
setelah pengumuman tersebut Bagas langsung menggunakan waktunya untuk menghubungi orang tuanya terlebih dahulu
sekitar 2 jam Bagas selesai berbicara pada kedua orang tuanya karena masih ada 3 bulan kedepan lagi
setelahnya Bagas menghubungi Chandra sang abang langsung digabung dengan Ervin juga meminta doa dan semangat dari kedua abangnya
diperpisahan itu mereka selingi dengan senda gurau
"bang gak bakal ngefek sama gue mah mau lo skidibambam didepan gue sekalipun gak bakal pengen gue" Desty yang ada disamping Chandra mencubit perut suaminya karena mencium pipinya dihadapan Bagas dan juga Ervin
"bener kata Aska kita mah B aja" sahut Ervin pula dalam panggilan video tersebut
"heleh gayanya kalian buruan deh kalian nyusul juga biar kita tanding sebanyakan anak gitu wkwkwk"
"aw aw sakit yank" lanjut Chandra yang mendapat cubitan lagi dari Desty
"udah dulu ya gue mau pamitan juga sama calon bini" Bagas terkekeh sendiri setelah mengucapkan kata calon bini
__ADS_1
Ervin yang mendengar nama Ara hanya bisa ikut tersenyum baginya Ara lah yang paling bisa menjadi semangat buat Bagas
"yaudah sana puas-puasin deh" ucap Chandra dan diangguki oleh Ervin
pembicaraan mereka berakhir dan beralih Bagas menghubungi Ara, belum juga Ara menjawab panggilan tersebut Bagas sudah senyum-senyum menanti wajah imut milik Ara
senyum Bagas memudar karena ternyata Ara tak kunjung menjawab dan Bagas mengulang kembali sampai 11 kali panggilan
Bagas tersenyum getir karena tidak ada sama sekali tanda-tanda Ara menghubungi ia kembali
gusar. itulah yang Bagas rasakan
Bagas menghembuskan nafasnya sekasar mungkin dan mencoba pasrah dan berfikir positif
Bagas kembali melihat jam dipergelangan tangannya mengamati setiap jarum jam berpindah sampai-sampai ia tertidur
seorang gadis yang difikirkan oleh Bagas yang tak lain adalah Ara. Ya, Ara sedang bersama kedua temannya mencari makan diluar asrama
__ADS_1
tentu saja Ara tidak menjawab panggilan dari Bagas karena Ara tidak membawa hp dan meninggalkannya didalam kamar
dan lebih sayangnya lagi ketika selesai makan dan pulang ke Asrama Ara tidak membuka hp nya sama sekali dan memilih langsung tidur
bangun pagi hari Ara baru mengecek hp nya dan Ara tentu kaget mendapati panggilan dari Bagas sebanyak 49 kali yang tak terjawab dan 5 pesan
dengan kegelisahannya dan juga penasaran Ara langsung membuka pesan dari Bagas tersebut. Ara menebak ada sesuatu yang tidak beres
tapi Ara menepis fikirannya itu kemudian ia mulai membaca isi pesan tersebut
"hei kemana aja sih ? gak capek sih nelpon sebanyak ini dan kayaknya kurang banyak deh kalo dibilang inituh penting tapi gak tau juga hehe. Tapi gak apa-apa kok mungkin kamunya lagi sibuk atau mungkin udah tidur, tapi kamu sehat aja kan ?"
"kakak mau pamitan lagi nih, emm.. gak capek sih ngetiknya cuman lebih enak kan kalo ngomong langsung ya kan ? jadi minta ceritain ma camer aja ya."
"duh mata kakak mulai ngantuk tapi kamunya belum nongol juga Ra, bikin gemes aja malah ngilang disaat kakak mau ngilang juga, eh gimana sih ngomongnya ?"
"em Ra.. semangat ya belajarnya pokoknya ga mau tau harus tetap juara satu dan nomor satu terus dihati kakak, eh malah gombal. jaga kesehatan juga ya, yaudah itu aja kayaknya"
__ADS_1
"dan 1 lagi mungkin selama ini kakak selalu bilang IMissYou sama kamu tapi kali ini beda dan kakak ga minta bales kok, sampai jumpa 7 tahun kemudian Ara, ILoveYou,"