Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 43 - Masalah


__ADS_3

pada saat ini Dirgan dan Karin kewalahan menghadapi para wartawan digerbang utama komplek yang terus bertanya dengan pertanyaan yang bermacam-macam


Surya mengambil tindakan cepat dengan cara menyebarkan foto tes pack Tania dan juga foto Tania yang sedang bermesraan dengan seorang cowok dan juga foto Tania berpelukan dengan cowok yang sama didalam kamarnya sendiri dan laki-laki tersebut adalah Chandra


berita menyebar begitu cepat buktinya juga kepala menteri pendidikan meminta pada Dirgan dan Karin selaku pendiri dan pemilik sekolah untuk melakukan konferensi pers


"ya ampun pa ini gimana, kenapa bisa jadi begini ?" Karin yang baru memasuki rumah bersama Dirgan tentu gelisah harus mulai darimana dan mendapatkan bukti darimana jika laki-laki yang ada didalam foto tersebut bukanlah anaknya


"ma pa" panggil Chandra yang baru saja datang


"kamu kok udah pulang ?" tanya Dirgan


"iya pa pihak kampus nyuruh aku pulang dulu karena dikampus juga banyak wartawan, aku aja masuk kesini karena bantuan pak Gito" jelas Chandra melepas tas dan jaketnya


"pa ma sumpah itu bukan aku ma, aku sama Tania aja gak kenal gimana-gimana biasa aja" lanjut Chandra memberi tahu


"iya nak mama sama papa percaya masalah nya kita harus cari bukti gimana ?"


"aku panggil Bagas dulu siapa tau dia punya solusi "

__ADS_1


tidak perlu menunggu lama Bagas datang, ia sudah membaca beritanya di media sosial jadi tidak perlu bertanya kenapa abangnya memanggil


bukan hanya Bagas yang datang tapi Desty juga datang karena ia juga shock dengan berita itu


"sayang kamu gak percaya kan sama berita itu ?" tanya Chandra menarik Desty dari belakang Bagas


Desty menggeleng "tenang aja aku gak bakalan dengan mudah percaya gitu aja kok"


"dapat" ucap Bagas yang menarik perhatian orang-orang disekitarnya


"ini foto editan ini video juga editan aku udah dapet sumbernya ketemu di link chrome tapi kalo foto tes pack ini sama foto dikamar ini asli cuman muka si cowok ini aja yang diedit pakai mukanya abang" jelas Bagas dan semakin membuat semua orang berfikir keras


"tapi pa buktinya gak kuat pa" ucap Karin menahan


"gak apa-apa ma setidaknya kita harus memberikan jawaban dulu masalah kedepannya kita fikirkan nanti semoga ada jalan yang baik"


konferensi pers diadakan di lantai 3 sekolah Bumi Bakti karena memang tempat yang sering digunakan untuk rapat atau pertemuan besar


para kru cameraman sudah standby begitu juga dengan beberapa wartawan yang sudah siap mengajukan pertanyaan-pertanyaan

__ADS_1


Dirgan masuk lebih dulu diikuti Karin sang istri dan kedua anaknya Chandra dan Bagas


Dirgan yang pertama berbicara lalu kemudian giliran Bagas yang menjelaskan


"kalau memang bukan anak bapak Chandra lalu dengan siapa wanita tersebut hamil ?"


"ya benar, bukankah dia juga murid disini ?"


"apakah sebagai pemilik dari sekolah Bumi Bakti bapak tidak memerhatikan bagaimana pergaulan seluruh murid ?"


pertanyaan bertubi dari beberapa wartawan tersebut membuat Dirgan berfikir siapa orang yang menyebar berita tersebut dan apa motifnya ,


seluruh orang yang ada diruangan itu kompak menoleh pada pintu yang mana disana ada 2 orang berdiri saling berpegangan tangan dan salah satunya adalah seorang gadis yang sedang diperbincangkan


mereka berdua adalah Davin dan Tania, Davin semakin mengeratkan genggamannya seakan menyalurkan energi agar Tania tidak perlu takut


Davin membimbing Tania dengan tenang masuk menghampiri Dirgan dan yang lainnya yang berada didepan para wartawan


Davin dipersilahkan duduk oleh Dirgan walaupun tidak kenal dan tidak tau apa maksud kedatangannya, semua juga bingung dengan kedatangan 2 orang tersebut secara tiba-tiba

__ADS_1


__ADS_2