Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 100 - Dua Buah Fakta


__ADS_3

"kita bicarakan ini ditempat lain, abang gak mau kalo mama sama papa sampe tau, abang takut mereka kecewa" putus Ervin pada akhirnya dan Bagas setuju


disinilah mereka berada, Ervin, sang istri, Bagas dan juga Ara yang Bagas jemput, tentunya untuk mencari tau kebenaran dari yang Ara rasakan entah itu benar atau salah


kemarin Ara juga menceritakan tentang ia yang bertemu Ervin dan saat itu ada rasa sakit yang Bagas sembunyikan, sakit karena cemburu.


kurang lebih lima belas menit Ara dan Bagas saling menceritakan pada Ervin dan juga istrinya atas apa yang mereka curigai


"nah ini jam nya, apa ini bukan punya abang ?" ucap Ara mengeluarkan jam tangan yang akan menjadi bukti bahwa itu adalah milik laki-laki yang telah menghamili Chelsea


"hahaha, ups.. sayang sumpah ini bikin punya aku loh" bukannya marah Ervin malah tertawa mendengar cerita Ara dan Bagas yang mencurigainya tapi tawa itu terhenti ketika melihat ekspresi sang istri yang juga menuntut jawaban dari Ervin


"sumpah itu bukan jam tangan gue dan gue gak kenal juga yang namanya Chelsea"


"terus apa yang abang tutupi dari mama sama papa ?" tanya Bagas lebih lanjut

__ADS_1


"huh, please gue mohon sama lo emm sama kalian berdua, sebenarnya alasan dari kita yang nikah dadakan terus pulang juga dadakan dan juga tinggal disana sampai entah kapannya itu karena istri gue hamil duluan"


Ara dan Bagas tentu kaget dengan apa yang baru saja mereka dengar, melihat kekagetan keduanya Ervin pun akhirnya menjelaskan kejadian yang sejujurnya dengan singkat, sebuah kekhilafan yang dilakukan oleh keduanya


"gue juga gak tau apa ini akan jadi rahasia selamanya atau sampai kapan, yang jelas gue sama istri gak mau orang tua kita sampe tau dengan alasan gak mau ngecewain dan jika tau yang akhirnya mereka benci kita udah punya tempat pengasingan dari kalian semua demi anak kita, karena kita juga gak mau anak kita tau yang akan merusak masa depannya kalau sampe dia tau" jelas Ervin panjang lebar yang kemudian merangkul sang istri


"kita percaya sama kalian berdua tolong jaga rahasia ini, dan untuk kalian batasi skinship antara kalian dan lebih baiknya lagi buruan nikah" pesan sang kakak ipar dan Ara juga Bagas mengangguk setuju


Bagas... Ara... wooiiiii


"kalo gitu kita duluan ya masih mau packing" pamit Ervin dan juga istrinya


"lah bang gue baru aja dateng kok lo main pergi aja"


"haha gak apa-apa lanjut aja, lo sehat Lang ?"

__ADS_1


"ya sehat bang, eh sorry ya bang kemaren gue gak dateng hehe, sibuk banget sumpah"


"its ok, ya udah kita pamit ya" setelah keduanya pergi Galang pun langsung duduk


"kangen banget gue sama lo bro sumpah, hai Ra.. hehe gue gak bilang kangen ya sama lo entar gue dicakar nih ama harimau hahaa" ucap Galang yang membuat Ara tergelak dengan tingkah laku Galang yang sama sekali tidak berubah,tetap kocak dan absurd.


"hahaha ih jadi keinget sama Abel" ucap Ara yang setelahnya masih tertawa


Bagas melihat perubahan wajah Galang ketika Ara menyebutkan nama Abel, dan Bagas ingin bertanya namun Galang lebih dulu buka suara yang mana membuat Bagas dan Ara terkejut


"loh ini jam tangan gue kok ada disini ?" ucap Galang mengambil jam tangan yang ada dimeja tepat dihadapan Ara


"lah iya ini beneran jam tangan gue, ada tandanya nih" lanjutnya setelah menelisik lebih teliti pada jam tangan tersebut


dan Bagas juga Ara sontak saling menoleh begitu kaget dengan fakta yang baru saja mereka ketahui, setelah tadi mereka mendapatkan sebuah fakta dari kehamilan istrinya Ervin sekarang mereka mendapatkan fakta yang lainnya lagi.

__ADS_1


__ADS_2