
“Tunggu dulu! Tadi kau mengatakan apa, Matt?”
Akhirnya Luca menyadari juga bahwa sedang berusaha memberitahu dirinya bahwa Matt telah berhasil mendapatkan informasi terkait kehidupan yang di jalani Axlyn selama menjadi pembunuh bayaran. Dengan cepat, Luca mengambil kembali tab yang sudah dia lemparkan itu.
“Benar, Tuan! Saya berhasil mengumpulkan informasi yang anda inginkan tentang kehidupan Axlyn selama menjadi pembunuh bayaran hingga memutuskan untuk mengikuti Tuan Levi!” Matt mengulang dan memperjelas perkataannya.
“Nama filenya ‘Laporan Hasil Kerja Matthew Anderson Yang Paling Tampan’! Silahkan anda periksa sendiri, jika ada yang tidak anda mengerti silahkan tanyakan pada saya,” ujar Matt dengan penuh kebanggaan pada dirinya sendiri.
“Cih, … Matt yang paling tampan? Iya, paling tampan kalau tinggalnya di hutan bersama monyet-monyet yang tinggal di sana,” cibir Max yang merasa muak sendiri dengan tingkah rekannya yang percaya dirinya tingkat dewa, hingga hampir bisa di katakan seperti orang gila.
“Kenapa? Kau merasa tidak terima, kalau aku lebih tampan darimu,” sungut Matt yang menyadari Max mencibir dirinya.
“Kalian berdua diamlah!” perintah Luca yang merasa terganggu dengan perdebatan Max dan Matt.
“Baik, Tuan!” sahut Matt dan Max yang langsung diam dan berhenti berdebat.
Sedangkan Luca mulai membuka file yang Matt katakan. Secara perlahan Luca membaca semua informasi yang tertulis dalam file itu. Dia kembali di kejutkan dengan fakta lain tentang Axlyn dan keluarganya.
Namun, dengan adanya fakta baru yang Matt temukan setidaknya Luca kini sudah mengetahui alasan mengapa Axlyn menjadi pembunuh bayaran.
“Matt, apa kau yakin dengan semua informasi yang kau dapat ini?” tanya Luca memastikan keaslian dari informasi yang Matt dapatkan.
“Tentu saja! Saya dan beberapa anak buah kita yang menyelinap masuk sendiri ke dalam markas pembunuh bayaran itu dengan mempertaruhkan nyawa kami. Jadi, sudah sangat di pastikan bahwa informasi itu memang benar adanya,” jelas Matt yang tidak akan pernah memberikan informasi pada Tuannya tanpa memastikan dulu kebenarannya.
“Ini sungguh fakta yang sangat mengejutkan, bahkan untuk diriku sendiri! Apalagi kalau Ashlyn dan Alicia sampai mengetahui kebenarannya?” gumam Luca yang terdiam sembari membayangkan beberapa kemungkinan Ashlyn akan bereaksi pada fakta yang dia temukan itu.
“Apakah maksud anda mengenai Ayah kandung mereka?” tanya Matt memastikan apa yang sedang di bahas oleh Tuannya.
“Benar! Jadi, alasan kenapa Ibu mereka tidak pernah memberitahu tentang siapa ayah kandung dari anak-anaknya karena pria itu adalah Pemimpin organisasi pembunuh bayaran,” ujar Luca yang sebenarnya masih tidak dapat mempercayainya.
__ADS_1
“Hah? Jadi, Ayah kandung Axlyn dan kedua adiknya adalah pemimpin organisasi pembunuh bayaran tempat Axlyn bekerja dulu!” seru Max yang tidak pernah menyangka bahwa selama ini Axlyn bekerja untuk ayah kandungnya sendiri.
“Benar, aku juga tidak tahu apa yang terjadi! Namun, menurut informasi yang aku dapatkan Axlyn terpaksa menuruti perintah ayahnya sebagai ahli waris organisasi itu agar Ibu dan kedua adiknya tetap aman,” ujar Matt yang masih ingat jelas cerita yang dia dengar dari salah satu pembunuh bayaran yang telah bekerja lama di organisasi itu.
“Coba ceritakan lebih banyak lagi apa yang kau ketahui, Matt!” perintah Luca, karena itu tidak ada di dalam informasi yang tertulis.
“Dari yang saya dengar, Axlyn datang ke organisasi itu untuk mencari ayahnya yang bernama Vinno Adorjand. Namun, saat itu Axlyn tidak mengetahui bahwa nama yang dia sebutkan adalah nama dari pemimpin organisasi pembunuh bayaran.” Matt kembali melanjutkan cerita yang dia dengar.
“Lalu?” tanya Max yang tidak sabar mendengar kelanjutan kisahnya.
“Axlyn yang telanjur mengakui dirinya sebagai putri dari sang pemimpin sebuah organisasi berbahaya, pembunuh bayaran yang paling di takuti di negara ini tentu saja tidak akan di lepaskan dengan mudah,”
“Apalagi seperti yang kita semua ketahui bahwa dunia mafia, gangster dan yang lainnya sangat rawan adanya musuh dan polemic balas dendam antar klan maupun organisasi,” sambung Matt yang di benarkan oleh anggukan kepala Max dan Luca.
“Lalu, apalagi yang terjadi?” tanya Max yang semakin terus penasaran dengan kisah Ayah dan putrinya itu.
“Tentu saja sebagai seorang Ayah, dia akan berusaha melindungi putrinya. Dia menjadikan Axlyn ahli waris posisinya yaitu sebagai pemimpin organisasi pembunuh bayaran terbesar di negara ini. Axlyn di latih hingga menjadi pembunuh bayaran terbaik di organisasi itu,” jelas Matt lagi.
“Jadi, itu yang terjadi?” gumam Luca yang akhirnya mengetahui alasan gossip itu tersebar adalah salah satu bentuk perlindungan Hanna untuk melindungi dua putrinya yang tersisa.
“Lalu mengapa Axlyn berakhir menjadi salah satu anggota klan ViLuc?” Luca memang belum mengetahui tentang itu, akhirnya menanyakannya.
“Kami harus minta maaf pada anda, sebelum menceritakan tentang itu,” ujar Max yang terdengar ragu untuk menceritakannya.
“Kau juga mengetahuinya?” tanya Luca pada Max.
“Tentu, Tuan! Karena alasan Axlyn berakhir menjadi anggota mafia, karena perbuatan dari mantan atasan kami yaitu Tuan Kaendra dan Tuan Luke! Mereka ‘lah menjadi alasan kenapa Nona Leona selalu memburu Axlyn untuk di bunuh dengan tangannya sendiri,” jelas Max.
Sedangkan Matt memilih diam dan focus menyetir. Keduanya benar-benar takut, kalau Luca akan mengamuk lagi jika membahas soal kematian Axlyn.
__ADS_1
Bagi Max dan Matt membahas soal kematian Axlyn, sama halnya mereka tengah membahas tentang kematian mereka sendiri.
Sedangkan keberadaan Luca bagaikan malaikat maut untuk mereka yang bisa kapan saja mencabut nyawa mereka dengan mudah.
“Ceritakan semuanya yang kalian tahu?” perintah Luca dengan nada bicaranya yang sudah mulai terdengar sangat dingin. Namun, matanya sudah berlinang air mata menahan tangis.
“Saat itu, Tuan Kaendra dan Tuan Luke sangat membenci kekasih Nona Leona karena di anggap membahayakan posisi klan. Mereka pun datang ke negara ini untuk memakai jasa pembunuh bayaran terbaik dan ketika itu Axlyn ‘lah yang terpilih,” ujar Max yang sudah keringat dingin ketika menceritakannya.
“Lanjutkan!” perintah Luca yang nada bicaranya semakin menakutkan.
“Karena sudah menjadi pekerjaan baru Axlyn, dia pun berhasil membunuh kekasih Nona Leona dengan mudah! Namun, siapa sangka Tuan Kaendra dan Tuan Luke malah menjadikan Axlyn sebagai kambing hitamnya,” imbuh Matt ketika Max menyentil nya untuk melanjutkan bercerita.
Keduanya sudah berkeringat dingin dan bersiap menghadapi resiko terberat yang harus mereka terima saat menceritakan kejadian itu. Sesekali Matt dan Max mencuri pandang melalui kaca belakang mobil untuk melihat raut wajah Luca saat itu.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
__ADS_1
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...