
Galang yang melihat Ara dibawa oleh semua orang yang menangani murid di uks mengikuti dari belakang dengan memegang sebuah nampan stainless berniat untuk memukul orang
teng teng teng
suara nampan yang jatuh membuat 7 orang petugas itu menoleh kebelakang namun mereka berfikir mungkin salah seorang diantara mereka ada yang menyimpan nampan tidak benar-benar pada tempatnya dan terkena angin lalu terjatuh dan ada juga yang menganggap ruangan itu angker
padahal suara itu berasal dari nampan yang dibawa Galang dan jatuh karena Galang kaget tiba-tiba kerah bajunya ditarik oleh seseorang
"ide lo jelek amet sih masa iya lo mau mukulin tuh orang-orang pakai nampan" Galang hanya diam menatap seorang perempuan yang ada didepannya saat ini, Abel.
"buntu banget fikiran gue Bel, cuma punye ide itu hehe" Galang tak mengelak bahwa idenye memang sekonyol itu
"udahlah sekarang mending kita kedalam uks ngecek anak-anak yang ada disana" ajak Abel yang kembali menarik kerah baju Galang
"mana Ara ?" tanya Bagas setelah Abel dan Galang masuk kedalam uks
"dibawa" jawab Galang yang mendapat tatapan tajam dari Bagas dan Abel, Abel sendiri tidak melihat karena tadi hanya fokus menarik Galang karena ide cerobohnya
melihat Bagas berlari Abel dan Galang juga mengikutinya yang sudah pasti untuk mengejar Ara
sampai didepan sekolah mereka tidak melihat tanda-tanda keberadaan orang-orang yang mencurigakan itu dan saat itu Madam Karin datang yang nampak baru datang dari luar Area Bumi
Karin turun dari mobilnya karena melihat ketiga anak yang berdiri ditangga sekolah seperti kebingungan
"kalian ken-" Karin tak menyelesaikan pertanyaannya dan memutar badannya melihat Bagas berlari masuk ke mobil dan pergi dengan terburu-buru
"eh hati-hati jangan ngebut" teriak Karin memperingati dan menggelengkan kepalanya
Abel dan Galang hanya bisa saling menatap melihat ketidaksopanan yang Bagas lakukan
"ada apa sih ?" ucap Karin mengulangi pertanyaannya yang tadi pada Galang dan Abel
belum sempat mereka menjawab perhatian mereka beralih pada 2 mobil ambulance yang datang
"bisa tunjukkan ruang uks nya ?" tanya seorang petugas yang sudah ada dihadapan mereka
Karin lebih dulu menjawab dan dan mengantarkan beberapa petugas tersebut ke uks dan ia kaget karena mendapati beberapa murid terbaring dengan kondisi tidak sadarkan diri
__ADS_1
setelah membiarkan para petugas dan 2 dokter menangani para murid-murid tersebut Karin mengajak Abel dan Galang keluar dan duduk didepan uks
"sekarang jelaskan sama saya ada apa ?" tanya Karin dengan mode serius
"jadi gini Madam" Abel yang bersuara dan menjelaskan bersama Galang
Flashback
dimulai dari seorang wanita masuk kedalam kelas yang diduga guru baru oleh semua murid tanpa ada perkenalan hanya mengucapkan maaf karena terlambat dan menyajikan apel lengkap dengan pisau kecil
dari sana Bagas sudah mengamati ada sesuatu yang mencurigakan, melihat Galang yang mau menyuapkan sepotong irisan apel kedalam mulutnya Bagas menahan pergelangan tangan Galang
"jangan dimakan!" peringat Bagas dengan suaranya yang pelan
"kenapa ?" tanya Galang yang menurunkan tangannya
dan Bagas tidak menanggapi Pertanyaan Galang namun menatap Abel yang kebetulan juga menoleh pada Galang dan Bagas
Bagas memberikan isyarat kepada Abel untuk tidak memakan apel tersebut, Abel yang memahami isyarat itu menganggukkan kepalanya samar karena ia juga merasa ada yang aneh dengan guru barunya
dan melihat Ara yang akan dibawa ke uks Bagas menyuruh Galang untuk berpura-pura tergores juga agar bisa ikut kesana
Galang bingung harus bagaimana tapi dia ingat bahwa tadi Ara berbunyi "aw" ketika merasakan sakit jadi dari situ dia juga mengucapkan
aw aw
Bagas memejamkan matanya dengan ide Galang yang begitu konyol dan Abel hanya bisa menahan tawanya
dan setelah guru itu pergi bersama Galang dan Ara semua temannya yang memakan apel tiba-tiba saja tidak menahan rasa kantuknya dan berakhir tidur begitu saja
"fiks tuh guru gadungan dan dia juga udah masukin obat tidur berarti Ara juga kena karena dia juga makan" ucap Abel yang datang ke meja Bagas
"gue butuh bantuan lo, sekarang lo kumpulin pisau dan apel ini sebagai barang bukti dan setelah itu lo harus susulin Galang dan Ara" ucap Bagas untuk pertama kalinya berbicara sebanyak itu
"ok itu gampang, dan lo ?"
"gue yakin mereka udah matiin CCTV sebelum memulai niat jahatnya jadi sekarang gue akan kesana untuk nyalain kembali CCTV nya"
__ADS_1
Bagas bangkit dari duduknya dan berjalan untuk keluar dari kelasnya
"lo harus hati-hati kalo kesana gue fikir guru itu membawa beberapa temannya juga" tegur Abel saat Bagas sudah dipintu dan Bagas hanya mengangguk
"ga terlambat masih bisa dijadikan bukti" gumam Bagas saat sudah menyalakan kembali CCTV nya
Bagas mengawasi layar monitor yang menampilkan bagian-bagian yang terpasang CCTV, Bagas menggeser seorang laki-laki yang duduk tidak sadarkan diri dikursinya dan ia duduk kembali mengamati
Bagas bisa melihat bahwa guru gadungan itu sedang berbicara dengan 2 orang laki-laki yang ada didalam kantor yang kemudian 2 orang laki-laki itu pergi keruang kelas lainnya dan Bagas melihat salah seorang itu melemparkan sesuatu yang kemudian mengeluarkan asap dan membuat murid-murid itu pingsan
kemudian Bagas kembali melihat guru gadungan itu masuk ke kelas 2 IPS dari yang Bagas lihat guru gadungan itu melakukan drama mengaku sebagai guru baru dan malah menyuruh murid-muridnya bernyanyi dan bahkan seperti memperbolehkan muridnya untuk duduk sembarang arah
setelahnya guru itu keluar dan merekam diam-diam dari luar
Bagas teringat dengan temannya yang ada di uks jadi ia memercikkan air kepada petugas yang masih tidak sadarkan diri
"loh kok saya malah tiduran disini ?" gumam laki-laki tersebut bingung
"pak bingungnya lanjutin nanti aja sekarang saya minta bapak untuk salin file CCTV dihari ini ke flashdisk nanti akan saya ambil, dan jangan lupa tutup pintu ruangan ini saya permisi dulu pak" petugas itu hanya bisa menurut saja sambil mengembalikan kesadarannya
sampai di uks Bagas langsung mencari keberadaan Ara sambil menghubungi ambulance karena Bagas khawatir terjadi sesuatu pada murid-murid yanga da di uks ini
dan mendengar Ara dibawa oleh orang-orang mencurigakan itu Bagas lari untuk menyusul
...----------------...
Bagas benar-benar melaju dengan kecepatan tinggi dan tetap fokus memandang lurus kedepan
dan keberuntungan memihak pada Bagas karena ia berhasil menyusul mobil yang tadi ia lihat di CCTV tanpa fikir panjang Bagas menambah kecepatan mobilnya untuk menghadang mobil didepannya tersebut
berhasil, dan Bagas segera turun dari mobilnya, seorang bapak-bapak yang ia lihat dari CCTV turun dengan tangan yang memegang sapu tangan
Bagas tidak bodoh ia tau sapu tangan itu sudah ada obat biusnya dengan gerakan cepat Bagas merebut sapu tangan tersebut dan mengarahkan pada hidung dan mulut orang itu dan benar orang itu jatuh pingsan tepat dihadapan Bagas
melihat itu seseorang lainnya dari dalam mobil pindah ke kursi pengemudi berniat kabur dan meninggalkan temannya yang pingsan
tapi rencananya gagal karena sudah ada mobil polisi yang datang dan mengepung jalannya
__ADS_1