
Ara memerhatikan tangannya yang ditarik oleh Ervin dan Ara pun tidak tau Ervin akan membawanya kemana
seketika fikiran Ara kembali berputar pada saat dulu ia masih sekolah dan lebih tepatnya saat kejadian menyambut kedatangan Ervin dan juga saat kejadian ular yang membawa malapetaka, walaupun tidak begitu sadar tapi Ara masih ingat bagaimana wajah khawatir dari Ervin
dan saat ini Ara sudah mengerti bahwa Ervin saat dulu menyukainya hanya saja Ara tidak memahami semua itu
lalu apa saat ini Ervin masih memiliki perasaan kepadanya ?
keluar dari club malam Ervin membawa Ara duduk di sebuah bangku didekat parkiran
"ngapain kamu kesini Ra ?" tanya Ervin dengan raut wajah yang Ara tangkap seperti khawatir
"kakak juga ngapain disini ?" ah Ervin malah salah bertanya, tidak mungkin juga ia memberi tau Ara bagaimana mungkin ia bisa ada di Amerika, terlalu sulit untuk Ervin mengutarakan itu
__ADS_1
"Ra, kamu ada masalah ?" kali ini Ervin bertanya dengan nada yang lebih lembut dengan tatapan mata yang sulit diartikan untuk Ara
jujur Ervin tidak menyangka akan bertemu dengan Ara yang dulunya sangat ia hindari dan sekarang, Ara jauh lebih cantik dan Ervin tidak bisa bohong bahwa Ara masih ada didalam fikirannya
ditanya seperti itu oleh Ervin dengan perlahan Ara menceritakan apa yang terjadi, entahlah tiba-tiba Ara merasa ingin mencurahkan isi hati dan keluh kesahnya
untungnya Ervin benar-benar menyimak semua yang keluar dari mulut Ara, dan Ervin tidak tahu menahu dengan kejadian yang menimpa Bagas dan Ara
sakit, itulah yang hati Ervin rasakan saat ini. Melihat perempuan yang dulu sangat ia inginkan menjadi pendamping hidupnya malah tersakiti oleh adiknya sendiri
Grandpa yang masih setia memantau juga menitikkan air matanya, namun ia percaya pada laki-laki yang bersama Ara bahwa laki-laki tersebut yang tak lain adalah Ervin tidak akan menyakiti Ara, oleh karena itu Grandpa lebih memilih meninggalkan pemantauan terhadap cucunya dan mengajak sang istri untuk jalan-jalan
Ara melerai pelukannya karena Ervin tak kunjung membalas pelukan darinya, Ara fikir mungkin Ervin sudah tidak memiliki perasaan lagi terhadapnya tapi bukan itu yang Ara takutkan
__ADS_1
Ara hanya takut mungkin ada sosok wanita yang sedang Ervin jaga perasaannya jadi ia tidak mau menjadi perusak tersebut
"kenapa ?" tanya Ervin saat Ara menjauh darinya namun ia tahan, alhasil mereka saling berhadapan dengan jarak yang lumayan dekat
Ara hanya menggeleng dengan wajah yang masih sedikit basah oleh air matanya, hidung dan mata yang memerah dan itu semakin menambah kecantikan Ara
perlahan Ervin mengikis jarak antara wajahnya dan wajah Ara yang juga terdiam, Ervin jadi bertanya sendiri apakah Ara memang tidak masalah jika ia menciumnya, apakah inilah waktunya untuk mendapatkan Ara atau mungkin Ara menganggap bahwa Ervin saat ini adalah Bagas
awalnya Ervin memang ingin mencium Ara tapi urung ia lakukan dan ia hanya memeluk Ara yang ia anggap sebagai adik bukan lagi gadis yang dulu ia sukai
bukan karena Ervin berfikir bahwa Ara menganggapnya Bagas atau menjadikannya pelampiasan tapi ketika wajah Ervin semakin dekat dengan Ara tiba-tiba ada bayangan seorang perempuan yang hadir dan tersenyum pada Ervin
sungguh, padahal Ervin sangat yakin bahwa saat ini ia bisa memiliki Ara tapi entah kenapa bayangkan perempuan yang tersenyum padanya jauh lebih membuat hatinya berdebar-debar dibandingkan Ara yang padahal jaraknya sangat dekat dengannya
__ADS_1
dan bagi Ervin bayangan tersebut bukan bayangan pengganggu melainkan bayangan penyelamat karena hampir saja ia memiliki Ara melalui jalan nafsunya
sambil memeluk dan menenangkan Ara dengan mengusap pundaknya kembali Ervin malah tersenyum mengingat bayangan yang masih terekam jelas didalam ingatannya