
Luca hanya menanggapinya dengan anggukan kepalanya. Jack perlahan mulai berjalan mendekat pada makam Axlyn, dia berdiri tepat di samping Luca dan menghadap tepat di makam Axlyn.
Sebuah foto dan nama Axlyn tertera jelas di atar makam itu dengan di tumbuh bunga-bunga indah yang sengaja Luca taman untuk menemani Axlyn.
“Hay, Axlyn! Bagaimana kabarmu? Kau pasti sedang tertawa bahagia setelah berhasil membuat hidup Tuan muda Luca Cano Xavier ini berantakan setelah kau meninggalkannya seperti itu,” ujar Jack seraya tersenyum, tanpa memperdulikan delikan mata Luca yang menatapnya.
“Hahaaa, … Lihatlah, dia sedang memelototi ku sekarang!” Kali ini Jack bahkan tidak bisa menahan tawanya.
“Jangan bicara omong kosong di depannya!” Luca akhirnya memberikan peringatan keras untuk Jack.
“Axlyn, kau pasti sudah mendengar semua cerita dari Tuan muda ini, Bukan?” tanya Jack yang menatap batu nisan Axlyn dengan tatapan sendunya.
“Yaaah, … Kami berhasil menemukan kembali keluargamu! Dan sepertinya Tuan muda Luca sudah jatuh cinta pada adikmu, Ashlyn! Tapi dia tidak mau mengakui hatinya sendiri, karena dirimu, _...”
“Hentikan! Jika kau hanya ingin bicara omong kosong di depannya, lebih baik kau pergi dari sini!” potong Luca yang tidak tahan mendengar perkataan Jack yang terasa menusuk sampai relung hatinya.
“Hahahahaa, … Memangnya apa yang salah dengan apa yang aku katakan tadi? Dari ceritamu saja sudah sangat jelas bahwa kau sudah jatuh hati kepada Ashlyn. Namun, otak geniusmu dan hatimu yang dingin itu berusaha keras menyangkalnya. Aku tidak bodoh sampai tidak bisa melihatnya,” ujar Jack menekankan setiap katanya.
“Dengar, jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya! Ikuti kata hatimu, sebelum kau menyesali semuanya! Sebelum Ashlyn benar-benar pergi dari hidupmu, seperti yang terjadi pada Axlyn! Apa sekarang kau mengeri, Tuan muda Luca!” sambung Jack dengan sangat menegaskan.
Setelah mengatakan semua yang ada di pikirannya, Jack pun berjalan pergi meninggalkan Luca yang masih berdiam diri di tempatnya.
Seketika wajah Luca tertunduk sedih, menatap foto Axlyn yang terpanjang di depan batu nisannya. Dan lagi, wajah itu mengingatkan Luca tentang Ashlyn.
“Benarkah aku sudah jatuh cinta padanya tanpa aku sadari?” gumam Luca lirih, perasaan sangat kacau sampai dia tidak bisa mengendalikannya.
“Axlyn, benarkah aku jatuh cinta pada adikmu?” Luca kembali mengulang pertanyaannya.
“Benarkah aku jatuh cinta pada Ashlyn?” Luca masih merasa ragu dan yakin di saat yang bersamaan.
...****************...
Beralih sejenak pada situasi yang terjadi di markas utama Death Lion, dimana Simon dan Joshua tengah merencanakan pembalasan dendam mereka.
Bahkan Simon juga membawa Leo bergabung dalam pertemuan menyusun rencana itu, tentunya tanpa sepengetahuan Joana.
Sejak mengetahui bahwa Joana dan Leo kembali tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Simon menggunakan segala upaya untuk menghindari putrinya yang terus saja memintanya untuk bertemu.
__ADS_1
Jujur saja, Simon tidak mau berhenti sebelum dia membalaskan penderitaan yang Joana dan Leo alami selama ini.
“Kenapa Kakek menyeret ku untuk datang kemari?” tanya Leo yang teringat akan janjinya kepada Mamahnya.
“Apa kau sudah lupa dengan tujuan awal kita,” ujar Simon mengingatkan cucunya itu tentang rencana balas dendam yang sudah mereka bicarakan sebelumnya.
“Leo tidak ingin terlibat lagi, Kek!” terang Leo yang tentu saja membuat Simon dan Joshua cukup terkejut mendengarnya.
“Apakah Mamahmu yang melarang kau untuk balas dendam?” Simon mendesak Leo untuk menjawabnya dengan jujur.
“Iya! Dan Leo pikir perkataan Mamah ada benarnya juga. Balas dendam tidak akan membuahkan hasil apapun, yang ada akan semakin menambahkan luka bagi kedua belah pihak!” jelas Leo membuat Simon menggeram kesal dengan keputusan yang di ambil oleh cucu kesayangannya itu.
Kemudian, Simon berkata, “Leo, apa kau tahu mengapa Kakek mendirikan klan mafia ini dengan menggunakan nama Death Lion?”
“Apakah Leo perlu tahu hal yang seperti itu?” tanya Leo dengan polosnya.
“Tentu saja! Karena Kakek menyiapkan semua ini untuk dirimu membalas dendam kepada mereka! Mereka yang menjadikan dirimu sebagai anak yang lahir tanpa sosok seorang ayah!"
"Mereka yang membuat hidup Mamahmu menjadi sangat menderita! Dan mereka yang membuatmu lahir di luar pernikahan, sehingga semua orang membicarakan hal buruk di belakangmu selama ini, Leo!”
Simon cecar semuanya, dia berusaha untuk menghasut cucunya lagi agar tetap mau membalas dendam kepada keluarga Xavier.
“Tapi Leo, _....”
“Dengarkan Kakek, Leo! Dengan balas dendam kita bisa membuat mereka merasakan apa yang kita rasakan selama ini,” potong Simon kembali menghasut cucunya sendiri.
“Benar! Setidaknya mereka merasakan perasaan kehilangan pernah kita rasakan.” Joshua yang sedari tadi diam akhirnya ikut bicara dan menghasut Leo.
Leo yang merasa bahwa perkataan Kakeknya juga benar, tentu saja perlahan mulai goyah. Jujur saja, sebenarnya selama ini Leo memang sering mendengar semua orang membicarakan tentang dirinya dan bahkan tidak segan menghinanya sebagai anak haram yang lahir di luar nikah.
Seorang anak yang tidak di ketahui asal usul ayahnya, dia hanya beruntung terlahir di keluarga yang kaya dan terpandang saja.
“Baiklah! Lalu apa yang harus Leo lakukan sekarang,” ujar Leo yang akhirnya termakan hasutan dari sang Kakeknya sendiri.
“Sedangkan yang aku tahu Luca dan keluarganya sudah kembali ke negara asal mereka,” sambung Leo.
“Kau cukup dekat dengan gadis bernama Ashlyn, bukan?” Sebuah pertanyaan keluar dari mulut Joshua.
__ADS_1
“Kita akan menggunakan dia untuk memancing Luca datang sendirian ke sini,” sambungnya di sertai seringainya yang penuh arti sampai Leo bisa merasakan niat jahat di dalamnya.
“Kenapa kita harus melibatkan orang tidak bersalah?” tanya Leo yang tidak terima.
Setidaknya Ashlyn pernah menjadi salah satu teman dekatnya. Meski kini hubungan pertemanan itu telah hancur, karena perbuatan Leo sendiri.
“Kau juga dulu tidak bersalah, tapi kenapa kau harus menanggung penderitaannya?”
Joshua melempar balik pertanyaan itu kepada Leo, sehingga pria itu hanya bisa terdiam.
“Ikuti saja rencanaku! Jika keberadaan itu berhasil mendatangkan Luca kemari, maka aku pastikan tidak akan melukainya!” imbuh Joshua yang harus mengatakan janji palsu demi meraih keinginannya.
“Baiklah, jadi apa rencananya! Setidaknya aku harus tahu bagaimana rencana ini akan berjalan kedepannya.”
Leo tidak sebodoh itu hingga langsung menyetujuinya tanpa tahu apapun tentang rencana balas dendam itu.
“Kau hanya perlu menculik gadis itu dan sisanya serahkan pada kami,” ujar Simon menyakinkan, sehingga Leo tidak ada pilihan lain selain menyetujuinya.
“Baiklah, Leo akan melakukan apa yang Kakek perintahkan,” sahut Leo tak ingin memperpanjang masalah.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
__ADS_1
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...