
“Tidak, Zhia! Aku yang seharusnya berterima kasih kepada kalian semua, karena telah menjaga putriku selama sisa hidupnya. Dan kini setelah dia telah tiada, aku sangat yakin bahwa dia mendapatkan tempat terbaik yang kalian miliki,” ujar Hanna.
“Setelah aku merasa lebih baik, rasanya ingin sekali aku mengunjungi tempat tinggal putriku yang sekarang,” sambungnya dengan tatapan penuh memohon.
“Emmm, … Tentu saja! Kalian bisa kapan saja mengunjunginya,” balas Zhia yang akan dengan senang hati selalu menyambut kedatangan Hanna sekeluarga.
“Bibi, jika anda berkenan saya juga memiliki seorang kenalan seorang dokter hebat! Ikutlah bersama kami ke negara A dan kami akan melakukan yang terbaik untuk kesembuhan anda,” jelas Lucia yang sudah sejak awal pertemuan mereka memikirkan jalan untuk menyembuhkan penyakit Bu Hanna.
“Benar, putriku sendiri juga dokter bedah yang sangat hebat! Ikutlah bersama kami agar penyakitmu bisa segera di tangani dengan baik di sana,” imbuh Rayden.
“Terima kasih atas tawarannya, tapi saya harus membicarakan dulu dengan Ashlyn! Sesungguhnya dia yang lebih terluka di sini akan sikap diam Luca.”
Bukannya Hanna menolak tawaran sebaik itu, tetapi perasaan putri keduanya lebih penting dari apapun.
“Kalian tahu sendiri bahwa Ashlyn sangat mirip dengan Axlyn, bahkan banyak yang mengatakan bahwa keduanya seperti anak kembar. Karena itulah saat ini dia yang paling terluka, sebab mengira Luca mendekati dirinya hanya untuk di janjikan seorang pengganti Axlyn, _....”
“Tapi saya tidak pernah sekalipun menganggapnya sebagai pengganti siapapun,” potong Luca dengan sejujurnya.
“Aku tahu itu! Namun, Ashlyn yang terlalu jatuh cinta padamu dan setelah mengetahui perasaanmu kepada kakak sulungnya. Siapa yang tidak akan mengira bahwa dirinya tidak akan di jadikan sebagai pengganti saja,” ujar Bu Hanna menekankan.
“Saat ini dia sedang terluka, maka dari itu pendapatnya sangat penting untukku! Dan jika kau memang tidak menjadikan putri keduaku sebagai pengganti, maka perjelas semuanya. Perjelas perasaanmu, jika kau tidak menyukainya maka buatlah batas yang jelas untuk itu,” sambungnya seolah mendesak Luca untuk menjauhi Ashlyn.
Luca terdiam menimbang setiap yang di katakan oleh Bu Hanna. Tidak ada sanggahan lagi darinya, mengingat memang benar secara tidak langsung dirinya begitu menyakiti Ashlyn.
Sejak awal dia tahu bahwa Axlyn dan Ashlyn begitu mirip layaknya anak kembar. Akan tetapi, dia malah tetap mendekatinya dengan alasan ingin melindungi adik dari wanita yang dia cintai.
Siapa sangka, pada saat Luca dan keluarganya sedang menemui Bu Hanna dan Alicia. Ashlyn yang awalnya ingin berangkat bekerja seperti biasanya setelah menenangkan dirinya, malah harus mendengar pembicaraan para perawat yang berlalu lalang di dekatnya.
“Hay, apa kau mendengarnya? Katanya pasien yang bernama Hanna Alviary yang selama ini selalu menunggak pembayaran ternyata aslinya orang sangat kaya raya. Siapa sangka bahkan kelurga terpandang dari negara A sampai bersujud di hadapannya hanya untuk meminta maaf kepadanya.”
“Benar, aku juga mendengarnya! Bahkan baik dokter dan para perawat di seluruh rumah sakit ini tengah membicarakan tentang hal itu.”
“Waah, … Siapa sangka orang sehebat itu sempat kekurangan uang.”
Dimana para perawat itu tengah membicarakan tentang ibunya dan pasien keluarga kaya yang menginap tepat di sebelah ruangan rawat ibunya.
__ADS_1
Para perawat itu mengatakan bahwa ada keluarga kaya yang menemui ibunya, bahkan sampai bersujud hanya untuk sebuah permintaan maaf.
“Apa yang mereka bicarakan tentang ibu? Jangan-jangan, _....” gumam Ashlyn yang segera menyadari bahwa ada yang terjadi di ruangan ibunya.
Tanpa buang waktu, Ashlyn langsung saja berlari masuk kembali ke dalam rumah sakit dan segera menuju ke ruang rawat dimana ibunya berada.
Ashlyn bahkan sama sekali tidak menghiraukan beberapa perawat yang mencoba untuk berbicara dengannya.
Setibanya di ruangan rawat sang ibu, Ashlyn di kejutkan dengan keberadaan orang-orang yang sedang di hindarinya terutama Luca dan sang ayah kandungnya. Sesaat Ashlyn memang terdiam berusaha mencerna apa yang tengah terjadi di ruangan itu.
“Apa yang kau katakan pada ibuku, Hah!” teriak Ashlyn.
Hingga kemudian pandangan matanya menangkap sosok Luca yang sedang di peluk oleh ibunya. Entah mengapa kemarahan kembali memenuhi hati dan pikirannya. Sehingga tanpa sadar Ashlyn bersikap kasar dengan menarik Luca agar lepas dari pelukan ibunya.
Brukk, ….
“Ashlyn, cobalah untuk tenang!” bujuk Vinno pada putri keduanya yang sangat keras kepala itu.
“Lepaskan! Kau tak berhak bicara padaku maupun ibuku!” sentak Ashlyn dengan geramnya.
“Ashlyn!” bentak Hanna mengingatkan pada putrinya untuk tetap bersikap sopan apapun keadaannya.
“Kenapa? Kenapa ibu membela mereka semua, Hah?” bentak balik Ashlyn yang tidak terima hanya dirinya yang di salahkan.
“Memang karena siapa kita hidup menderita selama ini? Karena siapa Kak Axlyn harus meninggalkan kita untuk selamanya? Dan ibu masih ingin memaafkan dan membela mereka semua!” sambung Ashlyn yang masih di penuhi dengan nada tinggi penuh kemarahan.
“Ashlyn! Tidak bisakah kau memahami batasanmu dalam bersikap!” Hanna kembali membentak putrinya, tapi kali ini nadanya lebih tinggi dari sebelumnya dan lebih mengintimidasi.
“Sikap yang mana ibu? Bahkan sikapku ini tidak sebanding dengan apa yang mereka lakukan kepada kita!”
Ashlyn semakin menyulutkan kemarahan dalam hatinya, apalagi melihat ibunya yang malah lebih berpihak pada mereka semua yang telah menyakitinya.
“ASHLYN!”
Hanna benar-benar geram melihat kelakuan putri keduanya itu, sehingga tanpa sadar membentaknya begitu keras.
__ADS_1
Dengan deraian air mata Ashlyn menertawakan dirinya sendiri dan berkata, “Hiks, … Hahahahaa, … Jadi, inilah arti keberadaanku selama ini di mata, Ibu!”
“Baguslah, aku sangat mengerti sekarang ibu! Namun, aku tidak bisa terus seperti ini dan mungkin memang seharusnya aku yang pergi dari dunia ini di bandingkan Kak Axlyn,” sambungnya masih dalam isak tangisnya.
“Ash, _...”
Belum sempat Hanna mengatakan sesuatu, Ashlyn sudah berlari pergi begitu saja dalam keadaan menangis terisak.
Alicia yang sebenarnya sependapat dengan Ashlyn, langsung saja menyusul kakaknya untuk pergi dari ruangan rawat itu.
“Ibu sungguh keterlaluan! Tidak bisakah ibu berpura-pura memihak Kak Ashlyn untuk sesaat? Andai Ibu tahu, jika bukan rasa lelah dan putus asa yang Kak Ashlyn lakukan selama ini. Maka baik ibu ataupun aku tidak ada yang bisa bertahan sampai sekarang,” ujar Alicia yang berlalu pergi setelah mengatakan itu kepada ibunya.
“Alicia, ….”
Hanna mencoba menghentikan putri bungsunya agar tidak pergi. Namun sayangnya percuma, gadis itu tetap pergi begitu saja untuk menyusul kakaknya.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
__ADS_1