
Bagas terus menerus memikirkan Ara dan membodohi dirinya pasalnya kejadian seperti itu terulang kali, Bagas bahkan mengumpat kasar didalam batinnya sampai-sampai ia tidak sadar bahwa telah tiba di rumah sakit
"Bagas udah sampe bawa perempuan itu cepat" ucap Kevin setelah membuka pintu mobil untuk Bagas
ketika melihat Sasa ikut keluar Bagas lebih dulu menatap Chelsea dengan tatapan yang begitu tajam "lo sengaja lagi kan ngelakuin ini semua,lo tau kan ada Ara" tuduh Bagas dengan menunjuk Chelsea dengan jari telunjuknya sementara Chelsea hanya menggeleng dan terus menerus mengaduh sakit
"Bagas ayok" panggil Sasa menyadarkan Bagas yang sedang terselimuti emosi yang membuncah
ketika Bagas keluar dari mobil ia langsung membaringkan Chelsea pada brangkar yang sudah siap oleh beberapa perawat yang sudah dipanggil oleh Kevin
dan bertepatan saat itu Ara tiba, begitu ia turun dari mobil Ara langsung berlari mengikuti para perawat yang sudah mendorong Chelsea menuju ruang IGD
Ara melewati Bagas begitu saja dan Bagas berjalan lunglai mengikuti Ara dari belakang namun ada tangan yang menahan dan itu adalah Karin
plak
__ADS_1
semua menatap kaget pada Karin yang memberi tamparan pada Bagas, Ara sempat melihat tapi ia tidak memperdulikan itu sebab sekarang ia akan fokus pada Chelsea. Walau bagaimanapun juga Ara tetap bersalah karena jika ia tidak menepis dan mendorong Chelsea pasti tidak akan terjadi seperti ini
Bagas memegang pipinya yang terasa panas karena tamparan sang mama tidak main-main
"ma" panggil Dirgan langsung merangkul istrinya mundur dari Bagas
"mama apa-apaan sih ma ?" tanya Bagas dengan suara yang sedikit meninggi
"kamu yang apa-apaan Aska, kamu menduakan Ara dan sekarang apa fakta yang baru kita ketahui ini apa Aska ?, anak siapa yang dikandung perempuan pelakor itu hah ? cerca Karin meminta penjelasan pada sang anak bahkan ia sampai memanggil nama Bagas dengan namanya yang dulu
"egois" satu kata itulah yang mampu Bagas ucapkan setelahnya ia menggeleng dan pergi meninggalkan semua orang yang masih terdiam
"Bagas mana pa, pa Bagas pa"
"sayang udah ya, kamu tenangin diri kamu dulu ok, semuanya pasti akan papa tangani, sekarang kamu sama Emberly dan yang lainnya pastiin kondisi perempuan itu dulu, biar Bagas jadi urusan papa"
__ADS_1
"udah yuk Rin, dengerin apa kata suami kamu" Emberly pun langsung merangkul sang besan dan membawanya pergi, begitu juga dengan yang lainnya
Desty yang baru tiba melihat Bagas berjalan tergesa-gesa dengan wajah yang masih nampak emosi
"yank itu Bagas, kita ikutin yuk" Chandra pun menyetujui istrinya langsung menggendong Arga yang tidur kembali
"Bagas.." panggil Chandra begitu sampai disebuah bangku yang sedang diduduki oleh Bagas saat ini
"loh kalian ikut nyusul ke rumah sakit" ucap Dirgan yang baru datang
"eh papa, duduk pa" Desty menggeser duduknya agar sang papa duduk disamping Bagas, karena sepertinya sudah ada hal yang terjadi dan mereka tentu tidak tahu
"nak" panggil Dirgan yang kini sudah sepenuhnya menghadap pada Bagas
"maafin mama kamu, mamamu pasti khil-"
__ADS_1
"ya setidaknya tanya dulu pa bukan langsung kayak gitu, semuanya kenapa sih ga ada yang bela Bagas sama sekali, ini semua hanya salah faham tapi kenapa kalian malah gagal faham hiks" runtuh sudah pertahanan Bagas sebagai seorang laki-laki yang tidak cengeng buktinya dia pun akhirnya menangis dihadapan sang papa
Dirgan langsung memeluk Bagas begitu juga dengan Chandra yang berada disamping kiri Bagas, sedangkan Desty hanya diam tidak ingin ikut campur namun didalam hati ia sedikit merasa lega karena benar ini hanya kesalahpahaman, dan tinggal menunggu Bagas menjelaskan