
Dua bulan lamanya waktu yang digunakan untuk mempersiapkan acara pernikahan Bagas dan Ara begitu juga dengan Abel dan Galang yang sudah sepakat akan mengadakan resepsi pernikahan tersebut di lapangan Bumi
suatu kebanggaan untuk Abel dan juga Galang karena bisa mengadakan acara tersebut bersamaan dengan Bagas dan Ara
selama Dua bulan itulah ke-empat calon pengantin tersebut mulai berbelanja segala macam keperluan yang dibutuhkan untuk acara akad sampai resepsi. Dari mulai membeli cincin, fitting baju dan membeli beberapa barang lainnya
sedangkan dari pihak keluarga mempersiapkan tempat,tata letak, katering makanan dan lainnya yang dibantu oleh sahabat-sahabat terdekat mereka
keempat calon pengantin itu juga memutuskan untuk mengurus masalah pekerjaan setelah menikah saja yang tentunya setelah mereka berbulan madu terlebih dahulu
"sorry lama ya nungguin kita ?"
"santai Bel, kita yang seharusnya minta maaf karena gak bisa nemenin kalian ke makamnya Chelsea"
"its ok, yuk lah masuk" ajak Abel
Bagas dan Galang berjalan dibelakang kedua perempuan yang tak lama lagi akan menyandang gelar istri
"Baby Chelsea anteng ya" ucap Ara sembari menoleh kebelakang melihat Galang yang menggendong Baby Chelsea, ya tentu saja Galang yang menggendong karena Abel masih belum berani menggendong Baby Chelsea dalam waktu yang lama apalagi sedang berjalan seperti saat ini
"gue kira kita bakal cari cincin ke Mall"
"mama yang nyuruh kesini, gue juga gak kenal"
__ADS_1
"lah terus gimana ?"
"Galang ngomongnya pelanin lah kasihan Baby Chelsea"
"hehe sorry cup cup cup" balas Galang yang kemudian membujuk Baby Chelsea yang sedikit mencebik
"untuk gak nangis" sahut Ara pula
"eh itu mobilnya Madam, berarti udah ada didalem dong mertua lo Ra"
"iya kayaknya"
dan benar saja ketika mereka menekan bel yang menyambut kedatangan mereka adalah Madam Karin dan perempuan yang seumuran dengan Karin
"ya ampun mertuanya si Ara, baru juga kita dateng udah di semprot aja"
"semprat semprot emangnya Cumi-cumi nyemprotin tintanya"
"bukan Madam, tapi kayak ular nyemprotin bisa nya"
"wah ular yang mana nih yang dimaksud ?" sambung teman Madam Karin yang membuat Galang langsung menyahut kembali
"ular yang ditakuti perempuan pas malam pertama wkwkwkk" ucap Galang secara gamblang yang membuatnya tertawa bahkan Karin dan temannya ikut tertawa sedangkan Bagas dan Abel hanya diam walaupun ia faham berbeda dengan diamnya Ara yang tidak faham sama sekali
__ADS_1
"emang pas malam pertama ada ular ?" tanya Ara dengan begitu polosnya yang semakin membuat yang lain tertawa
"haha menantu kamu polos banget Rin, yaudah lah masuk"
"nanti juga faham, yuk masuk" ajak Bagas yang masih mengulum senyum pada Ara yang menuntut ingin dijawab kebingungannya
"gak mau jawab dulu kak, masa iya sih pas malam itu ada ular gitu ya kan gak lucu"
"yang lain udah pada masuk nanti nyari-nyari kita karena belum nyusul" bukannya menjawab Bagas malah kembali mengajak Ara masuk
namun, Ara masih betah dengan posisi berdirinya dengan raut wajahnya yang sedikit cemberut
"yakin mau tau ?" tanya Bagas yang langsung diangguki Ara antusias
Bagas tidak menjawab dengan kata-kata melainkan dengan matanya yang naik turun kearah bawah
Ara mengernyitkan dahinya heran, namun ia mencoba mengikuti arah mata Bagas, dan disaat ia faham seketika pipi Ara memerah yang namak jelas dimata Bagas, dan semakin merasa gemas saja Bagas pada Ara yang seperti itu
"udah faham kan, yuk masuk" Ara hanya bisa menganggukkan kepalanya kembali sambil berjalan lebih dulu
Bagas menyamakan langkahnya hingga ia berada disamping Ara lalu berucap lirih yang semakin membuat Ara malu
"tenang, ularnya jinak kok" karena merasa geram pada Bagas yang semakin menggodanya, akhirnya Ara mencubit perut Bagas
__ADS_1
"aw, sakit Ra"