Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Semua Kacau


__ADS_3

“Woah, … Ternyata kemampuan dari keturunan Xavier memang tidak di ragukan lagi kualitasnya,” puji Felix yang menatap takjub dengan ketiga benda pemberian Rayga itu.


“Hehehee, … Tentu saja! Kami memang yang terbaik,” sahut Rayga dengan penuh rasa bangga menjadi anak dari Rayden Cano Xavier dan Clauzhia Mave Xavier.


“Sebaiknya Paman cepat pakai dan mulai misi pengintaian nya sekarang,” imbuhnya.


“Okay!” sahut Felix yang segera mengenakan rambut dan jenggot palsunya, lalu tidak lupa dengan ketiga barang pentingnya.


Sementara itu, Rayga memastikan semua alatnya berfungsi dengan baik sebelum memasuki sarangnya para musuh. Rayga melakukan percakapan dengan Regis melalui alat komunikasi yang dia pakai sebagai antingnya.


“Regis, apa semua alatnya berjalan dengan baik?” tanya Rayga.


“Emm, … Tidak ada masalah! Kalian sudah boleh masuk sekarang,” jawab Regis yang mulai memberi arahan kepada Rayga dan Felix.


“Waah, … Penemuanmu sungguh sangat berguna di bandingkan penemuan lain di dunia ini,” puji Felix yang di peruntukan untuk Regis.


“Hehehee, … Terima kasih, Paman! Kalau boleh Paman bantu aku menjualkan penemuanku ini pada Papah dan Kak Luca, nanti kita bisa bagi hasilnya,” ujar Regis yang malah membicarakan tentang bisnis.


“Baiklah, tapi setelah misi ini selesai,” sahut Felix yang terdengar sangat tertarik dengan tawaran bisnis dari anak bungsu Tuannya itu.


“Okay, Paman! Di tunggu kabar baiknya!” seru Regis dengan penuh antusias.


“Sudahlah, sebaiknya kita masuk sekarang Paman sebelum ada yang menemukan kita di sini!” ujar Rayga yang memutuskan pembicaraan Felix dengan Regis.


Tanpa buang waktu, Felix dan Rayga langsung saja berjalan menuju pintu masuk ke tempat yang terlihat seperti penginapan itu.


Awalnya mereka di hadang oleh penjaga tempat itu, tapi Rayga dengan segala persiapan menyamarnya berhasil memasuki tempat itu dengan mudah.


Sebelumnya Rayga sudah melakukan pencarian mengenai lokasi yang di kirimkan oleh Regis saat dalam perjalanan.


Sehingga dia hanya butuh sedikit memanipulasi data identitas palsunya untuk bisa memasuki tempat itu.


“Wow, … Ternyata kita secara tidak langsung membiarkan para bajingan itu mendirikan klan mafia baru yang lebih mengerikan dari sebelumnya,” gumam Felix yang menatap tak percaya dengan pemandangan yang ada di depan matanya saat itu.


“Kau benar, Paman! Ini bahkan tempat terburuk yang pernah aku datangi selama ini,” sahut Rayga yang memiliki pendapat yang sama dengan Felix.


Bagaimana Felix tidak terkejut melihat tempat itu. Sebab dari luar memang terlihat sebuah penginapan biasa, tapi nyatanya di dalam adalah tempat untuk perdagangan gelap.


Mulai dari transaksi penjualan narkoba, organ tubuh manusia, bahkan prostitusi dan anak-anak.

__ADS_1


“Paman, sebaiknya kalian berdua berpencar agar aku bisa mengambil lebih banyak gambar di tempat itu,” perintah Regis yang kembali memberi arahan.


“Baiklah, kami mengerti!” sahut Felix.


“Aku akan pergi ke arah sana, kau urus saja dirimu sendiri! Namun, tetap berhati-hati karena kita sedang berada di sarang musuh,” ujar Felix menekankan pada Rayga untuk tidak bertindak gegabah.


“Okay!” sahut Rayga yang langsung pergi begitu saja setelah menjawab perkataan pamannya.


Berkat kerjasama mereka semua, akhirnya Regis bisa memperkirakan seberapa besar kekuatan yang sedang di bangun oleh Simon dan Josh.


Ternyata kekuatan keduanya jika di gabungkan akan berhasil membuat kekalahan untuk pertama kalinya dalam klan mereka, terlebih lagi mereka tidak berada di negara kekuasaan klan mereka.


Apalagi hampir semua pejabat dan pengusaha di sana sangat menghormati keberadaan Simon yang membuat apapun yang mereka lakukan di negara tersebut akan selalu menemui Batasan yang diu tetapkan.


“Paman Will, lihat ini! Sepertinya kita lebih baik meninggalkan negara ini dari pada haru berhdapan dengan mereka,” ujar Regis memperlihatkan data yang berhasil dia dapatkan dari pengintaian team Felix maupun team Jaydon.


“Beritahu Papah dan Kakakmu tentang ini!”


Will memberikan perintah agar Regis yang melaporkan hasilnya kepada Rayden dan Luca, karena dia sedang sibuk melacak keberadaan Joana dan Leo.


Meski hanya sekilas dia memeriksanya, tapi Will bisa melihat dengan jelas bahwa akan terjadio hal serius jika mereka memaksakan diri untuk bertarung di negara itu.


“Baiklah, Paman!” sahut Regis yang segera menghubungi Papah dan Kakak sulungnya.


Sementara Luca masih setia memperhatikan Ashlyn dari kejauhan yang kini sedang duduk di taman rumah sakit.


Entah mengapa hatinya terasa sangat sakit melihat Ashlyn yang terus terusan menitikkan air matanya.


Hingga sebuah keberanian yang entah datangnya dari mana membuat Luca memutuskan untuk mengabaikan peringatan Papahnya dan tetap menghampiri Ashlyn.


Luca mulai berjalan mendekati Ashlyn yang tengah menundukan kepalan untuk menyembunyikan tangisannya.


Kini Luca sudah berdiri tepat dalam diam di hadapan Ashlyn yang masih tertunduk. Menyadari ada seseorang yang berada berdiri di depannya, Ashlyn pun perlahan mendongakkan wajahnya untuk melihat siapa orang itu.


Matanya yang sembab seketika membulat sempurna ketika tatapan matanya bertemu dengan mata indah Luca yang tengah menatapnya tanpa kata. Keduanya sama-sama terdiam seolah terjebak dalam waktu yang terhenti saat itu.


“Apa kau masih belum puas juga?” sarkas Ashlyn dengan tatapan penuh kecewaan pada Luca, bukan tatapan penuh kebencian.


“Apa kau masih belum puas melihatku yang sudah sehancur ini, Hah?” Kali ini Ashlyn mulai berteriak.

__ADS_1


“Aku tahu kebohonganku selama ini sangat menyakitimu, tapi apapun yang aku lakukan untukmu selalu tulus tanpa ada maksud apapun,” ucap Luca dengan nada bicaranya yang melembut, tidak dingin seperti sebelumnya.


“Hahahaa, … Sepertinya kau mulai merasa kasihan lagi padaku.” Ashlyn tertawa kecut untuk dirinya sendiri.


“Bukan seperti itu maksudku! Aku hanya, _....”


“Hanya apa?” potong Ashlyn.


“Hanya menjadikan aku sebagai pengganti kekasihmu begitu?” cecar Ashlyn yang harus menahan rasa sakit di hatinya ketika dia mengatakannya.


“Aahh, … Sepertinya aku salah bicara! Kau tidak menjadikan aku sebagai pengganti kekasihmu, tapi ssebagai pengganti dari Kakak kandungku sendiri. Axlyn, wanita yang sangat kau cintai setengah mati. Benarkan?” lanjut Ashlyn yang begitu terdengar menyakitkan bagi yang mendengarnya, apalagi yang mengatakannya.


“Ashlyn, _....”


“Hahahahaa, … Bahkan ketika kau memanggil namaku, aku malah merasa kau sedang memanggil nama Kakakku.”


Ashlyn kembali tertawa dalam tangisannya, ssedang Luca hanya diam menatapnya dengan kedua tangannya yang mengempal sangat kuat.


“Bagaimana kelihatannya? Apakah aku sudah terlihat seperti Axlyn, wanita yang sangat kau cintai itu? Atu haruskah aku berperan sepertinya sekarang?”


Ashlyn terus mengutarakan apa yang ada di hati dan pikirannya tanpa peduli dia melewati batas atau tidak.


“Hahahaa, … Meskipun aku berperan seperti Axlyn. Atau aku begitu mirip dengannya dalam segala hal, tetap saja aku hanya seorang pengganti di mata dan hatimu. Bukankah begitu, Tuan muda Luca yang terhormat?”


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...

__ADS_1


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2