
setelah mendengar cerita dari Bagas semua yang ada disana kompak menahan tawa tapi itu hanya berlaku beberapa detik
dimulai dari Desty dan Chandra yang terkikik menularlah pada yang lain, Desty merasa ia harus mengajari kedua bocah itu
bahkan Bagas yang umurnya lebih tua darinya saja ternyata tidak daham dengan cinta
Sasa pun begitu dia tidak menyangka ada makhluk seperti Ara dan Bagas yang memutuskan hal semacam itu
keluarga Ara merasa geli sendiri dengan kelakuan sang anak tapi bagi mereka itu tidka terlalu menggelitik perutnya karena Ara lebih kecil
sedangkan Bagas kan padahal sudah bisa dibilang dewasa tapi ? orang tua Ara sendiri berfikir menurun pada siapa Ara ini masalah cinta di umurnya sekarang seharusnya sudah sangat difahami
"mau kalian pacaran atau tidak itu terserah pada kalian saja yang penting kalian tetap harus pada dijalan sewajarnya dan untuk ditahun tahun nanti semoga kalian memang berjodoh tapi jika tidak kalian harus menerima takdir dan kalian harus tetap berteman baik" jelas Grandpa sebagai orang yang paling tua disana
"dan juga seperti Desty dan Chandra yang jelas mempunyai hubungan dengan status pacaran kita juga gak tau kedepannya tapi semoga juga memang berjodoh intinya kalian harus tetap baik-baik saja gimanapun hubungan kalian kedepannya "lanjut Grandpa dan semua mengangguk faham dan setuju
__ADS_1
"ya sudah kalo begitu kita istirahat, Emberly kasi Ara sama Bagas vitamin mereka tadi habis hujan-hujanan takutnya nanti sakit" pesan Grandma yang kemudian ikut Grandpa pergi dari ruang tamu
drrttt drrttt
"hp siapa tuh ?" tanya Reva yang kini matanya sudah segar karena mendengar cerita Bagas tadi
ternyata hp Chandra yang bergetar tadi dengan nomor baru yang tertera dilayar hp nya
"halo" Chandra diam mendengarkan ucapan seseorang yang ada disebrang telepon tersebut
setelah panggilan terputus semua menunggu Chandra berbicara karena ekspresi Chandra saat menerima telepon itu menunjukkan kekhawatiran
"nenek Desty kritis" lanjutnya menunduk tidak berani melihat ekspresi sang kekasih
tes, setetes air mata Desty mengalir ia bungkam dengan fikiran yang negatif
__ADS_1
"besok kita semua pulang" putus Bramantyo langsung pergi naik kelantai dua untuk menyiapkan jet pribadi yang akan digunakan di esok hari
Emberly membujuk Desty agar bersabar dan tetap berfikir yang positif saja
awalnya teman-teman Desty juga menghibur tapi Emberly menyuruh untuk packing dan dibantu para maid lalu kemudian saat mereka datang keruang tamu kembali ternyata Emberly sedang membawa Desty bersamanya untuk naik kelantai dua
didalam kamar mereka semua tidak bisa tertidur walau Desty tidak menangis tapi Desty melamun dengan tatapan kosong
Desty sangat takut kehilangan sang nenek karena ia tidak memiliki siapa-siapa lagi selain neneknya
nenek Desty hanya memiliki satu anak yaitu ibu Desty yang tlah lama tiada bahkan Desty saja tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu karena ibunya tiada saat melahirkan Desty
saudara neneknya juga tidak ada jadi di dunia ini Desty hanya memiliki satu orang keluarga dan itu adalah neneknya
ayah Desty pun juga tidak ada kata sang nenek ayahnya juga sudah meninggal
__ADS_1
biaya yang Desty dapati selama ini adalah dari tetangganya yang tidak memiliki anak dan mereka sudah menganggap Desty sebagai anak mereka juga
oleh karena itu Desty selalu berhemat karena pemberian dari tetangganya itu juga ia gunakan untuk biaya berobat sang nenek