
tit tit
sampai diruang tengah mendengar suara klakson mobil membuat Karin dan anak kamar 23 kompak membalik badan
"nah bahan-bahan buat masaknya dateng tuh" ucap Karin yang langsung disahuti Ara
"kalo gitu biar Ara yang ambil dan bawa kedapur Tan" Karin ingin mencegah biar art saja yang membawanya tapi Ara sudah dulu berlari yang diikuti Sasa dibelakangnya
melihat seorang laki-laki yang keluar dari mobil dan langsung membuka pintu bagasi mobil Ara dan Sasa pun langsung kesana juga
"Pak biar saya dan teman saya aja yang bawa belanjaannya" ujar Ara kepada laki-laki yang memang mau mengambil barang-barang belanjaan tersebut
laki-laki itu berdiri tegak memegang beberapa plastik yang berisi belanjaan
"loh kamu" Ara sedikit kaget sebab orang yang ada dihadapannya ini adalah orang yang dia tabrak sewaktu ditaman
"bawa sisanya aja" ucap laki-laki itu menunjuk sisa belanjaan yang hanya ada 4 plastik saja jadi Ara dan Sasa membawa masing-masing 2 plastik saja
Ara dan Sasa berjalan lebih dulu ketika diteras seorang art datang dengan niat mau membawakan belanjaan tersebut tapi Ara menolak dan meminta untuk menunjukkan jalan kedapur
setibanya didapur Ara diarahkan art tadi untuk meletakkan belanjaannya dimeja
"cuma segitu Ra ?" tanya Karin yang melihat 4 plastik yang diletakkan oleh Ara dan Sasa
"ada dibelakang Tan dibawa sama pak supir" jawab Ara yang diangguki Sasa
Karin mengernyitkan alisnya sampai apa yang difikirkannya terjawab ketika laki-laki yang dimaksud Ara itu muncul dan meletakkan plastik-plastik yang berisikan belanjaan
"ahahahahaha jadi.. hahahaha" Karin tertawa geli sampai-sampai menutup mulutnya
"anak Mama ternyata punya tampang supir ya hahaha haduuhh astaga" ucap Karin lanjut sambil menepuk-nepuk bahu sang anak yang dikira Ara supir
dan ucapan Karin tadi membuat Ara menelan ludahnya kasar karena yang ia sangka supir adalah anak seorang wanita yang belum bisa menghentikan tawanya saat ini
Sasa pun tak kalah kagetnya tapi karena dia tidak salah dia hanya menahan tawanya
__ADS_1
bukan hanya Sasa tapi Desty dan Abel yang ada dimeja pantry pun sama bahkan art yang ada disanapun juga menahan tawanya bisa-bisanya Ara mengira anak Karin adalah supir
"terus aja Ma ledekin terus" ucap laki-laki itu kesal sambil membuka maskernya
Abel dan Sasa yang melihat laki-laki itu membuka masker hanya membentuk mulutnya O karena mereka pernah melihat walaupun tidak kenal
"ma-maaf kak Ara tuh beneran gak tau" lirih Ara yang sudah ketar ketir dengan pria didekatnya ini yang dari pertama bertemu saja cueknya minta ampun
"santai aja sayang kakak ipar kamu ini memang begitu sikapnya sok sok an cuek bebek kalo belum kenal dengan orang tuh"
"oh udah nemu calon mantu lagi" timpal sang anak yang menanggapi mamanya
"iya dong Chandra masa cuma kamu aja yang Mama cariin"
Chandra adalah anak keduanya Karin yang saat ini duduk dibangku kuliah semester akhir
"eh ada pacar gue ternyata " Chandra berjalan kearah Desty yang kemudian langsung merangkul Desty
"gausah pacaran disini kalian jangan mencemari mata anak-anak gadis yang masih polos ini"
"adik centil jangan gitu ya sama calonnya kakak kasihan dong mulutnya ditutup pake tangan kamu gitu" tegur Chandra yang membuat Abel dan Sasa seolah mau muntah bahkan Mamanya sendiri pun juga begitu
"jodoh emang gitu Ra sama-sama aneh kan tuh pasangan " Karin berbicara pada Ara karena melihat Ara yang sepertinya masih tidak menyangka dengan sikap Chandra
"adik ipar gue kalem ya orangnya" ucap Chandra yang mengedipkan sebelah matanya pada Ara yang malah mendapat cubitan diperutnya siapa lagi kalo bukan Desty pelakunya
"gausah ganjen jadi kakak ipar itu ntar Ara ga mau sama adik lo"
"dengerin tuh nasehat pacar" ejek Karin pada anaknya yang hanya dibalas kerlingan mata kesal
"kapan masaknya sih ?" tanya Sasa yang menoleh ke kiri dan kanan mencari jawaban dari setiap orang yang masih setia berdiri dengan obrolan yang makin ntah kemana
"ayok kita bikin seblak anak-anakku" ajak Karin yang mulai membuka plastik belanjaan
"waahh beneran kita bikin seblak Tan ?" tanya Ara antusias
__ADS_1
"iya sayang emangnya kenapa ?"
"gue tebak lo ga pernah makan seblak iya kan Ra ?" tebak Abel yang diangguki langsung oleh Ara
"iya aku emang ga pernah Bel, sampe Jakarta kan sibuk juga ngurus ini dan itu trus kemaren cuma nemu jajanan enak di.. di apa sih kemaren Daddy nyebutnya di dengkulan kalo ga salah" Ara berkata jujur dan mulai bercerita yang didengar oleh yang lainnya dengan tangan yang sambil bekerja
"hah dengkulan ?" tanya Sasa yang mencari jawaban dengan dirinya sendiri
"iya dengkulan itu jalan tikungan itu kan ? cuman dengkulan itu bahasa apa ? soalnya Ara baru denger" tambah Ara yang mungkin bisa difahami para pendengar
*oooohhhhhh
wkwkwkwkwk
hahahahaha*
semua yang mendengar sudah tahu jawabannya dan malah berkahir gelak tawa yang malah membuat Ara ikut nyengir saja karena ia tau mereka tertawa pasti karena dirinya salah menyebutkan kata tersebut
"itu namanya pengkolan Ra bukan dengkulan ya ampun hahaha" Desty yang menjawab walau setelahnya kembali tertawa sedang yang lain masih memberhentikan rasa geli diperutnya
"hehe iya itu yang aku maksud kak Pengkolan iya pengkolan" jawab Ara yang mengulang kata pengkolan demi mengingatnya
"Ara lo tumbuh uban ya ? kok banyak banget ? eh tapi kok malah nyambung ama rambut hitamnya sih ?" Sasa yang awalnya mau duduk dekat Ara malah bertanya-tanya karena heran melihat rambut Ara
"loh iya Ra, tapi kok kek gini ?" Abel menghampiri Ara ikut melihat juga
"emm sebenarnya rambut aku itu ga hitam, tapi pas sampe Indonesia aku ga lihat ada yang kayak aku gitu jadi yaudah aku warnai aja padahal kata Mommy gausah nanti pasti tumbuhnya bakal putih lagi"
"bener kata Mommy kamu sayang toh kamu tetep cantik kok mau warna rambut kamu kayak apa tapi cantikan warna rambut aslinya dong"
"hehe iya Tan nanti setelah ini ga lagi kok, awalnya Ara fikir bakal malu soalnya kayak nenek-nenek kan ya kalo rambut putih disini tu ?
"iya sih rambut nenek-nenek itu emang putih kebanyakannya tapi kan lihat lagi dari kerutan wajahnya atau dari segi badannya atau lainnya lah sedangkan kamu kan enggak malah kamu mah bule sayang"
"iya Ra gausah diwarnai lagi, kan biar kelihatan gitu kalo kita kita punya temen bule ya ga bestie...." sambung Sasa yang disetujui Desty juga Abel
__ADS_1
"adik ipar gue blasteran rupanya wah keren keren" Chandra bertepuk tangan yang merasa bangga memiliki adik ipar seorang blasteran