang sekilas tersenyum mengingat pertemuan pertamanya dengan Luca.
“Apa maksud anda, Tuan Luca?” tanya Deniz memastikan.
“Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan denganku? Kenapa malah menjadi membahas hal lain,” ujar Vinno yang tidak ingin membuang waktunya, mengingat Hanna saat ini pasti sedang menunggunya.
“Aaah, … Ini tentang pengawal pribadi yang saat itu datang bersama dengan Tuan Luca! Saat ini keduanya sedang berada di bawah tanah markas kita, saat sebelumnya mereka di siksa dan di sekap di ruang bahwa tanah markas utama klan Death Lion,” ungkap Deniz yang menyadari Tuannya sedang tidak ingin basa basi dengannya.
“Maksudmu mereka menculik Matt dan Max, lalu menyiksanya? Bukan membunuhnya?” Vinno cukup terkejut mendengarnya, tapi bukan waktunya dia untuk itu.
“Benar, Tuan! Sungguh, aku tidak ingin berada di organisasi kita lagi dengan pemimpin seperti Joshua! Bisakah Tuan membawaku juga,” pinta Deniz yang memancarkan kejujuran melalui sorot matanya.
__ADS_1
“Haaah, … Sebenarnya apa yang sedang mereka rencanakan sekarang?” gumam Vinno yang sama sekali tidak bisa menebak apa tujuan Joshua melakukan semua itu.
“Tuan, …”
“Haish, … Diamlah! Jika kau ingin mengikuti ku ‘yah lakukan saja, bukankah kau akan tetap melakukannya meski aku melarang mu,” tukas Vinno yang secara tidak langsung menerima Deniz kembali sebagai anak buahnya.
“Sungguh Tuan mengijinkan saya untuk menjadi anak buah anda lagi!” seru Deniz tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.
Akan tetapi, keduanya tidak menyadari bahwa sejak awal Deniz telah di ikuti oleh beberapa orang. Hingga tiba-tiba saja keduanya di bungkam dengan menggunakan kain dari belakang.
Dan rupanya kain itu sudah di tetesi obat tidur yang cukup kuat sehingga secara perlahan baik Deniz maupun Vinno mulai kehilangan kesadarannya.
“Sudah aku duga, Deniz pasti akan datang menemui Vinno setelah mengetahui kedua orang itu di pindahkan ke markas kita,” ujar Rio orang yang sebelumnya di percaya Vinno untuk menjaga Hanna dan anak-anaknya, tapi malah mengkhianatinya.
“Tuan Rio, kita akan membawa mereka kemana?” tanya anak buahnya.
“Bawa keduanya ke markas untuk menerima hukuman yang pantas untuk orang tidak berguna seperti mereka berdua,” jawab Rio seraya mengeluarkan seringai liciknya.
“Baik, Tuan!”
Anak buahnya Rio pun segera memindahkan tubuh tak sadarkan diri Vinno dan Deniz masuk ke dalam mobil yang sudah mereka sediakan sebelumnya. Sedangkan Rio sendiri lebih memilih menaiki mobil pribadinya yang super mewah.
Akhirnya Vinno dan Deniz di masukan ke dalam ruang bawah tanah yang tepat bersebelahan dengan ruangan untuk menyekap serta menyiksa Matt dan Max.
Keadaan Matt dan Max sudah sangat lemah, luka infeksi akibat tembakan Gery semakin parah di tambah dengan luka bekas siksaan lainnya.
Sehingga keduanya tidak terlalu memperdulikan siapa orang yang menempati ruangan di sebelahnya itu.
Sementara itu, Hanna yang sudah terlelap dalam tidurnya karena efek obat yang dia minum sama sekali tidak menyadari bahwa semalaman Vinno tidak kembali ke ruangannya.
Hingga pada pagi harinya, Hanna baru menyadari bahwa telah terjadi sesuatu yang buruk pada suaminya. Setelah kedatangan kedua putri mereka yang tidak menemukan keberadaan Vinno di manapun.
“Ayah! Kami da, _....”
Seruan Alicia terhenti ketika tidak melihat keberadaan siapapun di dalam ruangan itu kecuali Ibunya yang masih terlelap dalam tidurnya.
“Loh, … Ayah pergi kemana?” tanya Alicia menautkan kedua alisnya sambil menatap ke arah Ashlyn.
__ADS_1
Ashlyn yang tentu saja tidak mengetahui kemana Vinno pergi, lebih memilih untuk mengabaikan perkataan adiknya dan berjalan menuju ke kamar mandi yang tersedia di ruangan itu.
Ashlyn perlahan mendekatkan telinganya ke pintu kamar mandi, berharap dia mendengar sesuatu dari dalam. Namun, kamar mandi terdengar sangat sunyi hingga membuat Ashlyn terpaksa mengetuknya untuk memastikan.
Tok, … Tokk, …
“Apa kau ada di dalam?” seru Ashlyn sedikit mengeraskan suaranya, tapi masih tidak ada jawaban sama sekali dari dalam.
Semakin membuat rasa penasarannya meningkat, Ashlyn pun memberanikan diri memutar gagang pintu kamar mandi dan mencoba membukanya.
Tidak ada satu orang pun yang ada di dalam kamar mandi, begitu Ashlyn berhasil membuka pintunya.
“Ayah tidak ada di dalam kamar mandi, bahkan lantainya masih kering! Sehingga dapat di pastikan tidak ada yang masuk ke dalam sini sejak semalam,” ujar Alicia setelah mengecek di setiap sudut kamar mandi.
“Kemana dia pergi? Beraninya dia meninggalkan ibu sendirian,” geram Ashlyn yang sudah berpikir negative kepada ayahnya sendiri.
“Lyn Lyn! Licia, kalian berdua sudah datang, Nak!” sapa Hanna yang sudah terbangun dari tidurnya.
“Selamat pagi, Bu!”
Sapa Alicia yang langsung menghampiri dan memeluk Ibunya dengan penuh cinta, begitu pula dengan Ashlyn.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
__ADS_1
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...