Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Kedatangan Trio Somplak


__ADS_3

“A-apa yang baru saja aku lakukan?” gumam Ashlyn yang terkejut sendiri akan aksinya yang mencium Luca.


“Kau menciumku.”


Dan bodohnya lagi, Luca spontan menjawabnya yang membuat Ashlyn langsung kabur sembari menyembunyikan wajahnya yang terasa sangat panas kerana malu.


Sementara Luca masih mematung di tempatnya, di dalam kepalanya terus berputar detik-detik bibirnya menyatu dengan bibir mungil Ashlyn.


Bahkan Luca masih jelas mengingat bagaimana rasanya ketika bibir mereka bertemu satu sama lain.


“Sungguh hari ini aku mendapat dua serangan di bibirku! Pertama serangan dari pukulan Yuta, kedua serangan dari bibir Ashlyn,” gumam Luca dengan konyolnya.


“Kedua serangan itu sungguh memiliki rasa yang berbeda. Yang satu terasa begitu perih dan yang satunya terasa begitu manis,” lanjutnya yang masih belum tersadar sepenuhnya.


“Sebentar, kenapa Ashlyn mencium ku? Jangan katakan kalau dia mulai jatuh cinta padaku?” Luca mulai menyadari sesuatu.


“Tidak! Ini tidak mungkin! Benar, ini sangat mustahil!”


Jujur saja, Luca tidak ingin apa yang dia takutkan benar-benar terjadi. Bagaimana bisa adik dari Axlyn mencintainya, sedangkan Luca sendiri sampai sekarang tidak bisa melupakan tentang mendiang Axlyn. Belum lagi, dia masih merahasiakan tentang kematian Axlyn kepada keluarganya.


“Sepertinya aku harus mulai menjaga jarak dengannya! Aku tidak ingin dia terluka karena menyukaiku,” gumam Luca yang terlihat sedih ketika mengatakannya.


Sedangkan Ashlyn sendiri sudah menyembunyikan dirinya di dalam kamar mandi yang ada di dalam mini market. Ashlyn pun terus mengingat tentang kejadian demi kejadian ketika dia berakhir dengan mencium Luca.


“Aakh, … Ashlyn, kenapa kau menciumnya! Seharusnya kau bisa lebih menahan diri lagi,”


“Sekarang bagaimana caranya aku bisa berhadapan dengannya lagi. Pasti suasananya akan sangat canggung mulai sekarang.”


Ashlyn mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. Wajahnya masih tetap memerah, karena malu dengan apa yang di perbuat sendiri. Dia pun bingung bagaimana dia harus bersikap untuk berhadapan dengan Luca lagi.


“Tapi kenapa bibirnya begitu manis dan lembut. Aaakh, … Ashlyn, kenapa kau malah berpikir ingin mengigit bibirnya lagi!”


Ashlyn semakin terlihat frustasi, karena pikiran mesumnya pada Luca seketika bermunculan tanpa bisa dia kendalikan.


Ashlyn mencoba melupakannya, tetapi rasa manis bibir Luca benar-benar membuatnya candu dan tidak bisa melupakannya sama sekali.


“Tunggu, kenapa aku menciumnya begitu saja? Jangan bilang kalau sekarang aku sudah jatuh cinta pada Luca tanda aku sadari.”


Hingga akhirnya Ashlyn mendapat kesimpulan dari serangannya pada bibir Luca. Ashlyn segera memegangi dadanya yang terus berdebar kencang, meskipun dia hanya menyebut nama Luca. Wajahnya semakin memerah ketika bayangan tentang Luca terus terlintas di pikirannya.

__ADS_1


“Astaga, bagaimana kalau Luca menyadarinya dan malah menjauhiku?” Namun, ada rasa takut kehilangan Luca yang di rasakan oleh Ashlyn.


“Sungguh, aku tidak ingin kehilangannya,” lanjutnya yang tertunduk sedih saat membayangkan Luca pergi dari hidupnya.


...****************...


Beralih sebentar pada Trio somplak yang akhirnya tiba di bandara internasional Negara H. Ketiganya pun mencari keberadaan Max dan Matt yang seharusnya menjemput mereka di sana.


Namun, mereka tidak melihat keberadaan Duo M itu dimana pun, bahkan baunya saja tidak bisa tercium sama sekali.


“Haish, … Dimana kedua cecunguk itu? Padahal aku sudah memberitahu mereka bahwa kita akan datang ke negara ini,” ujar Felix yang tidak kunjung menemukan Max maupun Matt di mana pun.


“Sudahlah, kita naik taksi saja sampai di Villa!” ujar Will menyarankan.


“Awas saja kalian berdua! Bahkan tidak ada satu dari kalian yang mengirimkan anak buah untuk menjemput kami di sini,” geram Felix yang merasa tidak di hargai dan di hormati oleh Max dan Matt.


Seketika berbagai rencana untuk menghukum Matt dan Max langsung bermunculan di dalam otak Felix. Mulai dari hukuman yang paling ringan, sedang, berat dan bahkan yang paling berat sudah tersusun rapi di dalam kepalanya.


“Mungkin mereka berdua sedang sibuk membantu Luca,” ujar Jaydon yang paling berpikiran positif kepada orang lain di bandingkan Will, apalagi Felix.


“Sudahlah, jangan mengomel terus! Lebih baik kita cari taksi saja,” ujar Will yang berusaha menghubungi Luca tapi sama sekali tidak di angkat.


“Tuan Will, tunggu sebentar!” seru Matt dengan napas tersengal-sengal.


“Hay, darimana saja kalian? Kenapa baru datang? Apa kalian tahu sudah berapa lama kami menunggu kalian di sini?” cecar Felix dengan nada ketusnya.


“Ma-maafkan kami! Kami baru saja mengurus sesuatu atas perintah Tuan muda,” ucap Max yang berusaha menstabilkan deru napasnya.


“Sayang sekali, padahal aku sudah merencanakan beberapa hukuman untuk kalian berdua.” ujar Felix yang harus melupakan tentang hukuman yang sudah dia pikirkan sejak tadi untuk Max dan Matt.


“Syukurlah, kami masih selamat! Hehehee, …” ucap Matt yang tertawa lega.


“Dimana Luca? Kenapa kalian tidak bersama dengannya? Lalu siapa yang melindungi dia?” cecar Will.


Begitu menyadari bahwa selama ini Max dan Matt tidak pernah berada di samping Luca untuk memberikan perlindungan. Will bahkan terlihat sangat marah, karena Max dan Matt tidak melakukan tugasnya dengan baik dalam melindungi dan mengawal Luca.


“Tuan muda yang menyuruh kami untuk tidak mengawasinya dan malah memberikan tugas lain untuk menyibukkan kami berdua,” jelas Max mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


Will terlihat menghela napas, dia memang sudah bisa memperkirakan hal itu. Will lalu bertanya lagi, “Lalu dimana Luca sekarang?”

__ADS_1


“Tuan muda sedang bekerja sebagai kasir di sebuah mini market dari pagi hingga sore. Kemudian, lanjut bekerja di sebuah restaurant mie sebagai pelayan di sana,” jelas Matt memberitahu semua kegiatan Luca selama ini.


“WHAT?”


“KASIR?”


“PELAYAN?”


Siapa yang tidak akan terkejut ketika mendengar anak dari seorang Rayden Cano Xavier pemilik dari perusahaan IT yang saat ini terbesar dan terbaik di dunia.


Dan seorang ketua mafia BlackSky, klan mafia yang paling di takuti dan segani semua orang malah bekerja sebagai kasir dan pelayan biasa.


“Hay, kau serius! Luca mau melakukan pekerjaan seperti itu?” ujar Jaydon Yang sama sekali tidak bisa mempercayai apa yang Matt dan Max katakan.


“Tentu saja serius! Bahkan aku memiliki buktinya,” ujar Matt sembari menunjukan ponselnya yang berisi kumpulan video Luca yang dia ambil secara diam-diam selama Luca di negara H.


“Bagaimana kalau kita culik dan interogasi saja kedua bocah ini.” Felix menyarankan pada Will dan Jaydon.


“Okay, kita eksekusi sekarang!” sahur Will yang setuju dengan ide Felix, begitu juga dengan Jaydon.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2