Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 48 - Ilmu Dari Sang Nenek


__ADS_3

pagi hari semua orang yang akan terbang ke Singapura sudah tiba di Bandara Soetta, Dirgan sebagai kepala rombongan berada dipaling depan untuk melakukan check in terlebih dahulu


ini adalah pertama kalinya bagi Desty, Abel dan juga Sasa sedangkan untuk Ara dan Reva ini adalah entah untuk keberapa kalinya jadi wajar saja jika ketiga orang yang belum pernah itu agaknya merasa gugup


kini tiba saatnya mereka akan melakukan pemeriksaan untuk masuk ke boarding room, Abel,Desty dan Sasa mengamati Dirgan yang sedang melepas jaket dan ikat pinggang lalu mereka beralih menatap pada Karin yang juga meletakkan tasnya pada sebuah tempat yang kemudian bergerak menuju Xray


jadi mereka juga ikut melepas apa yang semestinya dilepas, namun ketika giliran Desty yang diperiksa dengan Metal Detector benda tersebut berhenti pada perut Desty dan tentu hal itu mendapat teguran dari seorang penjaga tersebut


"maaf Nona ada sesuatu yang terdeteksi boleh saya periksa" ucap seorang perempuan tersebut dan Desty pun membuka baju kaosnya dan nampaklah sesuatu yang jadi tanda tanya


Desty langsung menjawab sebelum ditanya "hehe saya tuh orangnya mabuk perjalanan trus katanya kalo naik pesawat bisa bikin mabuk juga, katanya kalo suka mabuk berarti banyak masuk angin trus makanya kata nenek kasi minyak telon di pusar abis itu ditutupin pakai uang receh ini baru nih saya tahan pakai plaster" terang Desty menunjuk sesuatu yang memang menempel menutupi pusarnya


sumpah demi apa semua orang tertawa dengan penjelasan Desty yang begitu detail bahkan tidak sedikitpun ia merasa malu

__ADS_1


seorang wanita yang bertugas itu menahan tawanya mati-matian dan meminta Desty untuk melepas uang logam tersebut


Desty menoleh pada Chandra dan Chandra mengangguk agar Desty menuruti aturan tersebut


"kamu pasti malu banget ya punya pacar kek aku, katrok banget sumpah aku bikin malu banget kan buktinya orang-orang disana tadi gak berhenti ketawanya" walau tingkat percaya dirinya Desty itu besar tapi jika separah ini pasti akan merasa malu juga


Chandra merangkul Desty yang ada disampingnya "pacar aku alias calon istri aku tuh memang beda dan kejadian tadi bikin aku malu ? duh gausah ditanya malu banget sumpah" jawab Chandra yang langsung mendapat bogeman dari Desty


"bodo amet punya pacar bukannya ngehibur malah bikin bete" hah sudahlah fikir Desty toh tidak masalah juga kan ia memang senang bikin orang tertawa


"hehe bercanda yank, buat apa juga aku malu kalo aku orangnya juga malu-maluin" jawab Chandra dan Desty memeluk kekasihnya itu kan mereka memang pasangan tidak punya malu


"wui wkwkwkwkwkwk sumpah lucu banget lo tadi kak" Abel datang dengan teman yang lainnya dan duduk disekitaran Desty

__ADS_1


"diem deh lo, nih udah gue pasang lagi" sahut Desty yang menunjukkan pusarnya dan memang benar sudah ia pakai kembali karena ia takut muntah dan itu akan lebih memalukan lagi nantinya


"jangan dibuka terus bajunya yank" Chandra menutup baju kaos Desty tidak rela jika dilihat oleh mata laki-laki lain


"gue juga mabukan sih orangnya, tapi ga percaya juga kek begitu buktiin aja entar deh" ucap Sasa yang menantang Desty dengan ragu


"ok gue buktiin kalo cara nenek gue itu ampuh 99 persen angin gak akan masuk ke perut gue jadi gue aman tuh dari mual-mual ampe muntah-muntah"


mereka hanya geleng-geleng kepala melihat Desty yang berdebat dengan Sasa


"1 persen nya apaan Des ?" tanya Reva ikut berbaur


"1 persennye angin jahat gue keluar hehe" dan tertawalah mereka yang ada disana begitu juga dengan Dirgan dan Karin yang sedari tadi hanya menyimak dikursi belakang

__ADS_1


__ADS_2