
begitu sampai di rumah sakit Ara langsung disambut oleh Sasa dan Noni yang lebih dulu sampai, ya tadi diperjalanan Ara sudah memberi informasi tentang Abel kepada kedua temannya dan juga Desty, hanya saja Desty belum tiba karena harus mengantarkan anaknya pada sang mertua
sebenarnya lebih dekat dengan sang mommy tapi sang mommy juga menjaga Chelsea dan Arka jadi dari itulah Desty menitipkan kedua anaknya pada mertuanya saja
"hai guys.." sapa Desty yang baru saja tiba
"panjang umur.. baru aja kita ngomongin kak Desty"
"ya udah yuk langsung masuk aja" ajak Desty, namun ia lebih dulu menyapa Galang "jadi selama ini lo yang ngumpetin si Abel ?" cerca Desty dengan kedua tangannya di pinggang
"ekhem, kalo itu kita bahas entar aja ya setelah jengukin Abel, yuk" ajak Ara bahkan ia langsung berjalan begitu saja sambil memeluk lengan Bagas
Bagas diam-diam mengulum senyum karena kelakuan Ara yang sadar atau tidak memeluk lengannya secara tiba-tiba seperti itu bahkan ada temannya yang lain, kan Ara pemalu ya kan ?
__ADS_1
"cie latihan gandeng tangan calon suami ya buat di acara nikahan nanti" ucap Bagas mengejek Ara dengan suaranya yang sangat pelan
Ara dengan cepat menoleh pada tangannya yang memeluk lengan Bagas dengan matanya yang berkedip beberapa kali lalu ia dengan cepat melepaskan tangannya, ya Ara bukan sengaja melakukan itu
tuh kan bukan sengaja batin Bagas, namun ia tetap saja merasa senang karena ketidaksengajaan sang calon istri
"ma-maaf kak" ucap Ara yang salah tingkah
"setuju bang" Aron dan Sasa kompak menyahuti ucapan Chandra
"woi belok sini" teriak Galang pada teman-temannya yang tetap berjalan lurus
"wkwkwk iya ya yang tau kan lo Lang ngapain kita didepan" Desty tergelak sendiri karena merasa lucu
__ADS_1
Keempat perempuan tersebut memeluk Abel secara bergantian walaupun Abel dalam keadaan tidak sadar, sungguh mereka sangat rindu pada sosok Abel yang tomboy dan selalu ceria
beberapa menit dirasa cukup untuk menengok Abel, Desty langsung mengajak ke kantin rumah sakit untuk mengorek informasi yang ia tidak ketahui, sifat keponya tidak akan hilang sebelum semuanya jelas
"cerita cepetan" ucap Desty yang terdengar sangat galak ditelinga yang lainnya terutama Galang yang ditatap langsung
Galang merasa nyalinya ciut karena di interogasi seperti ini, posisinya mereka tu seperti ini, Galang duduk didepan meja yang bentuknya bundar terus dihadapannya ada Desty kemudian disisi kiri Desty ada Sasa dan Noni lalu Ara berada disisi kanannya Desty sedangkan para pak suami berdiri tepat dibelakang istrinya masing-masing, upss dan Bagas dibelakang calon istri ya belum istri
Galang lebih dulu cerita kejadian di cafe saat bersama Bagas dan juga Ara, dan saat selesai cerita kejadian itu para laki-laki lebih dulu duduk karena tentunya capek
huh, Galang lebih dulu menghembuskan nafasnya dengan lega karena beres cerita sebagiam dan ia juga merasa lega karena akhirnya Desty yang memukul lengan,kepala kadang juga mencubit,menjewer akhirnya diamankan oleh Chandra
Desty terlalu gemas dengan Galang yang begitu entahlah, Desty pun tidak tau harus menyebut Galang itu laki-laki yang tollol atau aaggghhh batin Desty berteriak karena saking geramnya
__ADS_1