
waktu terus berjalan tanpa terasa SMA Bumi Bakti saat ini sudah berada di semester genap akhir para guru mulai mempersiapkan ujian kenaikan kelas dan ujian kelulusan
bukan hanya para guru yang bersiap karena yang lebih bersiap adalah murid-murid SMA Bumi Bakti
seperti saat ini Rangga yang lebih sibuk lagi dalam kegiatan belajarnya, dari semester ganjil saja ia sudah giat belajar dan sekarang ia lebih gila dalam belajar
sampai-sampai ia mengingkari janjinya untuk mengungkapkan perasaannya pada seorang wanita yang ia sukai, ia bertekad untuk lulus terlebih dahulu baru akan mengungkapkan isi hatinya bahkan ia akan berani untuk melamar wanita tersebut masalah diterima atau tidak diterimanya itu akan ia fikirkan belakangan
tak hanya belajar diwaktu yang seharusnya semua murid yang benar-benar ingin mendapatkan nilai yang bagus mereka juga masuk belajar di waktu malam hari
__ADS_1
seperti kelas X IPA yang meminta Bu Yuna untuk menjadi guru les mereka tentu Yuna senang dengan permintaan tersebut
Sasa dan Kevin melakukan sleep call seminggu 2 kali untuk saling support hanya seperti itu dan waktu lainnya mereka akan menjauh dari hp agar fokus belajar
Desty dibantu oleh Chandra 55 persen belajar 10 persen memikirkan masa depan 15 persen pacaran dan sisanya mereka gunakan untuk bercanda dan tidur pada sembarang arah, bukan dikamar ya tapi di gazebo samping rumah Chandra
Ara juga lebih banyak menghabiskan waktu bersama Abel dan Sasa dikamar,ditaman dan tempat-tempat yang sesuai keinginan mereka untuk belajar dan juga Kevin serta Aron suka mengikuti mereka karenanya kadang mereka adu mulut karena pelajaran mereka berbeda dan Aronlah biangnya karena ia membaca pelajarannya lebih seperti teriak-teriak
bagaimana kabar Bagas yang ingin berbicara pada Ara dirumah sakit tapi tidak jadi ? sampai saat ini Ara penasaran tapi belum ada waktu yang tepat biarlah saja ia tanyakan nanti saat sudah melewati fase-fase perjuangan ini
__ADS_1
Bagas juga bukannya lupa tapi sama seperti Ara ia juga akan berbicara lagi setelah kenaikan kelas apalagi ia harus menaklukkan pelajaran IPA yang aslinya bukan kesukaannya bukan ahlinya tapi kemauannya jadi ia harus sangat berjuang
Karin dan Dirgan merasa senang melihat perkembangan sekolah yang mereka berdua bangun bersama tidak menyangka juga akan sampai ditahap sekarang
mereka juga bersyukur karena banyak donatur yang berlomba-lomba untuk mendaftarkan jadi donatur di Asrama dan sekolah miliknya tapi mereka juga harus berhati-hati dalam menerima karena mereka pernah hampir tertipu
malam hari pukul 7:30 Karin bersama Dirgan mengunjungi taman malam dilapangan belakang dengan menggunakan sepeda, semua orang yang melihat hanya bisa tersenyum melihat 2 orang yang berkuasa di komplek tersebut sedang melakukan hal yang terlihat sangat romantis
"cie cie udah tua masih pamer keromantisan" ucap seorang yang juga mengendarai sepeda dan mengiringi dua orang paruh baya yang sedang berboncengan
__ADS_1
"kamu awas ya Desty..."
"hahahaha, ayok kesana Prof lomba" ajak Desty dan ternyata Dirgan menerima ajakan tersebut membuat yang diboncengi kaget dan memeluk pinggangnya erat