
"teman kalian baik-baik saja hanya tekanan darahnya yang rendah, tunggu habis infusnya baru boleh pulang"
"terima kasih dok" dokter tersebut mengangguk dan tersenyum setelahnya langsung pergi
Abel masuk keruangan Ara bersama temannya yang lain dan ketika masuk sudah mendapati wajah Ara yang cemberut, sudah pasti Ara kesal karena Ara tidak tau dirinya yang sedang tertidur malah dibawa kerumah sakit, bangun bangun eh sudah ada infus yang terpasang
"hehe keep calm baby" ucap Galang begitu sudah berada disamping Ara
"kalian tu bikin aku sebel, udah dibilangin cuma capek aja masih aja dibawa kerumah sakit"
"ssstttt udah jangan ngomel lo Ra kek emmak emmak sumpah" Sasa meletakkan jari telunjuknya pada bibir Ara
"ayoklah pulang aja" ajak Ara bete
"sabar Ra abisin dulu tuh air bergizi" balas Aron menunjuk infus dengan dagunya
"air bergizi gigi lo kejepit panci"
__ADS_1
"lah Vin gimana ceritanya panci bisa ngejepit gigi gue" balas Aron tak terima dengan ucapan Kevin
"berisik woi" teriak Abel yang berbaring diatas sofa
...----------------...
"oh jadi kamu tinggal di Jakarta dan lulusan Bumi Bumi itu ? wahhh gue tuh pernah dengar tentang asrama dan sekolah itu dan sumpah itu keren" Bagas hanya tersenyum tipis menanggapi seorang perempuan yang ada dihadapannya sekarang
Bagas menemukan teman baru yang berasal dari negara yang sama namanya Jhonny dan Jhonny memiliki seorang adik yang bernama Chelsea
mereka tak sengaja bertemu di perpustakaan, saat itu Bagas menolong Jhonny yang sedang kesusahan membawa buku miliknya sendiri yang begitu menumpuk diatas kedua tangannya
"sorry ya lama" ucap Jhonny yang baru datang dari toilet
"its ok,"
"Chelsea mingkem" tegur Jhonny pada sang adik yang terus menerus melihat Bagas dengan tatapan tak berkedip
__ADS_1
terkadang Jhonny itu resah sendiri bila mengajak adiknya bertemu dengan teman cowoknya apalagi temannya tampan seperti Bagas ini tentu akan membuat sikap agresif adiknya itu berkali lipat
"sorry ya kalo lo risih ama kelakuan adik gue"
"santai aja Jhon" padahal dalam hati Bagas itu gelisah karena Chelsea ini bukan tipe nya sama sekali dijadikan teman atau bahkan pacar
"oh iya, lusa adik gue pulang ke Bandung, kali aja lo mau nitip sesuatu, yah kali lo punya pacar yang gak bisa dihubungi gara-gara insiden kemaren" Jhonny menawarkan pada Bagas dan saat itu Bagas teringat pada Ara
"ah benar juga, tapi apa ya ?" batin Bagas yang membuat senyumnya terukir
"nah pasti bener lo langsung teringat ama pacar lo kan ?"
"calon istri " jawab Bagas singkat dan tersenyum namun itu membuat Chelsea tidak senang ada rasa tidak senang ketika Bagas berucap seperti itu dan juga ia tiba-tiba tidak rela jika Bagas sudah memiliki kekasih
"harus jadi milik gue, harus." batin Chelsea dengan sorot matanya yang tajam dan tangan yang terkepal
pasalnya ini pertama kalinya Chelsea merasa benar-benar ingin memiliki pacar dan Bagaslah orang yang cocok menurutnya
__ADS_1
selama ini teman-temannya yang cowok atau teman abangnya sekalipun ia hanya sebatas tertarik untuk dilihat saja
tapi setelah bertemu dengan Bagas bukan hanya sebuah ketertarikan dari melihat saja namun ada rasa ingin memiliki dan mengklaim bahwa Bagas itu adalah miliknya, dan itu Harus.