
aaaaaaaaaaaaaaa
Ara berteriak sekuat tenaganya, mengeluarkan semua rasa resah yang memenuhi hati dan fikirannya
hiks hiks
sesekali ia terisak tapi tidak mampu untuk berbicara, memeluk kedua lututnya seperti orang yang ketakutan dengan tubuh yang bergetar
"kak Bagas.." lirihnya memanggil nama seseorang yang membuatnya jadi seperti ini dari lima tahun yang lalu
seharusnya saat ini Ara sudah berada di Indonesia dan mulai menjalankan perannya sebagai seorang dokter tapi ia belum mampu karena takut konsentrasinya selalu terganggu sebab bayangan Bagas yang memeluk Chelsea selalu menjadi pengganggu
dan juga Ara tau bahwa saat-saat ini pun pasti Bagas akan pulang ke Indonesia, untuk itu Ara akan memutuskan berlatih secara langsung dengan Grandpa sambil melupakan Bagas sampai ia seperti tidak pernah mengenal yang namanya Bagas
__ADS_1
pukul Delapan malam di club malam
disinilah Ara berada, Ara juga tidak tau kenapa bisa ia masuk kedalam tempat yang sangat dilarang oleh keluarganya dan tempat yang selama ini ia hindari
sedangkan sang Grandpa yang selalu memantau dari CCTV yang tersembunyi di handphone Ara merasa iba melihat sang cucu yang sampai memiliki Keputusan seperti saat ini
tanpa terasa ada setetes air mata yang jatuh, Grandpa jadi teringat pada masa mudanya dulu yang pernah salah faham pada istrinya dulu saat masih berpacaran
ia nekat pergi ke club malam dan bermain pada jal*ng yang ada ditempat kotor tersebut dan itu menjadi hal yang paling disesali Grandpa karena tidak mencari kebenarannya terlebih dahulu
tapi saat Grandpa melihat ada laki-laki yang berbicara pada Ara Grandpa langsung memerintahkan sepuluh bodyguard nya untuk segera melindungi Ara dari jarak aman
"jangan biarkan cucuku disentuh oleh laki-laki manapun" perintahnya yang terdengar sangat tegas dari sambungan telepon pada bodyguard yang sudah siap siaga melindungi Ara
__ADS_1
Ara termenung melihat minuman yang selama ini belum pernah ia minum sedikit pun, sungguh Ara pun tidak ingin hanya sekedar memesan saja lalu ia melihat orang-orang yang menikmati minuman tersebut dengan santainya, ada yang berjoget sesuai alunan musik yamg bagi Ara terlalu berisik bahkan Ara melihat ada wanita yang dengan santainya bermanja pada sembarang laki-laki yang baru datang
Ara bergidik risih melihat itu semua, kemudian ia tersadar bahwa ini salah maka dari itu ia akan keluar dari tempat tersebut, tapi atensi Ara tertahan pada sosok laki-laki yang ia kenali
"aku gak salah lihat kan ?" gumam Ara pada dirinya sendiri
ketika laki-laki tersebut mendekat dan memesan minuman Ara dengan berani menyapanya
"kak Ervin" tak hanya memanggil Ara juga dengan berani menyentuh lengan laki-laki tersebut
laki-laki yang dipanggil menoleh pada Ara karena nama yang dipanggil oleh Ara memang nama miliknya
"loh Ara" ucap Ervin yang juga kaget lalu ia melihat ke sekeliling Ara mencari siapa yang menemani Ara dan ternyata tidak ada siapa-siapa
__ADS_1
"kamu sendirian ?" tanyanya dan Ara mengangguk
Ara memerhatikan Ervin dengan seksama karena banyak perubahan yang nampak di mata Ara, seperti Ervin yang lebih kurusan dan pakaian yang Ervin gunakan sangat aneh menurut Ara dan Ara menilai lebih seperti seorang laki-laki berandalan, entahlah Ara pun tidak tau apa yang terjadi dengan Ervin