
Belum sempat Ashlyn berteriak minta tolong dan melarikan lebih jauh, tiba-tiba seseorang memukul kepalanya dengan kayu. Seketika itu juga tubuh Ashlyn jatuh tak sadarkan diri dengan darah segar yang mengalir dari belakang kepalanya.
“Aish, … Sialan, meski tubuhnya kecil tapi dia ternyata cukup menyusahkan,” umpat Rio pria yang memukul kepala Ashlyn tanpa belas kasihan sedikitpun.
Melihat Ashlyn yang terluka, Leo dan Yuta pun segera keluar dari mobilnya dan segera menghampiri Rio dengan penuh kemarahan.
Bahkan Leo tak segan lagi menghajar Rio untuk meluapkan kemarahannya. Rio tidak tinggal diam dan mencoba untuk membalas, tapi Yuta dengan sigap melindunginya.
“Bajingan sialan! Beraninya kau melukai Ashlyn,” umpat Leo dengan penuh kemarahan.
“Siapa kau beraninya mengganggu aku bekerja, Hah?” berang Rio yang merasa terganggu dengan kehadiran dua pria yang di anggapnya masih anak-anak.
“Leonard Luiz Gustavo, cucu satu-satunya dari orang yang memerintahkan dirimu untuk membawa gadis ini tanpa terluka sedikitpun. Tapi apa yang kau lakukan sekarang, Hah!” Leo lebih berang dan menyeramkan di bandingkan dengan Rio.
“Beraninya kau melukai dia! Memang siapa dirimu, Sialan!” bentak Leo sembari mendorong tubuh Rio yang langsung diam tak berkutik setelah mengetahui siapa pria di depannya.
“Tuan, sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini sebelum ada yang melihatnya! Kita akan membahas ini nanti,” ujar Yuta yang menyadari ada seseorang yang tengah berjalan mendekat ke arah mereka.
“Bawa gadis itu dan obati lukanya! Dan urusan kita belum selesai. Ingat itu!” perintah Leo pada Rio dengan penuh penekanan di setiap katanya.
“Baik, Tuan muda!” sahut Rio yang hanya bisa menunduk pasrah menghadapi cucu atasannya itu.
Setelah itu, Yuta pun segera menarik Leo untuk meninggalkan tempat itu dan kembali ke mobil mereka. Sedangkan Rio memerintahkan anak buahnya untuk segera membawa masuk tubuh Ashlyn ke dalam mobil.
Namun, siapa sangka orang yang tengah berjalan mendekat ke tempat itu adalah Alicia yang berniat untuk pergi ke rumah sakit bersama kakaknya sesuai dengan janjian mereka sebelumnya.
Lalu apa yang Alicia saksikan sekarang, dengan kedua mata kepalanya sendiri dia melihat tubuh sang Kakak sedang di masukan ke dalam sebuah mobil oleh sekelompok pria.
“KAK ASHLYN!”
Alicia berteriak sekuat tenaga dengan berderai air mata, terlihat salah satu dari pria itu menoleh ke arahnya sejenak. Namun, kemudian pria itu mengabaikan teriakannya dan mobil pun mulai berjalan pergi meninggalkan tempat itu.
“Kak Ashlyn! Tolong jangan bawa Kak Ashlyn, Hiks, ….”
Alicia berusaha mengejar laju mobil itu sambil menangis terisak, tapi sayangnya dia tetap harus kehilangan mobil yang semakin jauh dan menghilang dari pandangan matanya itu. Alicia hanya bisa menangis, mencoba meminta bantuan tapi tidak ada satu orang pun yang lewat di daerah itu.
Alicia ingin meminta bantuan pada ayahnya, tapi sampai sekarang keberadaan Ayahnya juga belum bisa dia temukan. Dia ingin melapor kekantor polisi, tapi jaraknya cukup jauh dari tempatnya saat ini.
__ADS_1
Di tengah keputusasaannya, tiba-tiba Alicia teringat dengan Luca dan langsung menghubunginya.
Luca yang saat itu dengan bekerja lembur sendirian di perusahaannya, tiba-tiba perhatiannya teralihkan oleh dering ponselnya. Awalnya Luca mengabaikannya begitu saja mengira bahwa itu telepon dari Mamahnya yang menyuruhnya untuk pulang cepat.
Drrt, … Drrrt, ….
“Haaah, … Pasti telepon dari Mamah atau Lucia yang menyuruhku untuk cepat pulang,” gumam Luca.
Drrt, … Drrrt, ….
“Aish, … Mamah mengganggu saja!” gerutu Luca.
“Aku mohon Kak Luca! Hiks, … Cepat angkat teleponnya, Kak Ashlyn sedang dalam bahaya. Kumohon, … Hiks, …” gumam Alicia dengan tubuh gemetar ketakutan.
Drrt, … Drrrt, ….
“Alicia?”
Hingga pada dering ketiga, Luca pun memeriksa ponselnya. Luca cukup terkejut melihat Alicia yang sejak tadi berusaha menghubungi dirinya di tengah malam seperti itu. menyadari mungkin ada sesuatu yang terjadi, Luca pun balik menghubungi Alicia.
“Huaaa, … Hiks, … Kak Luca! Hiks, …”
“Alicia, tolong tenangkan dirimu dulu! Dan beritahu aku secara perlahan apa yang telah terjadi padamu di sana,” ujar Luca mencoba menenangkan Alicia.
“Hiks, … Kak Ashlyn, Kak! Mereka semua melukai dan membawa Kak Ashlyn pergi, Huhuhuu, …” jelas Alicia di sela isak tangisnya tapi masih bisa di dengar dengan jelas oleh Luca.
“APA?” seru Luca yang tentu saja langsung terkejut begitu mendengarnya.
“Siapa yang melakukannya, _....”
“Tidak, kenapa ayahmu tidak melindunginya dengan baik?”
Luca segera meralat pertanyaannya, sebab ada Vinno di samping mereka lalu bagaimana bisa Ashlyn berada dalam bahaya seperti sekarang.
“Aku tidak tahu, Kak! Hiks, … Ayah juga telah menghilang tanpa kabar sejak beberapa hari yang lalu. Hiks, … Lalu sekarang, … Hiks, ….”
“Vinno juga menghilang!” Terdengar Luca terkejut untuk ke sekian kalinya.
__ADS_1
“Kak Luca, … Hiks, … Aku harus bagaimana sekarang? Hiks, … Harus aku pergi ke kantor polisi, … Hiks, … Namun, aku takut, … Hiks, … Tadi Kak Ashlyn keluar banyak dari kepalanya. Huuhuuu, ….”
“Alicia tenanglah! Kak Luca akan segera datang ke sana untuk menemukan Kakakmu! Sekarang kau kembali saja ke rumah sakit dan jaga Ibu dengan baik, pastikan tidak ada orang asing yang mendekati kalian, Mengerti?” jelas Luca memberikan arahan kepada calon adik iparnya di masa depan, Mungkin.
“Kak Luca harus menyelamatkan Kak Ashlyn! Hiks, … Dia Kakak satu-satunya yang Licia punya sekarang! Hiks, …” pinta Alicia dengan sangat memohon pada Luca.
“Pasti! Kak Luca pasti akan menyelamatkannya. Kau percaya pada Kak Luca, bukan?” ujar Luca memberikan sebuah harapan kepada Alicia.
“Emm, … Hanya Kak Luca yang bisa aku percaya saat ini! Hiks, …” jawab Alicia penuh keyakinan pada Luca.
“Sekarang berhentilah menangis dan pergi untuk menemani Ibu! Namun, jangan katakan apapun pada Ibu tentang apa yang telah terjadi pada Kakakmu. Mengerti?” Luca kembali mengingatkan arahannya.
“Baik, Kak! Hiks, …” sahut Alicia yang hanya bisa menurut.
“Anak baik! Kalau begitu Kakak tutup teleponnya, karena Kak Luca harus bersiap untuk pergi ke sana malam ini juga!” ujar Luca sebelum menutup sambungan teleponnya, sedangkan Alicia hanya menanggapinya dengan dehaman.
“Apa kau akan pergi begitu saja tanpa memberitahu apapun kepada keluargamu?”
Sebuah suara yang tidak asing langsung mengalihkan perhatian Luca. Siapa lagi, kalau bukan Levi yang selalu ada di saat Luca memutuskan sesuatu yang penting.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
__ADS_1
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...