
Didalam kelas semua murid sibuk dengan kegiatannya masing-masing bukan karena jamkos tapi menunggu guru baru yang hampir 15 menit belum datang juga
"woi Ra ngapain lo melamun senyam-senyum kek gitu ?" tanya Abel yang sedang bermain game tapi sesekali melihat ke arah Ara
"hehe seneng aja Bel ga kerasa ya aku disini udah 1 minggu"
"kirain kesurupan jin bocil lo"
"selamat pagi anak-anak " sapa seorang wanita yang terlihat masih berumur 20 keatas
"maaf ya ibu telat, soalnya macet banget, sebagai tanda minta maaf dan tanda perkenalan ini ibu bawakan oleh-oleh buah apel, mau gak ?" lanjut guru baru itu yang malah menawarkan buah dan tentu semua bersorak mau
mauuuuuu
"selagi gratis mah hajar aja ya gak gesss" ujar seorang murid laki-laki yang bernama Galang
__ADS_1
Galang adalah wakil ketua kelas, dia juga satu-satunya yang menjadi teman Bagas dan itu baru hari ini setelah Galang ditolong oleh Bagas mengerjakan PR nya
sepele memang tapi Galang bisa melihat sebenarnya Bagas ini bisa dijadikan teman, sifatnya yang cuek dan terkesan tidak perduli itu memang membuat orang lain enggan berteman dengannya dan Galang memiliki pemikiran bahwa Bagas seperti itu karena mempunyai alasan
biarlah Galang terkesan memaksa untuk bisa berteman dengan Bagas karena Galang seakan mendapat sinyal bahwa ia merasa cocok jika bisa berteman dengan Bagas
"bener, kamu ketua kelas ya nak ?" tanya wanita itu memberikan senyuman manisnya yang malah membuat Galang risih melihatnya
mungkin emang kek gitu orangnya ga mungkin kan tuh tante-tante naksir gue batin Galang yang kemudian ia menjawab pertanyaan sang guru
"sini Galang, bantu Ibu bagiin apel-apel ini" ajak guru tersebut, awalnya ingin menyapa ketua kelas tapi tidak jadi karena melihatnya saja sudah membuat bulu kuduknya berdiri ketakutan
"pakai pisau juga bu ?" tanya Galang yang sudah berada didepan meja guru dan melihat tak hanya ada buah apel tapi ada pisau yang berukuran kecil
"iya dong makan apelnya dikupas aja biar lebih enak" Galang hanya manggut-manggut saja dan mulai berjalan membagikan pada teman sekelasnya
__ADS_1
selesai membagikan apel tersebut semua mulai mengupas apelnya masing-masing
"tuh guru baru baik sih baik ngasih apel gratis tapi gue gak suka masa iya ga ada perkenalan gitu dari dirinya" curhat Abel yang berbicara dengan nada pelan
"lo bener Bel makan apel aja repot pakai segala harus ngupas dulu padahal kan makan langsung aja bisa udah dicuci juga kan ? udah belum sih ?" Sasa sependapat dengan Abel, oh ya Sasa itu duduknya pindah jadi dibelakang Abel dan Ara dengan alasan tidak bisa jauh dari temannya dan juga teman sebangku yang sebelumnya itu terlalu pendiam tidak asyik untuk diajak ngerumpi
Ara yang semula masih menghadap kedepan kini mengikuti Abel menghadap kebelakang
"mungkin karena belum dicuci makanya disuruh kek gini" pendapat Ara yang berfikir positif
"nah iya bener kata Ara, mungkin juga guru baru itu kebiasaannya makan apel tuh kayak gini jadi beliau ngelakuin hal yang sama kayak kita" sahut Noni yang setuju dengan Ara
Noni ini anaknya juga lumayan polos sama seperti Ara, awalnya ia juga bukan duduk dibangkunya yang sekarang melainkan duduk dibelakang Tania yang selalu membully nya walau tidak parah-parah banget sih tapi kan ngeganggu
karena tidak tahan ia meminta izin dengan ketua kelas dan saat itu bersamaan dengan Sasa yang juga meminta izin dan jawaban Bagas adalah tergantung dari 2 orang yang ada dibelakang Abel dan Ara apakah setuju atau tidak, Bagas tahu kalau Sasa itu teman Abel dan Sasa tapi itu tidak akan merubah keputusannya karena sebagai ketua sudah seharusnya ia tidak memihak
__ADS_1
dan beruntung sebab 2 orang yang ada dibelakang Abel dan Ara menyetujui itu. 1 orang pindah ketempat Sasa karena kebetulan itu adalah temannya juga, mereka berdua itu adalah anak sekolah dari luar. Dan 1 orangnya pindah kebelakang Tania yaitu tempat Noni itu tadi dengan niat ingin berteman dengan Tania karena ia tidak menyukai 2 orang yang ada didepannya