Asmara Di Asrama

Asmara Di Asrama
Chapter 95 - Belum Puas


__ADS_3

bayi perempuan Chelsea masih ditangani oleh dokter karena kekurangan banyak oksigen, sementara Ara bergegas mencari keberadaan Bagas


beruntung Ara menemukan keberadaan Bagas dan saat itu Bagas sedang menceritakan kejadian dimana Chelsea datang untuk menemuinya


"awalnya Bagas hanya mengajak Chelsea duduk ditaman depan sekolah aja pa, tapi ga tau kenapa kita jalan terus sampai masuk kedalam sekolah dan keheningan itu cocok untuk Chelsea mengungkapkan semua yang ingin dia sampaikan, ga ada maksud lain pa"


"setelahnya Chelsea minta maaf dari pertama ketemu Bagas karena dia memang suka sama Bagas yang dia sadar itu semua cuma obsesi terlebih dia tau Bagas suka sama Ara jadi dia itu seakan mau berlomba sama Ara siapa yang bisa dapetin Bagas dan caranya dia itu licik"


"dan dia bilang bahwa dia hamil karena mungkin karma buat dia, dia nyerahin jam tangan si cowok yang udah hamilin dia, Chelsea minta tolong sama Bagas buat nyari cowok itu karena abang dia aja udah ga mau ngakuin dia sebagai adek lagi maka dari itu dia nemuin Bagas"


"tapi Bagas tolak, karena takut akan jadi kesalahpahaman berikutnya karena kesalahpahaman yang lewat aja belum diperbaiki, Bagas tau Ara udah di Indonesia makanya hari itu Bagas mau nemuin Ara"

__ADS_1


"Chelsea ga maksa dan di usia kandungannya yang masih delapan bulan dia itu masih punya keinginan meluk cowok yang udah hamilin dia tapi gak bisa, hanya jam itu yang bisa buat mual-mualnya hilang dan, dan dia minta satu kali aja Bagas meluk dia abis itu dia akan pergi selamanya, makanya Bagas lakuin itu demi bayi yang dia kandung, Bagas kasihan pa tapi ternyata ada Ara saat itu yang kembali salah faham"


sepanjang Bagas bercerita baik Dirgan dan Chandra maupun Desty hanya terus mendengarkan dan sama sekali tidak memotong ucapan Bagas


"kak Bagas" panggil Ara lirih yang keluar dari semak disamping bangku yang sedang diduduki oleh Bagas dan yang lainnya


walaupun suara Ara terdengar lirih namun Bagas dan yang lainnya kompak menoleh ke arah suara Ara yang memanggil karena cukup terdengar baik oleh pendengaran mereka


"kak hiks" tidak salah lagi ini bukan halusinasi dan Bagas tentu dengan cepat menghampiri Ara bahkan langsung memeluk perempuan yang selama ini ia rindukan


"maafin aku kak, aku udah salah fah_"

__ADS_1


"sssssttttt, biarin kakak melepas rindu ini dulu Ra" ucap Bagas membungkam ucapan Ara dengan mengarahkan wajah Ara ke dadanya agar Ara tidak lagi berucap lebih dulu


Dirgan tersenyum karena faham bahwa Ara pun sudah mengetahui fakta sesungguhnya sedangkan Desty menyenggol lengan Chandra "baper yank" ucapnya menggigit topi milik sang anak


"hus berisik jangan ganggu, yuk kedalam" ujar Dirgan mengajak kedua anaknya agar tidak mengganggu Bagas dan Ara


dan mereka benar-benar masuk kedalam menyusul yang lainnya, padahal Bagas dan Ara sama sekali tidak terganggu karena fokusnya hanya milik mereka berdua


Bagas menghirup dalam-dalam aroma rambut Ara dengan senyum yang terukir begitu manis dan setetes air bening jatuh tepat dirambut Ara namun ia segera menghapusnya


"hei, kakak gak mimpi kan, ini beneran kamu kan sayang ?" tanya Bagas berbisik didekat telinga Ara

__ADS_1


Ara yang masih saja menangis karena merasa bersalah sekaligus masih merindu hanya mampu menggelengkan kepalanya dan semakin memeluk Bagas dengan erat seakan mengungkapkan pada Bagas bahwa ia belum puas untuk saling memeluk seperti itu


__ADS_2