Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 50 - Hari Bahagia Dania


__ADS_3

Sasa terduduk lemah didalam mobil karena selama perjalanan 1 jam 52 menit itu ia tidak pernah duduk tenang terus bolak-balik ke toilet untuk memuntahkan semua isi perutnya


"ahahaha bener kan gue bilang juga apa ilmu nenek gue tuh manjur coba lo tadi ikutin gue" ledek Desty pada Sasa padahal sendirinya juga tidak muntah karena tidur bangun tidak bangun karena sudah sampai


turun di Changi airport mereka langsung menuju perjalanan ke hotel Mariana Bay Sands hotel yang menjadi peringkat nomor 1 dari 850 hotel di Singapura


dan di hotel tersebut lah acara pernikahan Davin dan Tania akan dilaksanakan


Davin sendiri membawa pakaian adat Jawa dari Indonesia yang akan ia kenakan nantinya hanya sederhana saja pakaian itu begitu juga dengan pakaian Tania


Davin melakukan itu karena dulu ibunya pernah berkata ingin melihat Davin menikah dengan pakaian tersebut seperti keinginan kakek Davin tapi ibu Davin tidak mengabulkan keinginan sang ayah karena Surya menolak


Axelo menatap cucunya bahagia karena saat ini Davin dan Tania telah resmi menjadi suami istri


Axelo menyapa orang-orang Indonesia yang hadir dan tentu ia tau karena Davin sudah bercerita terlebih dahulu

__ADS_1


"terima kasih sudah bersedia hadir" ucap Axelo yang masih terus berbincang bersama Dirgan dan Karin


"kami yang berterima kasih" sahut Dirgan mengusap bahu orang tua yang ada disampingnya


"semoga cucu anda selalu bahagia dan terus seperti itu" timpal Karin mendoakan dan Axelo juga Dirgan mengaminkan doa tersebut


disaat para tamu di ballroom sedang menikmati hidangan teman-teman Tania yang hadir datang menghampiri Tania dan Davin dengan maksud untuk berfoto


Jepretan kamera akhirnya terhenti tanda bahwa mereka telah selesai dan sekarang giliran mereka menikmati hidangan


"besok kita udah pulang ya ?" tanya Sasa yang kemudian menyuapkan dessert kemulutnya


"Sasa masih ingat janji aku pertama masuk ke Asrama Bumi Pertiwi ?" ucap Ara yang memberi pertanyaan juga pada Sasa


"tunggu tunggu janji yang mana nih ?" Sasa menelan dessert nya dan kemudian melanjutkan "ke Kanada bukan sih ?" tanya Sasa menebak dengan raut wajah berbinar bahwa memang jawabannya benar

__ADS_1


dan bersorak hebohlah Sasa saat Ara mengangguk mengiyakan alhasil Desty dan juga Abel juga ikut bersorak bahkan mereka bertiga berpeluk karena terlalu senang


"sumpah gue mimpi apa ya kok perasaan ada aja gitu keajaibannya" Sasa tak berhentinya tersenyum tapi berbeda dengan Reva yang mendadak menunduk karena ia pastinya akan pulang dan lebih buruknya fikiran Reva bahwa ia akan pulang seorang diri


"kak Reva juga ikut kok" ucap Ara menepuk bahu Reva pelan karena Ara tau apa yang difikirkan oleh Reva


Reva mendongak menatap Ara "beneran gue juga ikut ?" dan Ara mengangguk


"tapi gue gak punya ua-"


"Grandpa aku yang nanggung semuanya yang penting kita liburan nya sama-sama" Ara memotong ucapan Reva bukan untuk sombong tapi benar grandpa Ara lah yang meminta agar cucunya bersama temannya yang lain untuk berlibur di Kanada sepuasnya


tentu saja keluarga Ara yang di Kanada sudah rindu pada Ara sudah 1 tahun tidak bertemu, ya memang sih mereka menjaga komunikasi dengan sesekali video call tapi kan tetap saja beda rasanya


lebih akan berkesan dan akan terobati rindunya bila langsung ketemu bertatap muka dan menghabiskan waktu bersama walau hanya beberapa hari saja.

__ADS_1


__ADS_2