
happy birthday to you
happy birthday to you
happy birthday happy birthday
happy birthday Ervin..
"yeaayyy..." sorak Ara seorang diri bertepuk tangan dengan heboh
hahahahaha tawa semua orang yang ada disana menertawai kelucuan Ara yang percis seperti bocah
Ara mundur berlindung dibelakang Sasa merasa malu dengan tingkah kekanakannya, entahlah Ara itu merasa bahwa dirinya memang tidak pernah bisa dewasa
"selamat ulang tahun anak mama" ucap Karin merentangkan tangannya dan Ervin si anak sulungnya masuk dalam ke pelukan sang ibu
mereka semua berdiri dipintu utama menyambut kedatangan Ervin dengan langsung menyanyikan lagu ulang tahun
"makasih banyak Mama kejutannya" Ervin melerai pelukan itu dan mencium kening ibunya dan berganti pada sang Ayah
"sudah 27 tahun kapan bawa calon mantu papa kesini hmm ?" tanya Dirgan setelah melepas pelukan dengan Ervin
"ini loh pa calonnya Ervin" ucap Karin memegang bahu Abel
"lah lah" ah Abel sampai tidak tau lagi harus berucap apa Madamnya itu kelewat batas dengan mudahnya menyebutkan Abel didepan orangnya langsung
"hehe" si pelaku hanya bisa menyengir
"kayaknya duluan gue deh married nya" beritahu Chandra percaya diri
"ga masalah, lo duluan bahkan Aska juga yang duluan gue ga masalah" sahut Ervin melemparkan tasnya pada Chandra untung reflek Chandra bagus jadi ia bisa menangkapnya
"masuk yuk kita duduk diruang tamu aja sekalian makan-makan" ajak Karin masuk lebih dulu
"mereka ini siapa ma ?" tanya Ervin saat sudah duduk bersama dengan yang lainnya juga
"sama gue gak mungkin lupa kan bang ?" tanya Desty yang masih sibuk menuangkan jus
"nggak lah" sahut Ervin terkekeh lalu pandangan Ervin menatap pada Ara yang juga sibuk pada kuenya bukan sibuk memotong tapi sibuk makan kue bikinan Karin
__ADS_1
"ini Ara namanya calon adikmu Bagas" ujar Karin yang mana membuat Ervin manggut-manggut mengerti
"Aska eh salah mulu gue Bagas maksudnya lo ga mau ngucapin sesuatu sama abang lo ini apa ?" mendengar pertanyaan dari sang abang Bagas hanya menatap sang abang dengan tatapan datar
Ervin hanya tertawa menanggapi adiknya sebenarnya malah Ervin yang lebih dekat dengan Bagas tapi jika ramai seperti ini mana mungkin Bagas seperti itu
selesai acara makan-makan sederhana itu Desty dan adik-adiknya pulang ke asrama
"wah wah penghuni si paling caper udah pulang gess" tegur seorang perempuan dari depan kamarnya saat Desty dan yang lainnya hendak melewati kamar itu dan dia adalah Reva teman sekelas Desty
"duh.. mana lecek semua penampilan mereka, dibayar berapa yah mereka 1 jam nya ? hahaha" Tania juga ikut menimpali
"lo kira kita wanita jal*ng hah ? jaga tuh mulut" teriak Desty geram
"eh kak gue lupa, lo ga tau aja kemaren ada cewek murrahan yang ngajakin pacar lo ngedate tapi sayang-"
"sayangnya ditolak ya gak Bel hahaha" ucap Sasa menyambung omongan Abel
Desty faham cewek yang dimaksud itu adalah Reva " udahlah gess yuk yuk masuk ngapain juga ngeladenin orang gila" ajak Desty berjalan lebih dulu
Reva tidak terima dibilang cewek murrahan jadi ia hanya bisa membalas dengan menghadangkan kakinya dan tepat saat itu Ara yang lewat
"aw" Ara terjatuh karena memang ia tidak memerhatikan jalannya
"lo gak apa-apa ?" tanya Sasa membantu Ara membersihkan lutut dan telapak tangannya
Ara hanya mengangguk dan Desty yang sudah habis kesabarannya berdiri menghampiri Reva yang sedikitpun tidak merasa bersalah
"aw... lepasin sakit Des" Desty menjambak rambut Reva dengan kuat
"lo kalo mau cari masalah sama gue aja jangan pernah nyakitin orang lain yang sama sekali gak salah" usai berkata seperti itu Desty menghempaskan jambakannya dari rambut Reva dan pergi bersama adik-adiknya
"aarrhhh" teriak Reva frustasi dan masuk sambil memegang kepalanya yang berdenyut akibat jambakan Desty
di Asrama Bumi Perwira Aron dan Kevin sama-sama bingung harus bagaimana melihat Rangga yang sedari tadi terus-terusan tersenyum, suatu hal yang langka bagi keduanya melihat Rangga yang seperti itu
"Vin, bang Rangga kenapa sih senyam-senyum mulu, ngeri gue liatnya" bisik Aron pada Kevin
"tauk Ron gue juga ngeri takutnya kesambet jin bencong"
__ADS_1
"emang ada jin bencong ?"
"ga tau juga gue Ron" Aron berdecak sebal karena jawaban Kevin
"tegur gih, ini udah malem ajak masuk sana"
"lo ajalah Vin, ogah gue mah"
"berdua aja" putus Kevin yang diangguki Aron
mereka berjalan sangat pelan bahkan seperti orang yang mengendap-endap karena takut ketahuan
sampai didekat pintu balkon Kevin dan Aron terhenti karena Rangga tiba-tiba menoleh dan menampilkan senyum Pepsodentnya begitu lebar
"jin bencong......" teriak Kevin dan Aron yang lari dan naik ke ranjang tidur Aron sama-sama masuk dalam satu selimut
Rangga yang heran menoleh ke kiri dan kanan tapi tidak ada apa-apa lantas ia masuk dan mengunci pintu
Rangga mau bertanya pada 2 bocah yang lari tidak jelas tapi lampu malah padam maka dari itu Rangga menyalakan senter di hp nya baru datang pada ranjang Aron
Aron dan Kevin tidak tau kalau mati lampu karena didalam selimut itu juga mereka menutup mata dengan badan yang saling meringkuk dan berpelukan sampai-sampai mereka saling merasakan detak jantung mereka yang saling berlomba
"lo berdua kenapa sih ?" tanya Rangga menepuk-nepuk entah pada badan siapa
dirasa itu benar-benar Rangga akhirnya Aron dan Kevin berani membuka selimut tersebut dan
"aaaaaaa" teriak Aron dan Kevin bersamaan bahkan Aron sampai pingsan dan Kevin bergetar hebat bersembunyi lagi dibalik selimut
deg deg deg
Kevin benar-benar merasa takut seumur hidup baru kali ini ia merasakan takut yang luar biasa
bagaimana tidak takut ketika membuka selimut terlihatlah Rangga yang menampilkan deretan giginya dan mengangkat kedua alisnya lalu melambaikan tangannya
padahal Rangga hanya berniat menyapa hai saja dan menanyakan dengan isyarat mata tapi ternyata itu membuat kedua bocah itu berteriak lagi
jelas kedua bocah itu berteriak karena melihat Rangga yang seperti itu dengan cahaya hp yang hanya mengarah pada wajahnya sedangkan yang lainnya nampak gelap gulita ihhh serem
"ya tuhan lindungi hambamu ini dari jin bencong yang selalu tebar pesona itu" batin Kevin berdoa
__ADS_1
Rangga yang tidak mau tau lagi akhirnya memilih naik ke ranjangnya dan tidur biar ia bertanya diesok hari saja daripada nanti membuat kedua orang itu terus berteriak, Rangga bahkan tidak tau kalau Aron sampai pingsan
Kevin yang masih ketakutan pun berkali-kali membangunkan Aron tapi tidak ada respon dan Kevin sadar bahwa Aron itu pingsan dan pada akhirnya Kevin tertidur begitu saja.