
"Galang ganti nomor ya, soalnya gue hubungi dari kemaren gak bisa-bisa ?"
"iya ganti, tapi kan di grup kelas kita ada" balas Sasa menyahuti Bagas
"apa mentang-mentang pindah ke kelas akselerasi lo keluar dari grup ?" lanjut Sasa
"eh enggak, tapi belum ada buka grup aja, ya udah kalo gitu kita hubungi Galang, siapa tau aja dia tau dimana Abel"
"kamu aja langsung hubungi Galang, gak kangen apa sama besti nya"
"haha besti ga tuh" balas Bagas tergelak
"Bagas sekarang gak secuek dulu ya" ucap Aron tiba-tiba
"iya juga ya, ah ini pasti gara-gara cinta" lanjut Kevin menyetujui
"Ra, lo ngapain melamun ?" tanya Desty melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Ara
"ha, eh enggak kok bukan melamun tapi menghayati rasa buah kelengkengnya enak banget" jawab Ara gelagapan
Ara bohong, sebab ia tiba-tiba mengingat klub yang pernah ia datangi dulu di Amerika saat ia bertemu dengan Ervin dan klub itu dekat dengan hotel sama percis seperti apa yang disampaikan oleh Chelsea
apa kak Ervin orangnya ? batin Ara bertanya
__ADS_1
"tuh kan melamun lagi, mikirin apaan sih ?" tanya Desty kembali yang masih mengamati sang adik
Ara terdiam sejenak, bingung. Apa mungkin ia beritahu saja apa yang saat ini sedang ia fikirkan tapi bukankah itu namanya menuduh karena Ara tidak memiliki bukti
"hehe mau ke toilet nih" jawabnya kemudian
"oohhhh lo mules dari tadi diem, masuk aja sana anggap rumah sendiri" balas Sasa yang percaya begitu saja tapi tidak dengan Bagas yang merasa bahwa ada yang ditutup-tutupi oleh Ara
memang selama seminggu yang lalu mereka saling bertukar cerita tapi tentang masalah Ara yang bertemu dengan Ervin belum Ara ceritakan karena takut membuat Bagas cemburu, tapi bukankah menutupinya jauh lebih bermasalah ?
beberapa menit di toilet Ara hanya memikirkan apa yang sebaiknya ia lakukan dan Ara memutuskan untuk bercerita saja bahwa Ervin ada di Amerika dan bisa saja ayah kandungnya Chelsea adalah Ervin
Ara langsung duduk dan tersenyum terlebih dahulu barulah ia berbicara tapi belum sempat Ara berbicara Desty sudah lebih dulu berucap yang mana ucapannya tersebut membuat Ara bungkam
Ara terdiam dan sedikit kaget, sebab fikiran Ara semakin berbelit
*kenapa kak Ervin nikah disaat Chelsea udah ngelahirin ?
apa kak Ervin tau musibah seminggu yang lalu ?
astaghfirullah*
Ara reflek menggeleng karena semakin berfikiran negatif
__ADS_1
"Ra kamu kenapa ?" tanya Bagas yang langsung menyentuh lengan Ara
"eh ? gak kenapa-kenapa kok"
"pusing ?"
"enggak kak"
Bagas kemudian mendekat dan berbisik ditelinga Ara " kamu jealous dengar bang Ervin mau nikah ?"
"hahahahahahha" Ara sontak tertawa lepas begitu mendengar Bagas yang ternyata malah berfikiran seperti itu
"mana ada kayak gitu" jawabnya setelah tertawa dan reflek memukul lengan Bagas
"sakit Ra, nih kakak bales nih"
"hahahha kak geli kak udah kak hahaha lepas kak hahaha" ucap Ara diselingi tawa renyahnya karena di gelitiki oleh Bagas
"duh dunia terasa milik berdua ya guys..." ucap Sasa dengan sengaja meninggikan suaranya
"kita mah cuma ngontrak ya guys..." sambung Desty yang kemudian ber tos tangan dengan Sasa
"apaan sih" elak Ara yang kini menahan senyumnya merasa malu karena benar tadi mereka hanya fokus berdua seakan tidak ada orang lain diantaranya
__ADS_1